Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Masalah Fertilitas | Jan 24, 2018

10 Kesalahan Yang Umum Terjadi Saat Program Hamil

Bagikan


Kehamilan bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi para pasangan. Namun, ada beberapa kesalahan umum yang tanpa disadari dilakukan beberapa pasangan yang justru dapat membuat mereka susah hamil. Berikut ini adalah beberapa kesalahan umum saat program hamil.

Baca Juga: Apa Sajakah Persiapan untuk Program Hamil?

1. Menunggu terlalu lama untuk menemui dokter

Jika Moms berusia 35 atau lebih, Moms harus menemui spesialis kesuburan setelah enam bulan mencoba tanpa hasil kecuali Moms mengalami kondisi kesehatan reproduksi yang membuat lebih sulit hamil, demikian menurut Dr. Serena Chen, M.D., direktur divisi reproduksi endokrin dan infertilitas di Institute for Reproductive Medicine and Science di Saint Barnabas Medical Center di Pennsylvania.

Baca Juga: Prakonsepsi, Saatnya Mempersiapkan Kehamilan

2. Salah menghitung masa ovulasi

kalender ovulasi, masa ovulasi, salah menghitung tanggal ovulasi, kesalahan saat program hamil

Menurut Dr. Machelle Seibel, M.D., profesor kebidanan dan ginekologi di University of Massachusetts Medical School, banyak wanita memperkirakan bahwa mereka berovulasi 14 hari setelah hari pertama menstruasi mereka, tetapi siklus menstruasi setiap wanita berbeda-beda, dan ovulasi tidak selalu terjadi pada waktu yang sama setiap bulan.

Wanita juga terkadang memperkirakan masa ovulasi berdasarkan pengetahuan mereka tentang tanda-tanda ovulasi, kata Yvonne Bohn, MD, seorang ob-gyn dan salah satu penulis The Mommy Docs Ultimate Guide to Pregnancy and Birth.

3. Berhubungan intim pada waktu yang salah

Menurut Dr. Shieva Ghofrany, OB/GYN yang berbasis di Connecticut, karena siklus menstruasi setiap individu berbeda-beda, Moms mungkin memiliki siklus yang lebih pendek atau lebih lama. Kesalahan menghitung masa ovulasi tersebut di atas dapat menyebabkan berhubungan intim pada waktu yang tidak tepat.

4. Hanya berhubungan intim di masa ovulasi

Karena sperma bisa hidup selama tiga sampai lima hari, berhubungan seks sekitar 4 - 6 hari sebelum ovulasi atau 4 - 6 hari setelah ovulasi akan meningkatkan kesempatan Moms untuk hamil.

5. Terlalu sering atau jarang berhubungan

terlalu sering berhubungan seksual, berhubungan seksual, kesalahan dalam program hamil

Terlalu sering berhubungan intim tidak hanya berakibat pada penurunan jumlah sperma tetapi juga mengurangi kualitas sperma dan bisa menunda proses pembuahan karena sperma mungkin memerlukan waktu beberapa hari untuk memproduksi kembali.

Kerangka waktu sekitar 1-3 hari adalah jendela ideal hubungan intim saat mencoba untuk hamil, serta setiap hari sepanjang siklus kesuburan seorang wanita.

6. Terobsesi dengan posisi seks

Menurut Dr. Shieva Ghofrany, jika pasangan suami istri terlalu mencemaskan tentang posisi bercinta yang “benar” atau hanya melakukan satu gaya bercinta setiap kali berhubungan intim, ini akan membuat mereka terlalu stres.

Upayakan agar hubungan seks tetap menyenangkan. Cobalah menikmati diri sendiri dan pasangan, karena terlalu banyak menerapkan pengetahuan tentang kehamilan bisa kehilangan kenikmatan, menyebabkan stres, dan membuat sulit untuk hamil.

7. Penggunaan pelumas

Wanita menghasilkan pelumas alami berupa cairan serviks yang memberikan sistem transportasi yang hebat untuk sperma. Pelumas tidak dirancang untuk mengangkut sperma, sehingga bisa menghambat sperma dan memperlambatnya, yang mencegahnya mencapai telur wanita.

Baca Juga: Memakai Pelumas Saat Bercinta Berpengaruh ke Kesuburan?

8. Terlalu Banyak Stres

stres, pasangan stres, kesalahan dalam program hamil

Tingkat stres, kegelisahan, dan depresi yang tinggi dapat berdampak negatif terhadap konsepsi. Ini menyebabkan ketidakseimbangan hormon untuk mengganggu siklus ovulasi, yang berarti wanita yang mengalami stres jarang berovulasi.

9. Mengasumsikan wanita yang bermasalah

Menurut Dr. Machelle Seibel, M.D., profesor kebidanan dan ginekologi di University of Massachusetts Medical School, banyak pasangan memusatkan penyelidikan kesuburan pada wanita. Namun, sebenarnya, 40% masalah kesuburan mungkin sebenarnya disebabkan oleh pria.  

10. Gaya hidup tidak sehat

Gaya hidup yang tidak sehat dalam program hamil dapat memberikan dampak berbahaya bagi calon bayi. Namun, banyak pasangan tidak mengetahui konsekuensi negatif kebiasaan tidak sehat terhadap kesuburan.

Apakah Moms pernah melakukan kesalahan tersebut?

(ROS)

Sumber: vkool.com, justmommies.com, parents.com

Foto : Shutterstock

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.