Trimester 1

12 Juli 2021

Jangan Panik, Ketahui Cara Mengatasi Demam Saat Hamil

Pastikan tubuh tetap terhidrasi dan gunakan pakaian tipis jika Moms mengalami demam saat hamil
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Defara Millenia
Disunting oleh Widya Citra Andini

Mengalami demam dalam keadaan apa pun bisa mengkhawatirkan. Namun, demam saat hamil sangat perlu diperhatikan karena berpengaruh pada janin dalam kandungan.

Umumnya, demam saat hamil terjadi lantaran sistem kekebalan tubuh lemah selama kehamilan. Oleh karena itu, gejala demam yang muncul biasanya jadi lebih lama.

Demam saat hamil menyebabkan suhu badan naik sehingga bisa memengaruhi kondisi janin.

Melansir An International Journal of Obstetrics & Gynaecology, hampir 12 persen pasien yang mengalami demam saat hamil memerlukan rawat inap di unit perawatan intensif.

Dalam penelitian juga ditunjukkan bahwa bakteremia akibat demam menyebabkan kematian janin sebesar 10 persen kasus.

Saat pandemi COVID-19, penting untuk mengetahui gejala demam saat hamil dan cara pengobatan yang bisa dilakukan agar kembali sehat.

Baca Juga: 4 Perawatan di Rumah yang Bisa Dilakukan Saat Anak Demam

Penyebab Demam Saat Hamil

Moms dapat mengalami demam saat hamil karena berbagai alasan. Beberapa kemungkinan penyebab demam saat hamil, yaitu sebagai berikut.

1. Flu Biasa

Flu Saat Hamil

Foto: Orami Photo Stock

Faktanya, Moms mungkin lebih mungkin menderita infeksi virus umum, seperti pilek saat hamil.

Itu karena sistem kekebalan mengalami perubahan selama kehamilan untuk melindungi janin.

Demam ringan mungkin merupakan akibat dari infeksi virus jinak seperti pilek. Sementara demam yang lebih tinggi mungkin merupakan gejala flu. Selain demam, gejala flu bisa termasuk nyeri tubuh dan kedinginan.

2. Infeksi Bakteri

bakteri

Foto: Orami Photo Stock

Terkadang, demam dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, seperti infeksi saluran kemih, infeksi ginjal, atau radang tenggorokan yang mungkin memerlukan antibiotik.

Listeriosis merupakan salah satu infeksi bakteri yang sering terjadi pada ibu hamil. Ibu hamil harus menghindari makan daging mentah, ikan, dan keju yang tidak dipasteurisasi untuk mencegahnya.

Hindari paparan bakteri listeria selama kehamilan yang juga dapat menyebabkan demam tinggi.

3. COVID-19

hamil terkena COVID-19

Foto: Orami Photo Stock

Demam juga bisa menjadi gejala COVID-19, penyakit yang disebabkan oleh coronavirus.

Jika Moms menduga demam yang disebabkan ini karena telah terpapar COVID-19, segera hubungi dokter.

Melansir Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ibu hamil dilaporkan memiliki risiko lebih tinggi mengalami COVID-19 lebih yang parah daripada wanita yang tidak hamil.

Baca Juga: Mengenal KB Steril, Prosedur Kontrasepsi yang Sangat Efektif untuk Mencegah Kehamilan

4. Radang Paru-paru

hamil sesak

Foto: Orami Photo Stock

Saat hamil, wanita lebih berisiko terkena radang paru-paru. Melansir BMJ Journals, ibu hamil yang terkena radang paru-paru lebih mungkin untuk melahirkan sebelum usia kehamilan 34 minggu. Risiko kelahiran prematur karena kondisi ini mencapai 43%.

Kondisi ini sebagian disebabkan oleh penekanan kekebalan alami selama kehamilan. Radang paru-paru terjadi karena tubuh Moms bekerja lebih keras untuk mendukung bayi yang sedang tumbuh.

Gejala radang paru-paru meliputi batuk yang berdahak, demam, berkeringat atau kedinginan, hingga sesak napas.

5. Radang Tenggorokan

radang tenggorokan.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Radang tenggorokan adalah infeksi bakteri di tenggorokan dan amandel.

Tenggorokan yang teriritasi dan meradang, menyebabkan sakit tenggorokan yang tiba-tiba dan parah. Radang tenggorokan disebabkan oleh bakteri streptokokus.

Tidak ada hubungan antara radang tenggorokan dan kehamilan, tetapi penyakit ini bisa menyebabkan Moms mengalami demam saat hamil dan kehilangan suara.

Jika Moms mengalami sakit tenggorokan disertai demam, sebaiknya periksakan diri ke dokter ya!

6. Gastroenteritis

sakit perut saat hamil

Foto: Orami Photo Stock

Gastroenteritis merupakan penyakit infeksi pada saluran pencernaan yang ditandai dengan muntah dan demam. Gastroenteritis cukup umum selama kehamilan.

Melansir European Journal of Clinical Microbiology & Infectious Diseases, sebanyak sepertiga wanita akan mengalami penyakit ini selama kehamilan mereka.

