Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Penting! Ini 15 Fakta Ovulasi yang Harus Kita Ketahui

Bagikan


Banyak beredar mitos dan fakta mengenai ovulasi yang kerap membingungkan para perempuan. Tapi, satu hal yang umum diketahui adalah ovulasi merupakan masa yang tepat untuk hamil. Masa ovulasi adalah waktu ketika sel telur matang dilepaskan dan siap dibuahi.

Selebihnya, banyak sekali mitos dan fakta ovulasi yang beredar di masyarakat. Sebelum Moms dibingungkan dengan mitos-mitos soal ovulasi, sebaiknya Moms pahami dulu fakta ovulasi. Apa saja fakta ovulasi?

1. Rata-rata siklus menstruasi perempuan adalah 28 hari, tapi siklus normalnya antara 22 sampai 36 hari. Ovulasi normalnya terjadi dua minggu sebelum siklus menstruasi. Jadi, jika siklus menstruasi Moms 28 hari, ovulasi bisa terjadi sekitar hari ke-14.

2. Pada masa ovulasi, sel telur akan hidup selama 24 jam setelah meninggalkan ovarium. Jadi, ketika Moms melakukan seks di hari ovulasi, kemungkinan untuk dibuahi dan hamil sangat besar.

3. Banyak penelitian menemukan bahwa sperma bisa hidup hingga lima hari. Makanya, ide bagus untuk melakukan seks rutin beberapa hari sebelum ovulasi jika Moms sedang merencanakan kehamilan.

Dari 400 sperma yang bisa melewati vagina, masuk ke rahim, dan naik ke tuba falopi di mana sel telur berada, hanya satu sperma yang bisa menembus lapisan luar telur.

4. Ovulasi bisa memberikan dampak berbeda pada setiap orang, termasuk stres dan rasa nyeri. Jadi, jika Moms sedang merencanakan kehamilan, akan sangat baik untuk menghindari stres lain.

Baca Juga: Tak Mau Buang Waktu, Makin Banyak Pasangan Muda Ikut Program Bayi Tabung

5. Jenis kelamin bayi akan ditentukan oleh momen sperma bertemu dengan sel telur. Jika sperma membawa kromosom Y, Moms akan mengandung anak laki-laki. Jika sperma membawa kromosom X, Moms akan mengandung anak perempuan.

6. Setiap perempuan terlahir dengan jutaan sel telur yang tidak matang. Sebanyak setengahnya diserap oleh ovarium sebelum mencapai usia dewasa muda. Setengah lainnya menunggu siklus ovulasi dimulai. Hanya 300-500 sel telur yang akan matang seumur hidup.

7. Moms bisa menstruasi meskipun tidak mengalami ovulasi. Sebaliknya, Moms juga bisa mengalami ovulasi meskipun tidak menstruasi.

8. Beberapa perempuan mengalami pendarahan saat sel telur yang telah dibuahi menempel di dinding rahim. Kondisi ini kadang disalahartikan sebagai menstruasi.

Meskipun banyak perempuan tidak mengalami tanda fisik saat mengalami ovulasi, satu dari lima perempuan mengalami nyeri di perut bagian bawah.

Baca Juga: Ingin Sukses Program Hamil, Pasangan Harus Lakukan 4 Hal Ini

9. Jika tidak dibuahi oleh sperma selama masa ovulasi, sel telur akan hancur dan diserap dinding rahim atau luruh bersama menstruasi.

10. Ovulasi terjadi karena dua hormon berbeda, yakni luteinizing hormone (LH) dan follicle stimulating hormone (FSH). Kedua hormon ini memicu produksi kantong-kantong di ovarium.

11. Setiap bulannya, satu kantong akan membesar dan memproduksi telur. Biasanya hanya satu telur yang dilepaskan untuk setiap siklus. Kantong ini juga yang akan memulai memproduksi estrogen. Estrogen akan memberi tanda kepada tubuh untuk menebalkan dinding rahim untuk persiapan penempelan telur.

12. Langsung setelah sel telur dikeluarkan, kantongnya akan memproduksi progesteron yang akan mencegah pelepasan sel telur lain pada siklus ini.

Sifat progesteron yang mencegah pelepasan telur ini kemudian diaplikasikan pada pil KB untuk mencegah kehamilan dengan mencegah pelepasan telur dari ovarium.

Baca Juga: Pentingnya Premarital Check Up, Persiapan Kehamilan 2 Bulan Sebelum Menikah

13. Saat dilepaskan di masa ovulasi, ukuran sel telur lebih kecil dari kepala jarum pentul.

14. Ciri fisik lain dari masa ovulasi adalah adanya lendir elastis yang keluar dari vagina. Lendir ini merupakan tanda Moms sedang dalam masa subur.

Selain itu, Moms juga bisa mengecek suhu tubuh basal. Sebelum ovulasi, suhu tubuh basal berada di angka 36,1-36,4 derajat Celsius. Saat ovulasi, suhunya meningkat jadi 36,4-37 derajat Celsius.

Penelitian telah membuktikan bahwa indera penciuman menjadi lebih sensitif saat ovulasi. Moms juga terlihat lebih menarik di mata pasangan saat ovulasi.

15. Hormon hCG akan diproduksi tubuh saat telur yang telah dibuahi menempel di dinding rahim. Butuh waktu beberapa hari sampai sel telur yang telah dibuahi menempel pada dinding rahim.

Jadi, jika Moms berencana melakukan cek kehamilan dengan test pack, lakukan mendekati periode menstruasi untuk hasil yang lebih pasti.

Itulah fakta-fakta yang harus Moms ketahui tentang ovulasi. Semoga bisa membantu program hamilnya ya Moms. Selamat mencoba!

(AND)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.