Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perilaku Balita | Mar 24, 2018

4 Langkah Menyapih Anak Agar Tidak Rewel

Bagikan


 

 

Moms memutuskan menyapih anak, namun masih bingung cara memulainya? Menyapih anak sebenarnya bukan langkah yang sulit, asalkan dilakukan pada waktu yang tepat agar anak tidak rewel. Dengan melihat kebutuhan dan mengatur pola makan si kecil, Moms bisa kok mulai menyapih anak, tanpa harus memaksakan hal itu pada buah hati.

Salah satu faktor yang harus diperhatikan sebelum memutuskan menyapih anak adalah waktu yang tepat. The American Academy of Pediatrics merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama setidaknya enam bulan pertama setelah kelahiran dan penambahan kombinasi makanan padat sampai anak berusia 1 tahun.

Menyusui buah hati dalam jangka waktu yang lebih dari satu tahun tentunya boleh-boleh saja dilakukan, tergantung kebutuhan masing-masing anak. Seiring dengan hal tersebut, waktu yang tepat untuk menyapih anak juga tergantung dari kebutuhan anak dan Moms sendiri.

Badan kesehatan WHO sendiri merekomendasikan pemberian ASI sampai usia 2 tahun.

“Sampai usia 2 tahun lebih masih normal. Biasanya sih, sampai anak bisa menyapih dirinya sendiri. Orangtua berperan dalam memperhatikan perkembangan kognitif, fisik, bicara, sosial, dan emosionalnya. Makanya penting sekali untuk mempersiapkan menyapih anak menjelang usia 2 tahun,” kata dr. Wiyarni Pambudi, SpA, seperti dilansir dalam detik.com.

Nah, bagi Moms yang sudah memantapkan hati untuk menyapih anak, ada beberapa langkah yang direkomendasikan oleh Weaning: Tips for Breast-feeding Mothers berikut ini :

1. Memulai Menyapih

Awal menyapih anak dapat dilakukan dengan memperkecil frekuensi pemberian ASI eksklusif daripada sebelumnya. Aturlah secara cermat agar si kecil secara perlahan dapat mengurangi ketergantungannya mengisap susu setiap hari.

Untuk anak yang cenderung sulit disapih, Moms bisa memberikan kesempatan yang lebih lama untuk menyusuinya dalam waktu tertentu, kemudian menyusuinya kembali dalam jeda waktu yang lebih lama dari biasanya.

2. Alihkan Perhatian Si Kecil
Saat memulai program menyapih anak, jauhkanlah segala aktivitas bayi dari tempat yang biasa digunakan untuk menyusuinya setiap hari. Alihkanlah perhatiannya dengan jenis makanan dan minuman baru yang bernutrisi dan menarik untuknya.

3. Penuhi Kebutuhan Nutrisi Dengan Susu Formula

Secara perlahan, gantilah ASI eksklusif dengan susu formula yang kaya zat besi serta nutrisi penting lainnya untuk pertumbuhan buah hati. Moms bisa mulai memperkenalkan susu formula sarat manfaat tersebut dalam botol susu yang memiliki dot berbentuk seperti puting payudara mama.

4. Jangan Terburu-buru

Keberhasilan si kecil untuk lepas dari ASI tergantung pendekatan yang Moms lakukan. Keberhasilan tersebut dapat diperoleh dalam hitungan hari, minggu, hingga berbulan-bulan. Hal yang terpenting adalah jangan terburu-buru dan lakukan pendekatan secara intensif.

Pada dasarnya, masing-masing anak memiliki saat yang tepat untuk lepas dari pemberian ASI eksklusif. Lengkapilah langkah-langkah dan pendekatan untuk menyapih dengan memberikan si kecil pengertian bahwa ia sudah tumbuh besar. Selain itu, gantilah sumber nutrisi untuk memenuhi kebutuhannya dengan asupan makanan sehat yang lain.

 

<ARK>

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.