Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perilaku Anak | Feb 6, 2018

5 Cara Mencegah Pengaruh Buruk Video Game Pada Anak

Bagikan


Meski video game dinilai banyak memberikan dampak negatif untuk perkembangan karakter anak, permainan berteknologi canggih ini tetap menjadi idola anak-anak di seluruh dunia. Untuk Moms yang merasa khawatir mengenai hal ini, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk meminimalkan dampak negatif video game pada si Kecil.

Pengaruh negatif yang ditimbulkan oleh permainan yang bisa diakses lewat gadget ini memang disebabkan oleh tampilan hingga konsep yang banyak mengandung kekerasan.

Berikut adalah beberapa karakter anak negatif yang bisa ditimbulkan oleh kebiasaan bermain video game berdasarkan artikel The Positive and Negative Effects of Video Games:

  • Sifat agresif terhadap situasi sosial yang terjadi di sekelililingnya karena pengaruh tampilan kekerasan pada game.
  • Suka berkata kasar karena pengaruh dari pemain game online lain yang mengucapkan kata-kata kasar untuk mengungkapkan kejengkelan, kemarahan, hingga kemenangan.
  • Lebih suka menyendiri menikmati game daripada bermain dengan teman-teman seusianya.
  • Mengganggap kekerasan adalah hal biasa dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :3 Genre Film Dewasa yang Berdampak Buruk Jika Ditonton Anak-anak

Cara Mencegah Pengaruh Buruk Video Game Pada Anak

Untuk meminimalkan atau mencegah pengaruh buruk video game pada perkembangan karakter anak, Moms bisa menerapkan langkah berikut sesuai dengan rekomendasi dari Dr. Phil, yaitu:

1. Perhatikan rating produk video game

Setiap produk video game memiliki ketentuan usia target pemain yang dirangkum dalam rating. Moms bisa memperoleh informasi mengenai hal ini dari internet atau keterangan produk.

Saat ini, rating diatur oleh Entertainment Software Rating Board dengan memberikan simbol-simbol tertentu sesuai dengan batasan usia, yaitu EC (Early Childhood) untuk usia di atas tiga tahun, E (Everyone) untuk usia di atas 6 tahun, dan seterusnya.

2. Perhatikan isi game

Melihat rating saja tidak cukup, Moms harus lebih teliti melihat konsep dan desain game yang dimainkan si Kecil. Pastikan tidak ada unsur kekerasan dan pornografi yang dapat memberikan pengaruh tidak baik untuk karakter anak.

3. Pahami keadaan buah hati

Setiap anak memberikan tanggapan yang berbeda untuk video game yang mereka mainkan. Jika si Kecil menunjukkan pengaruh negatif melalui sikap, perubahan prestasi, hingga mentalnya, sebaiknya jauhkan buah hati dari kebiasan memainkan game tersebut.

4. Dampingi si Kecil saat bermain

Dampingi si Kecil dengan mengajaknya bermain bersama. Selain mendekatkan hubungan, hal ini juga membuat Moms bisa dengan mudah mengantisipasi dampak negatif pada perkembangan karakter anak. Jangan membiasakan si Kecil bermain game online di warnet tanpa pengawasan Moms, ya.

5. Tetapkan batas

Ajarkanlah buah hati untuk disiplin mengatur waktu, termasuk saat bermain game. Berikan batasan waktu untuk menikmati video game dengan memerhatikan kegiatan lain, seperti belajar, bermain dengan teman, berolahraga, dan berjalan-jalan secara seimbang.

Selain langkah-langkah tersebut, cara paling efektif untuk meminimalkan pengaruh negatif video game pada karakter anak adalah dengan membiasakan buah hati untuk menikmati jenis hiburan lain yang sangat bermanfaat, misalnya membaca dan bermain musik.

Selain dapat “mengobati” kebiasaan bermain game, kegiatan lain yang bermanfaat dapat membentuk karakter anak menjadi lebih baik.

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.