Masturbasi pada anak


  • Selamat siang buk.
    Buk saya punya tetangga, anaknya saat ini berusia 4.2 tahun, perempuan, namanya bunga (nama samaran). Sejak usia 2 tahun bunga didiagnosa mengalami GDD (global develomental delay).
    Bunga sudah menjalani serangkaian terapi diantaranya psioterapi, OT dan TW. Namun hingga saat ini masih belum bisa bicara.

    1 tahun belakangan ini bunga sering melakukan perilaku seperti sedang masturbasi dengan posisi tidur terlengtang dan kaki disilingkan. Perilaku ini muncul terutama ketika moodnya sedang tidak baik. Bunga juga terlihat sangat menyukai lawan jenis, tidak memandang anak-anak maupun dewasa. Ketika sedang bersama lawan jenis, kepala dan badannya seperti disodor-sodorin.

    Pertanyaan saya:

    1. Apa memang ada anak usia 3 tahun mengalami masturbasi?
    2. Apakah wajar perilaku menyodorkan diri ketika berhadapan dg lawan jenis?
    3. Jika memang perilaku ini adalah suatu penyimpangan, apa yang harus orang tua dan orang terdekatnya lakukan?

    Terima kasih.


  • Haiii Mom @liamy

    Saya akan jawab pertanyaan mom satu per satu ya

    1. Apakah ada anak usia 3 tahun mengalami masturbasi
      Saya akan jelaskan terlebih dahulu tahapan perkembangan psikoseksual yang terjadi pada manusia, ada 5 tahap yaitu tahap oral, anal, phalik, laten dan genital. Pertama, Fase oral merupakan fase perkembangan terjadi pada tahun pertama dari kehidupan manusia. Pada fase ini bagian yang paling peka adalah mulut yang berkaitan dengan pemuasan kebutuhan pokok seperti makan dan minum. Mulut menjadi sumber kenikmatan bagi anak maka anak akan memasukkan segala jenis benda ke dalam mulutnya sendiri. Kedua, tahap anal dimana kepuasan (kenikmatan) berpusat pada daerah anus. Ini terjadi pada usia anak kira-kira 1 hingga 3 tahun. Pada tahapan ini biasanya orangtua sudah mulai mengajarkan anak untuk toilet training. Ketiga, tahap phalik yaitu dimana anak mulai memperhatikan dan senang memainkan alat kelaminannya sendiri. Terjadi pada usia 3 hingga 5 tahun. Pusat kepuasan (kenikmatan) pada fase ini berada di kelamin. Dengan kata lain anak sudah mulai melakukan masturbasi dengan mengusap-ngusap atau memijit-mijit organ seksualnya sendiri untuk menghasilkan rasa senang. Keempat, tahap laten yang berkisar antara usia 6 hingga 12 tahun. Tahap ini merupakan masa tenang seksual dimana segala sesuatu yang terkait dengan seks akan dihambat atau ditekan. Kelima, tahap genital yang dimulai dari usia sekitar 12 atau 13 tahun dimana anak sudah memasuki usia remaja. Pada masa ini ditandai dengan matangnya organ reproduksi anak, dan anak sudah mulai tertarik dengan lawan jenis. Nah mom tahapan perkembangan psikoseksual tersebut memberikan dampak yang beragam bagi perkembangan karakter anak nantinya, jika anak mampu melewati tahapan perkembangan psikoseksualnya dengan baik maka anak akan memiliki kepribadian yang sehat. Jadi jika mom melihat anak usia 3 tahun memegang atau meraba kelaminnya ini memang merupakan perkembangan seksual yang alami. Hanya saja yang harus mom lakukan ketika menemukan anak sedang memegang kelaminnya dan terlihat menikmati, sebaiknya dialihkan pelan-pelan dengan aktivitas fisik, jangan panik apalagi sampai memarahi anak.
    2. Apakah wajar menyodorkan diri ketika berhadapan dengan lawan jenis?
      Sebelumnya saya mau tanya dulu menyodorkan dirinya seperti apa ya mom? Apakah minta digendong atau anak langsung memeluk orang yang ada dihadapannya? Lalu bagaimana hubungan anak dengan sang ayah? Apakah kebutuhan afeksi anak sudah terpenuhi dari figure ayah?
    3. Jika perilaku ini termasuk penyimpangan apakah yang harus dilakukan oleh orangtua dan orang terdekat
      Saya belum bisa mengatakan ini perilaku yang menyimpang karena memegang dan meraba alat kelamin memang merupakan tahapan dari perkembangan psikoseksual manusia (tahap phalik) dimana pusat kenikmatan berada pada kelamin. Seiring berjalannya waktu kebiasaan ini akan hilang, yang terpenting adalah mom harus bisa mengalihkan agar anak tidak meneruskan aktivitas ini. Namun jika terus terulang dan tidak dapat dihentikan sebaiknya mom dan anak berkonsultasi langsung ke psikolog.

