Kesehatan

KESEHATAN
6 Januari 2021

Jangan Panik! Ini Gejala dan Obat BAB Berdarah

Pengobatan pertama adalah dengan menghentikan perdarahan yang terjadi pada dubur/anus
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

BAB berdarah atau bahasa medisnya adalah hematochezia, adalah suatu kondisi yang mengacu pada keluarnya darah merah dari anus, sering dicampur dengan feses dan gumpalan darah.

Jay W. Marks, MD, ahli penyakit dalam dan ahli gastroenterologi mengatakan, "BAB berdarah ini mungkin berasal dari rektum, tetapi juga mungkin berasal dari bagian lain dari saluran pencernaan," ujarnya.

Keparahan pendarahan pada rektum sangat bervariasi. Sebagian besar perdarahan dubur yang ringan dapat berhenti sendiri. Umumnya, pendarahan dubur ringan dapat dievaluasi dan dirawat oleh dokter tanpa harus dirawat di rumah sakit.

Namun, dikutip dari jurnal American Gastroenterology Association, pendarahan sedang atau berat akan berulang kali mengeluarkan lebih banyak darah merah cerah yang sering dicampur dengan feses atau gumpalan darah.

"Pasien dengan perdarahan hebat akan buang air besar dengan banyak darah selama beberapa kali. Ini menguras darah pada tubuh pasien, menyebabkan kelemahan, pusing, hampir pingsan, tekanan darah rendah atau hipotensi ortostatik (penurunan tekanan darah ketika mengubah posisi duduk atau berbaring ke posisi berdiri)," terang dr. Jay.

Baca Juga: Susah Buang Air Besar Bukan Hanya Karena Kurang Serat Lho, Kenali Penyebab Lainnya

BAB Berdarah pada Anak

National Center for Biotechnology Information mengungkapkan, anak-anak yang mengalami BAB berdarah memerlukan perhatian khusus. Perdarahan luar biasa jarang terjadi pada anak-anak.

BAB berdarah pada anak, perdarahan biasanya mereda secara spontan.

Berbagai macam penyebab BAB berdarah seiring bertambahnya usia anak. Penyebab BAB berdarah yang relatif unik untuk anak-anak adalah intususepsi, divertikulum meckel, dan polip remaja. Riwayat penyakit radang usus kronis juga kadang dijumpai.

Gejala BAB Berdarah

gejala bab berdarah.jpg

Foto: Orami Photo Stock

BAB berdarah biasanya darah berwarna merah cerah. Ini biasanya disebabkan oleh pendarahan di usus besar yang cukup dekat dengan anus.

Darah hanya mengalir dalam jangka pendek, jadi masih segar saat keluar dari anus. Mungkin darah akan bercampur bersamaan dengan kotoran ataupun terpisah.

Selain itu, BAB berdarah mungkin menyertai gejala seperti:

  • Diare
  • Perubahan kebiasaan buang air besar
  • Sakit perut
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Penurunan berat badan

Baca Juga: Ini Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Dikonsumsi Saat Balita Susah BAB

Jika mengalami hal ini ketika mengalami BAB berdarah, segera konsultasikan ke dokter untuk pemberian obat. Karena, jika tak diatasi dapat menyebabkan komplikasi.

Arti Warna Darah Ketika BAB Berdarah

arti warna bab berdarah.jpeg

Foto: Orami Photo Stock

Cleveland Clinic mengungkapkan, warna darah pada kotoran saat mengalami kondisi ini tentu berbeda-beda. Ternyata ada arti dari setiap warna darah yang bercampur ketika BAB berdarah.

Warna darah yang Moms lihat, bisa menunjukkan penyebab pendarahan itu berasal, antara lain:

  • Darah merah cerah biasanya berarti pendarahan yang terjadi di usus besar atau rektum.
  • Darah merah tua atau merah marun bisa berarti mengalami pendarahan di usus besar atau di usus kecil.
  • Melena (tinja berwarna gelap dan seperti tar) sering menunjukkan adanya pendarahan di perut, seperti pendarahan akibat tukak.

Terkadang, pendarahan rektal tidak terlihat dengan mata telanjang dan hanya dapat dilihat melalui mikroskop. Jenis perdarahan ini biasanya ditemukan selama tes laboratorium dari sampel tinja.

Baca Juga: 9 Penyebab Sperma Encer, Bisa Menyebabkan Infertilitas!

