Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Keamanan Anak | Aug 28, 2018

4 Ciri Predator Seksual Anak yang Wajib Diketahui Si Kecil dan Orang Tua

Bagikan


4 Ciri Predator Seksual Anak yang Wajib Diketahui Si Kecil dan Orang Tua

Dalam kegiatan sehari-hari anak, tugas orang tua tak hanya memastikan agar buah hati selalu dalam kondisi aman dan sehat. Tapi, juga memastikan mereka terhindar dari bahaya kriminalitas.

Aksi kejahatan yang menyasar anak pun ada beragam jenis dan modus. Salah satunya terkait kejahatan seksual yang menyasar korban anak-anak. Para pelakunya sering disebut predator seksual anak atau predator anak.

Mereka bisa saja ada di lingkungan terdekat anak-anak, atau di luar jangkauan orang tua. Itu sebabnya anak perlu dibekali pemahaman mengenali bahaya, terutama pada orang asing yang tak pernah mereka temui.

Baca Juga : Rekaman CCTV Ungkap Penculikan Anak di Mal Ambassador, Ajari Anak 7 Cara Ini Agar Terhindar Dari Penculikan

Mendidik anak untuk menghindari orang yang tidak dikenal memang gampang-gampang susah. Mereka belum mengerti apa itu predator anak dan bagaimana ciri-cirinya. Nah, pada poin tersebut orang tua sering salah memberi gambaran tentang stereotip predator anak.

Biasanya, stereotip predator anak yang beredar di masyarakat adalah wajah yang seram, memakai pakaian serba hitam, dan galak. Padahal, predator anak tidak selalu demikian, Moms.

Dikutip dari situs Parenting, ada beberapa sterotip predator anak yang salah seperti berikut :

Stereotip 1: Orang asing berbahaya

Memang orang asing menjadi kandidat paling mudah dicurigai sebagai predator anak. Padahal, tidak selalu seperti itu. Sudah sering mendengar atau melihat berita di televisi, predator anak adalah orang terdekat? Kasus itu banyak terjadi di berbagai daerah.

Di sini peran Mama. Anak juga harus diajarkan untuk berhati-hati dengan orang terdekat. Bukan berarti menjadi paranoid, tapi waspada.

Stereotip 2: Pelaku dan korban tidak saling kenal

Ini hal yang sangat salah. Semua orang bisa menjadi korban dan pelakunya bisa siapa saja. Tidak terbatas pada orang lain. Tetapi juga lingkungan terdekat. Misalnya kakek, ayah, atau paman.

Baca Juga : 5 Cara Lindungi Anak dari Bahaya Merokok, Miras, dan Narkoba

Stereotip 3: Predator Anak pasti berpenampilan seram

Jangan memberi gambaran seperti itu. Predator anak tidak terbatas pada penampilan seram, berantakan, atau kotor. Orang dengan penampilan rapi, berkarisma, dan murah senyum juga perlu diperhatikan. Ingat, jangan terbatas pada penampilan saja, Mom.

Stereotip 4: Pelaku tidak mungkin perempuan

Sering digambarkan kalau perempuan adalah sosok yang lemah dan menjadi korban. Padahal dia juga bisa sebagai pelaku yang menyerang anak laki-laki juga perempuan.

(ICA)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.