  • @nidyadwikaputeri berarti saat ini bunga sedang berada di tahapan phalik ya bu. tadi saya salah ketik bu, usia 4.3 tahun bukan 3. maaf!

    diusia atau tahapan phalik ini, anak mulai masturbasi berarti perilaku si bunga merupakan suatu yang wajar ya bu? hanya saja orang tua yang harus langsung mengalihkan perhatiannya dan tidak membiarkannya melanjutkan perilaku tersebut. begitu kan bu?

    hubungan dengan ayah sangat baik bu, punya kakak laki-laki juga. menyodorkan seperti kepalanya dan badannya digesek-gesek dan tangan meraba. bukan ke orang dewasa juga bahkan anak kecil 3 tahunan juga digituin.


  • @liamy

    iya betul sekali saat ini bunga sedang ada di tahap falik yang terjadi diusia 3 hingga 5 tahun dimana kenikmatan (kepuasan) berpusat pada kelamin. Namun, yang paling penting mom selalu alihkan dengan kegiatan yang lain ya jika si kecil mulai menyentuh atau meraba alat kelaminnya. seiring berjalannya waktu kebiasaan ini akan hilang sendiri dan akan berganti ke tahap berikutnya yaitu tahap laten. Perlu diingat lagi aktivitas menyentuh / meraba kelamin yang dilakukan sikecil saat ini adalah tahapan dari perkembangan psikoseksualnya dimana kenikmatan (kepuasan) berada pada kelaminnya, jadi berbeda dengan aktivitas masturbasi yang dilakukan oleh orang dewasa. Jika prilaku ini tidak bisa untuk dialihkan atau dihentikan, sebaiknya mom berkonsultasi ke psikolog ya ☺


  • @nidyadwikaputeri baik bu terima kasih banyak atas sarannya.
    untuk aktivitas tambahan, perlukah memasukannya ke sekolah seperti pendidikan usia dini karena mengingat anak teman saya adalah ABK yang belum bisa berkomunikasi dan bersosialisasi dengan baik?
    oia bu, misalnya nih perilakunya ini dia lakukan saat keluarganya lengah tentu tidak bisa dialihkan, kegagalan mengalihkan nya ini apakah akan ada dampak negatinya nanti?


  • @liamy
    sebaiknya mom fokuskan dulu untuk mengikuti terapi seperti terapi wicara, terapi okupasi dan fisioterapi untuk mengoptimalkan perkembangannya.
    kegagalan mengalihkan perilaku ini jika hanya terjadi sesekali tidak mengapa karna seperti yang sudah saya jelaskan seiring berjalannya waktu perilaku ini akan hilang dan anak akan masuk ke tahap berikutnya yaitu tahap laten. Namun jika perilaku ini terus berlangsung sebaiknya mom berkonsultasi ke psikolog ya ☺


Log in to reply
 

Looks like your connection to Forum was lost, please wait while we try to reconnect.