Cara Mengatasi BAB Berdarah

cara mengatasi bab berdarah.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Ketika BAB berdarah, tentu Moms merasa khawatir ada yang salah dengan tubuh kita.

Sebab, hanya tindakan medis yang dapat mengetahui penyebab dari BAB berdarah yang berasal dari dalam tubuh. Dari jurnal Gastroenterology mengatakan, untuk melihat penyebab BAB berdarah adalah dengan melakukan tindakan kolonskopi.

Kolonskopi adalah proses dimasukkan sebuah kamera ke dalam tubuh melalui mulut atau anus untuk melihat penyebab infeksi pada dalam tubuh.

Untuk itu tenang saja Moms. Ada beberapa cara untuk mengatasi BAB berdarah yang bisa Moms ikuti, simak ya.

1. Menghentikan Pendarahan

pengobatan BAB berdarah-1.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Ketika sedang mengalami BAB berdarah, tentu jumlah darah yang keluar dari tubuh bisa banyak. Maka, penting untuk terlebih dahulu mengatasi perdarahan pada anus/dubur sebelum dilakukan langkah pengobatan selanjutnya.

"Pasien perlu segera diobati dengan cairan intravena atau transfusi darah untuk menggantikan darah yang hilang, sehingga tes diagnostik seperti kolonoskopi dan angiogram bisa dilakukan dengan aman untuk menentukan penyebab dan lokasi perdarahan," jelas dr. Jay.

2. Kolonoskopi

Kolonoskopi adalah prosedur yang paling banyak digunakan untuk diagnosis dan pengobatan BAB berdarah. Kebanyakan kolonoskopi dilakukan setelah pemberian obat pencahar oral untuk membersihkan usus dari tinja, darah, dan gumpalan darah.

"Namun, dalam situasi darurat seperti ketika pendarahan hebat dan terus menerus, dokter dapat memilih untuk melakukan kolonoskopi darurat tanpa terlebih dahulu membersihkan usus besar," tambah dr. Jay.

Baca Juga: Waspadai Radang Usus Buntu! Kenali Penyebab dan Gejalanya

3. Mengonsumsi Obat BAB Berdarah

Obat Alami Atasi Sulit Tidur - Melatonin.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Selain menghentikan pendarahan segera ketika BAB berdarah, dokter biasanya akan memberikan perawatan yang melibatkan obat-obatan.

Misalnya, dengan pemberian antibiotik untuk mengobati BAB berdarah yang dapat menekan asam di lambung, atau obat anti-inflamasi untuk mengobati kolitis.

Tentu, pemberian obat BAB berdarah ini sesuai dari keluhan dan diagnosis dokter, dan tidak boleh mengobati sendiri.

4. Pembedahan

Penyebab BAB berdarah tentu bervariasi, mulai dari ringan hingga berat, misalnya polip atau kanker. Untuk kasus yang besat, mengatasi BAB berdarah dapat dengan tindakan pembedahan.

Pembedahan mungkin diperlukan untuk mengangkat polip atau bagian-bagian usus yang rusak oleh kanker, divertikulitis, atau penyakit radang usus.

"Pendarahan dubur ringan akibat wasir biasanya dapat diobati dengan tindakan lokal seperti penggunaan krim wasir, dan pelunak tinja. Jika langkah-langkah ini gagal, bisa dilakukan perawatan non-bedah dan bedah," terang dr. Jay.

Baca Juga: Gigi Bungsu Bikin Sakit, Apa Harus Dioperasi?

5. Makan Tinggi Serat

Aturan dan Cara Tepat Memberikan Sayur untuk Balita 05.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Namun, tergantung pada penyebabnya, perawatan mungkin melibatkan hal-hal sederhana yang dapat dilakukan sendiri.

Misalnya, seperti makan makanan tinggi serat untuk meringankan sembelit yang dapat menyebabkan dan memperparah wasir, dan duduk berendam di pemandian air panas.

Dengan mencoba ini, mungkin Moms akan sedikit meredakan sakit akibat dari BAB berdarah.

Baca Juga: Cegah Si Kecil Susah BAB, Cukupi Kebutuhan Serat Anak

Nah, itulah gejala dan cara mengobati BAB berdarah, Moms. Sekarang, jangan risau lagi apabila Moms atau keluarga mengalaminya, ya.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait