Vaksinasi Campak pemicu gangguan tumbuh kembang (autis), benarkah?


  • hallo. selamat siang dok.

    dokter, saya adl seorang ibu yang mempunyai anak yang didiagnosa autis. padahal kalau ditelusuri baik dari keluarga suami maupun keluarga saya tidak ada diantara anggota keluarga kami yang mangalami gangguan tumbuh kembang.

    dari lahir hingga usia 9 bulan anak saya terlihat baik, tidak ada satupun yang kurang, perkembangan motoriknya juga sangat bagus, bahkan sudah bisa mengucapkan beberapa kata. namun diusia 10 bulan anak saya terlihat berbeda, lebih banyak diam dan bengong. sampai usia 18 bulan saya menyadari kalau selama ini anak saya mengalami kemunduran dalam tumbuh kembangnya.

    adapun dari pengamatn saya kemunduran itu terjadi setelah anak saya mengikuti vaksinasi campak saat usianya 9 bulan 3 minggu.

    pertanyaan saya:

    1. apakah benar vaksinansi menjadi salah satu pemicu gangguan tumbuh kembang (autis) pada anak?
    2. apa sih sebenarnya kandungan vaksin campak, mmr itu dok? apa benar memang ada kandungan logam beratnya?

    terima kasih.


  • @liamy , pertama kali saya ucapkan turut bersimpati atas masalah yang dialami....mengenai pertanyaan ibu :

    1. tidak benar sama sekali. Ini isu ttg autis dan vaksin campak maupun MMR sudah lama dihembuskan oleh "pakar" yang sebenarnya melakukan penelitian yang sebenarnya penipuan, yaitu Andrew Wakefield. Penelitian ini sudah dibantah dengan berpuluh penelitian lain yang membuktikan bahwa laporan (yang sebenarnya palsu) tidak benar.

    2. kandungan vaksin campak adalah virus campak yang telah dilemahkan, yang digunakan sebagai 'perangsang' terhadap respon antibodi tubuh. Virus ini tidak akan menyebabkan sakit campak,namun membuat tubuh membentuk antibodi terhadap campak, sehingga tubuh menjadi lebih kebal terhadap virus campak yang mungkin mengenainya di kemudian hari, Mengenai kandungan logam berat, hal ini tidak benar, karena komponen yang digunakan sebagai bahan stabiliser atau pun bahan yang menyertai virus yang telah dilemahkan tersebut bukan lah logam berat yang berbahaya. Adanya artikel 'pseudoscience' yang dibuat oleh orang yang sesungguhnya bukan ahlinya, (namun merasa ahli vaksin) menyebabkan banyak masyarakat mengalami kebingungan seperti ibu...

    Bila ingin mengetahui lebih jauh soal berbagai jenis vaksin, dapat membuka situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yaitu di www.idai.or.id


Log in to reply
 

Looks like your connection to Forum was lost, please wait while we try to reconnect.