Gejala gastroenteritis bisa parah, mulai dari demam saat hamil hingga menyebabkan dehidrasi dan bahkan persalinan prematur dalam kasus yang parah dan tidak diobati.

Baca Juga: Mengenal Hiperemesis Gravidarum, Muntah Berlebihan pada Ibu Hamil

Gejala Demam Saat Hamil

demam saat hamil-1.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Secara klinis, demam didefinisikan tubuh memiliki suhu 38 °C atau lebih tinggi. Namun, tentu saja ada berbagai tingkat keparahan dari demam.

"Suhu tubuh normal seseorang adalah 37 °C , jadi kapan pun suhu Anda di atas itu, Anda secara teknis bisa mengalami demam," kata Christine Greves, MD, ob-gyn di Rumah Sakit Kesehatan Orlando & Winnie Palmer untuk Wanita & Bayi di Orlando, Florida, dikutip dari The Bump.

Ia menambahkan, "Kami biasanya menganggap demam sesuatu yang perlu perhatian ekstra jika lebih dari 39 derajat," tambahnya.

Beberapa gejala demam yaitu antara lain:

  • Panas dingin
  • Gemetaran
  • Tubuh merasa panas
  • Nyeri otot
  • Berkeringat
  • Kehilangan selera makan
  • Dehidrasi
  • Sifat lekas marah
  • Lemah

Baca Juga: Hati-hati! Ini Bahayanya Demam Berdarah Saat Kehamilan

Bahaya Demam Saat Hamil

demam saat hamil-2.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Mungkin Moms merasa khawatir bila demam saat hamil akan memengaruhi kondisi janin di dalam kandungan. Tenang Moms, hanya karena Moms sakit bukan berarti bayi juga terinfeksi.

Sebaliknya, risikonya tergantung pada seberapa tinggi suhu tubuh Moms.

"Ketika Anda mengalami demam, suhu tubuh bagian dalam Anda naik, yang juga dapat meningkatkan suhu bayi. Saat janin menjadi terlalu hangat, detak jantung mereka mungkin meningkat," kata Julie Lamppa, CNM, RN, bidan perawat bersertifikat di Mayo Clinic, mengutip The Bump.

Namun, Lamppa menambahkan, "Ini biasanya bersifat sementara dan tidak boleh menimbulkan kekhawatiran jangka panjang."

Namun, demam yang lebih tinggi bisa menjadi masalah yang lebih serius, itulah mengapa sangat penting untuk segera periksa ke dokterdan menurunkan suhu dengan asetaminofen setelah Moms mulai melihat suhu tubuh naik.

Sementara orang hamil dan bayinya lebih mungkin menderita komplikasi dari demam tingkat tinggi yang tidak diobati, penting untuk mengetahui bahwa demam itu sendiri mungkin bukan penyebabnya.

Demam saat hamil bisa menjadi indikasi kondisi yang mendasarinya, seperti infeksi atau sesuatu yang lain.

Baca Juga: Bayi Baru Lahir Demam, Kapan Wajib Dibawa ke Dokter?

Cara Mengatasi Demam Saat Hamil

demam saat hamil-3.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Menurut Lammpa, secara umum Moms bisa mengonsumsi obat acetaminophen (Tylenol) ketika mengalami demam saat hamil.

Selain itu, pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik dan banyak istirahat. Bisa juga menempatkan waslap dingin di dahi agar dapat membantu merasa lebih baik.

Obat yang perlu dihindari dikonsumsi ketika demam saat hamil yaitu aspirin dan ibuprofen (misalnya Advil atau Motrin), atau obat herbal apa pun.

"Ini adalah periode waktu yang sangat penting, dan kami tidak memiliki studi terkontrol yang mengatakan obat herbal aman (untuk mengatasi demam)," kata Greeves.

"Hubungi dokter jika demam tidak turun bahkan setelah konsumsi Tylenol atau jika merasa ada peningkatan kontraksi, nyeri perut, kehilangan cairan atau penurunan pergerakan janin," kata Lamppa.

Beberapa tips lain untuk mengobati demam saat hamil:

  • Mandi air hangat atau berendam.
  • Minum banyak air dan minuman dingin lainnya untuk mendinginkan dan mencegah dehidrasi.
  • Pakai pakaian yang tipis dan tidak membuat mudah berkeringat.
  • Istirahat yang cukup.

Baca Juga: Konsumsi Paracetamol untuk Ibu Hamil, Amankah?

Itu dia Moms penjelasan demam saat hamil. Jika Moms memiliki gejala di atas dan belum kunjung sembuh, sebaiknya periksakan diri ke dokter ya. Ingat kesehatan Moms dan bayi sangat penting!

  • https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/vaccines/recommendations/pregnancy.html
  • https://thorax.bmj.com/content/56/5/398
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/11837634/
  • https://www.whattoexpect.com/pregnancy/pregnancy-health/fever-during-pregnancy/#cause
  • https://www.healthline.com/health/pregnancy/could-fever-harm-my-baby#Do-I-have-a-fever?
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait