Tren

28 November 2017

4 Sociopreneur Indonesia yang Menginspirasi

Pelopor bisnis yang berbasis aksi sosial ini wajib dicontoh
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Carla Octama
Disunting oleh Carla Octama


Di era serba digital saat ini, isu-isu lingkungan sudah sangat mudah didapatkan. Mungkin ini yang menggerakan sebagian orang untuk bergerak dan melakukan sesuatu yang berdampak positif dibarengi dengan berbisnis atau sering disebut dengan profesi sociopreneur.

Datang dari latar belakang yang berbeda-beda, mereka punya satu tujuan yang sama yaitu bermanfaat bagi sesama. Sudah banyak penggerak sociopreneur Indonesia yang sukses dan pastinya sangat menginspirasi. Berikut diantaranya.

1. Muhammad Abdul Karim

abdul karim
youthmanual.com

Pemuda asal Tasikmalaya ini saat kuliah pun sudah memikirkan bagaimana caranya untuk menjadi pengusaha. Usaha bisnisnya dimulai dari berjualan donat dan nasi kuning, tapi tak setiap hari barang dagangannya selalu laris. Ia selalu memberikan sisa donat tersebut ke panti asuhan. Dari situlah ia merasakan ada kepuasan tersendiri berjualan sekaligus berbagi dengan yang membutuhkan.

Karim kini aktif sebagai Direktur Eksekutif Sahabat Pulau yaitu komunitas yang dibentuknya yang bergerak di bidang volunteering dan community development. Aktivitas Sahabat Pulau ini sudah tersebar di 28 titik di Indonesia. Misinya adalah menyelesaikan problem pendidikan pemuda dan anak-anak Indonesia juga pemberdayaan wanita pesisir. Keren ya, Moms!

2. Mesty Ariotedjo

mesty ariotedjo
mestyariotedjo.com

Wanita kelahiran Jakarta 25 April 1989 ini tidak hanya cantik dan bertalenta memainkan harpa. Lulusan fakultas kedokteran Universitas Indonesia ini juga memiliki minat yang besar tentang isu-isu kesehatan khususnya di daerah pelosok Indonesia yang kurang mendapat perhatian khusus dari pemerintah.

Kepeduliannya direalisasikan bersama beberapa teman untuk membuat Wecare.id yaitu situs penggalangan dana bagi pasien tidak mampu di daerah terpencil yang membutuhkan akses kesehatan mulai dari pemeriksaan, perawatan, uang transfer apabila harus merujuk pasien, sampai dengan biaya kontrol. Donatur yang sudah menyumbang pun cukup banyak sudah lebih dari 3000 orang dan sudah banyak pasien yang tertolong berkat aksi sosialnya ini.

Baca Juga : 5 Tanda Moms Lebih Cocok Menjadi Wirausahawan Daripada Pegawai

3. Tarjono Slamet

tarjono slamet
kembaliberjalan.blogspot.com

Pada tahun 1990, Tarjono harus menerima kenyataan kaki kirinya harus diamputasi dan 10 jari tangannya tidak dapat digerakan karena mengalami kerusakan syaraf. Butuh waktu yang cukup lama untuk mengembalikan kepercayaan diri untuk bangkit kembali menata hidup. Tapi tidak hanya itu, ia pun berpikir bagaimana caranya untuk merangkul teman-teman yang menderita disabilitas juga bisa mandiri.

Di dukung oleh Pusat Rehabilitasi Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum (Yakkum) di Yogyakarta, ia belajar membuat kerajinan tangan membuat mainan dari kayu. Banyak negara yang sudah dijelajahinya seperti Australia, Selandia Baru, Belanda untuk belajar membuat kerajinan kayu. Ini juga menjadi membuka jalan Tarjono untuk memasarkan produknya. Ia mendirikan Yayasan Penyandang Cacat Mandiri. Saat ini ia sudah memiliki 55 orang karyawan yang semuanya penyandang disabilitas.

“Di Yogyakarta ini masih banyak penyandang cacat yang belum terakomodasi, apalagi setelah gempa 27 Mei. Saya ingin berbagi dengan mereka karena saya ingin kami para penyandang cacat ini sejajar dengan orang-orang normal lainnya,” kata Tarjono mantap.

4. Masril Koto

masril koto
swa.co.id

Hidup sebagai petani membuat ia paham betul apa permasalahan petani di Indonesia, yaitu permodalan. Meski ia tak lulus SD, dengan usaha dan dukungan para petani seperjuangannya. Ia berhasil mendirikan Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis ( LKMA ) Prima Tani di wilayahnya Nagari Koto Tinggi Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada 2007.

Misinya yaitu menyejahterakan para petani. Produk tabungan yang dibuatnya pun bermacam-macam seperti tabungan persiapan persalinan, tabungan untuk membayar pajak motor, juga tabungan biaya pendidikan anak. Masril ingin sekali para petani tidak terus menerus dieksploitasi, dengan penghasilan yang tak seberapa.

Saat ini, ia sedang mempersiapkan ingin membentuk Lumbung Pangan Rakyat. Berharap ini dapat menggantikan peran bulog yang menurutnya saat ini belum difungsikan secara maksimal.

Apa Moms tertarik menjadi sociopreneur?

(LMF)

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait