Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Pasca Melahirkan | Mar 14, 2018

3 Hal Wajib Dilakukan Ibu Hamil Agar ASI Lancar Setelah Si Kecil Lahir

Bagikan


Agar dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal, bayi membutuhkan asupan zat gizi yang paripurna. Nah, untuk bayi baru lahir, makanan utama dan pertama yang perlu diberikan adalah ASI (Air Susu Ibu).

Masalahnya, tak sedikit ibu yang mengeluh produksi ASI-nya kurang dan beragam kendala seputar menyusui lainnya.

Nah, agar tak mengalami masalah menyusui, sebetulnya Moms perlu mempersiapkan jauh-jauh hari agar produksi ASI lancar. Persiapan ini bahkan perlu dilakukan sejak Moms masih hamil. Apa sajakah itu?

1. Pijat Payudara

Untuk memperlancar ASI dan membantu membuka saluran kelenjar susu di payudara, Moms perlu melakukan pijatan pada payudara. Langkah ini dilakukan sebelum dan setelah persalinan.

Pijat payudara yang dilakukan secara rutin setiap hari dapat meningkatkan produksi ASI karena dapat meningkatkan kadar prolaktin. Prolaktin adalah hormon yang berperan memicu produksi ASI. Nah, dengan meningkatnya kadar prolaktin maka produksi ASI pun akan meningkat pula.

Perawatan atau pijat payudara ini sebaiknya sudah dilakukan beberapa hari menjelang persalinan, atau sekitar usia kehamilan 32 minggu. Kemudian, terus dilakukan hingga setelah melahirkan.

Nah, agar produksi ASI melimpah dan tidak terjadi pembengkakan, pijatlah payudara minimal 2 kali dalam sehari. Sebaiknya pijat payudara dilakukan sebelum Moms mandi.

Bagaimana caranya? Dr. Utami Roesli, SpA, MBA, IBCLC, FABM, menjelaskan langkah-langkah pemijatan payudara sebagai berikut:

1. Pijatan dimulai dari pangkal payudara.

2. Tekan dinding dada dengan dua jari (telunjuk dan jari tengah) atau tiga jari (ditambah jari manis).

3. Lakukan gerakan melingkar pada satu area di payudara selama beberapa detik, lalu pindahkan jari ke daerah berikut:

4. Pijatan dilakukan dengan arah memutar (spiral), yaitu mengelilingi payudara atau radial menuju puting susu.

5. Kepalkan tangan, lalu tekan ruas ibu jari ke dinding dada.

6. Pindahkan tekanan berturut-turut ruas telunjuk, jari tengah, jari manis, dan kelingking ke arah puting.

7. Ulangi gerakan tersebut pada area berikutnya.

8. Untuk bagian bawah payudara, tekanan dimulai dengan tekanan ruas jari kelingking.

Perlu kita tahu Moms, produksi ASI sangat dipengaruhi kondisi psikis. Jadi, bila hati Moms tenang, senang dan bahagia, produksi ASI akan melimpah.

Saat menyusui, isapan Si Kecil dapat merangsang produksi hormon prolaktin. Nah, jumlah prolaktin yang diproduksi tergantung dari frekuensi dan intensitas isapan bayi.

Artinya, ASI pada dasarnya bersifat supply dan demand, bahwa jumlah ASI yang keluar akan bergantung dengan seberapa sering ASI dikeluarkan dan seberapa banyak setiap keluarnya. Jadi semakin sering Moms menyusui maka akan semakin banyak pula ASI yang keluar.

Baca Juga : 7 Makanan Pelancar ASI Bagi Ibu Menyusui

2. Pijat Oksitosin

Selain pijat payudara, langkah yang bisa dilakukan adalah pijat oksitosin. Apa itu?

Pijat oksitosin atau pijat punggung adalah pijatan yang dilakukan di area sepanjang tulang belakang. Pijatan ini dapat memicu hormon prolaktin dan oksitosin sehingga dapat memperlancar pengeluaran ASI.

Hormon oksitosin berperan merangsang payudara sehingga berkontraksi. Dengan begitu, ASI akan dilepaskan dengan lancar. Selain itu, pijatan ini juga dapat mengurangi pengeluaran hormon kortisol (hormon yang muncul ketika stres), sehingga pengeluaran hormon prolaktin dan oksitosin tidak terganggu.

Beberapa penelitian juga membuktikan manfaat pijat punggung terhadap kelancaran produksi ASI. Penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Medical Research and Review tahun 2013 membuktikan, pijat punggung efektif dalam meningkatkan produksi ASI.

Pijat punggung juga ternyata dapat meningkatkan let-down reflex. Ini tentu membantu pengeluaran ASI sampai ke bayi. Pijat punggung secara rutin juga dapat memengaruhi sistem saraf perifer, meningkatkan rangsangan dan komunikasi antar saraf, mengurangi nyeri, dan memperbaiki aliran darah ke jaringan dan organ tubuh.

Bagaimana caranya? Pijat oksitosin sangat mudah dilakukan. Moms bisa menggunakan minyak zaitun atau minyak lainnya agar pijatan mudah dilakukan.

Tentunya, Moms membutuhkan bantuan orang lain untuk melakukan pijatan ini, misalnya suami. Caranya, yaitu:

• Posisi Moms duduk bersandar ke depan. Boleh sambil memeluk bantal agar terasa nyaman. Posisikan meja di depan Moms untuk bersandar.

• Pijat kedua sisi tulang belakang dengan kepalan tangan dan ibu jari menunjuk ke arah depan. Pijat dengan kuat dengan gerakan melingkar.

• Terakhir, pijat sisi tulang belakang ke arah bawah hingga sebatas dada, dari leher sampai ke tulang belikat.

• Lakukan pijatan ini selama 2-3 menit.

3. Pentingnya Asupan Gizi

Selain pijat payudara dan pijat oksitosin , gizi yang tepat merupakan hal yang sangat penting pada fase menyusui. Tentu hal ini bukan hanya untuk kebutuhan Moms, tetapi juga untuk bayi yang bergantung penuh pada air ASI, terutama pada 6 bulan pertama usianya.

Sebenarnya Moms dapat mengonsumsi makanan apa saja. Yang penting, konsumsilah makanan yang bergizi lengkap yang mengandung karbohidrat, protein, sayur dan lemak. Misalnya, mengonsumsi ikan, ayam, sayur bayam, sayur katuk, wortel, dan buah-buahan lainnya.

(HIL)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.