Di atas 5 tahun

6 Juni 2020

4 Penyebab Nyeri Sendi Pada Anak Dan Cara Mengatasinya

Ketahui cara mengobati nyeri sendi pada anak sesuai dengan penyebabnya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Wina Andria
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Pada sebagian besar kasus, penyebab nyeri sendi pada anak adalah gerakan tubuh aktif atau cedera akibat olahraga. Namun, rupanya ada pula berbagai kondisi serius yang membuat sendi di tubuh anak terasa nyeri dan susah digerakkan.

Cara Mengatasi Nyeri Sendi pada Anak

Yuk Moms, simak penjelasan berikut untuk tahu cara mengatasi nyeri sendi pada anak sesuai dengan penyebab dan gejalanya.

1. Growing Pain

4 Penyebab Nyeri Sendi Pada Anak Dan Cara Mengatasinya 1.jpg

Foto: Momjunction.com

Menurut definisi Ikatan Dokter Anak Indonesia, growing pain adalah rasa nyeri, keram, kadang berdenyut, yang dirasakan di tungkai bawah kaki di malam hari. Kondisi ini paling sering dialami oleh anak usia pra-sekolah (3-4 tahun) dan pra-remaja (8-12 tahun).

Walau secara harfiah dapat diartikan sebagai rasa sakit karena efek pertumbuhan, growing pain sebenarnya disebabkan oleh gerakan aktif anak di siang hari atau faktor lain seperti kelelahan, sindrom kaki gelisah atau restless leg syndrome, atau defisiensi vitamin D.

Untuk meredakan rasa nyeri akibat growing pain, Moms bisa memijat kaki Si Kecil dengan lembut, menggunakan kompres hangat, atau mengajaknya melakukan gerakan peregangan.

Baca Juga: 3 Penyebab Nyeri Sendi pada Balita

2. Overuse Injury

4 Penyebab Nyeri Sendi Pada Anak Dan Cara Mengatasinya 2.jpg

Foto: Smartparents.sg

Penyebab nyeri sendi pada anak lainnya yang cukup sering ditemui adalah overuse injury atau cedera akibat tekanan berulang kali karena pemakaian berlebih. Selain karena intensitas aktivitas fisik anak yang semakin meningkat, juga bisa terjadi akibat olahraga.

Menurut University of Rochester Medical Center, nyeri sendi yang termasuk kategori overuse injury sendiri bisa dibagi menjadi beberapa tipe, di antaranya:

  • Osteochondritis dissecans: Kondisi dimana bagian kecil dari sendi lutut, siku, atau mata kaki terpisah dari permukaan sendi. Diduga disebabkan oleh faktor keturunan atau gangguan metabolik.
  • Penyakit Sinding-Larsen-Johansson: Iritasi tempurung lutut akibat tarikan berulang tendon patellar di lutut.
  • Little League Shoulder: Kerusakan dan peradangan pada plat pertumbuhan di persendian siku atau bahu, biasanya disebabkan oleh gerakan melempar berulang atau retak tulang.

Cara mengatasi nyeri sendi pada anak karena overuse injury yang bisa dilakukan adalah banyak istirahat, memberikan kompres, melakukan kompresi, dan mengangkat area yang terasa nyeri. Segera bawa Si Kecil ke dokter bila sakit sangat parah atau tampak terjadi perubahan bentuk tulang.

Baca Juga: Infeksi Persendian Pada Bayi, Kenali Gejalanya!

3. Juvenile Idiopathic Arthritis (JIA)

4 Penyebab Nyeri Sendi Pada Anak Dan Cara Mengatasinya 3.jpg

Foto: Allergicliving.com

Juvenile arthritis adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan semua kondisi persendian pada anak dan remaja, sedangkan idiopathic berarti tidak diketahui secara pasti penyebabnya.

Yang telah diketahui, JIA adalah kondisi autoimun dimana sel darah putih yang seharusnya melindungi tubuh dari kuman dan virus malah berbalik menyerang sel dan jaringan halus tubuh. Anak dengan kondisi JIA umumnya menunjukkan gejala seperti:

  • Rasa nyeri dan kaku pada persendian, dan seringkali bertambah parah saat bangun tidur atau bertahan pada satu posisi dalam jangka waktu lama.
  • Persendian membengkak, terlihat merah, serta terasa hangat dan nyeri saat disentuh.
  • Penglihatan kabur atau mata kering.

Sampai saat ini diketahui ada enam tipe JIA yang masing-masing memiliki gejala unik dan terjadi di area tubuh yang berbeda. Meski belum bisa disembuhkan, perawatan tepat sejak dini bisa membantu mengendalikan gejala dan keparahan JIA.

Baca Juga: Penyebab Masalah Tulang pada Anak dan Cara Mengatasinya

4. Penyakit Lyme

4 Penyebab Nyeri Sendi Pada Anak Dan Cara Mengatasinya 4.jpg

Foto: Verywellhealth.com

Penyakit lyme adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Borrelia burgdorferi, yang biasanya masuk ke dalam tubuh melalui gigitan kutu.

Salah satu gejala khas penyakit lyme adalah ruam bulat dengan warna kemerahan di pinggir dan putih di tengahnya, yang biasanya muncul beberapa hari setelah infeksi.

Gejala lain seperti nyeri sendi, sakit kepala, leher kaku, demam dan meriang, serta pembengkakan kelenjar baru akan muncul beberapa hari atau beberapa minggu setelah digigit serangga.

Supaya tidak bertambah parah dan muncul gejala yang lebih serius, dokter biasanya akan segera memberikan antibiotik setelah anak didiagnosa positif terkena penyakit lyme.

Baca Juga: Mengenal Penyakit Lyme Akibat Gigitan Kutu

Penyakit menular seperti campak, influenza, dan hepatitis juga bisa jadi penyebab nyeri sendi pada anak dan perlu diatasi dengan obat dan prosedur yang sesuai.

Apa Moms pernah mencoba cara mengatasi nyeri sendi pada anak lainnya?

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait