Pernikahan & Seks

20 Maret 2019

5 Fakta Tentang Anal Seks yang Harus Moms Ketahui Sebelum Melakukannya

Bagi sebagian orang, anal seks adalah perilaku seksual yang tabu.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Bukan rahasia lagi jika memang ada orang-orang yang ingin mengeksplorasi bagian tubuh secara seksual selain alat kelaminnya sendiri.

Namun, melakukan penetrasi ke anus adalah hal yang sangat berisiko.

Jika Moms dan Dads memutuskan untuk mengeksplorasi anal seks, sebaiknya ketahui dulu fakta-fakta berikut ini.

1. Anal Seks bisa Sangat Menyakitkan

videoblocks beautiful woman in bed with strong stomach ache menstruation suffering rsxw28vlz thumbnail full13

Foto: videoblocks.com

Anus tidak memiliki lubrikasi sebanyak vagina.

Selain itu, kulit pada anus tidak cukup tebal untuk menahan gesekan.

Faktor lain yang bisa menyebabkan penetrasi lewat anus menyakitkan adalah, anus didesain untuk bisa menampung kotoran dengan otot-otot di sekitarnya.

Saat otot-otot kencang, penetrasi jadi menyakitkan.

Jika anus terlalu sering dipenetrasi, maka akan otot-otot tersebut bisa kendur.

Hal itu berakibat seseorang sulit untuk menahan buang air besar jika tidak cepat-cepat menemukan toilet.

Jika ingin melakukan anal seks, pastikan Moms menggunakan lubrikan berbahan dasar air untuk mengurangi luka gesekan pada anus.

Selain itu, jika terasa sakit, sebaiknya hentikan kegiatan tersebut sebelum terjadi hal yang lebih buruk.

Baca Juga: Penasaran 10 Hal yang Terjadi pada Tubuh Saat Jatuh Cinta? Yuk Tengok!

2. Tetap dapat Menyebabkan Kehamilan

pregnant 2 gty er 171120 16x9 1600

Foto: abcnews.com

Memang terlihat tidak mungkin seseorang bisa hamil karena melakukan anal seks.

Namun, pada faktanya, menurut konselor perkawinan dari Mind Spectrum Institute di Miami Utara Evelyn Fisboin, MS, ada banyak kasus pasangan heteroseksual yang hamil akibat anal seks.

Moms bisa saja hamil jika ada kontak sperma dengan kulit antara anus dan vagina.

Fisboin mengatakan, 8 persen orang yang melakukan anal seks mengalami kehamilan setelahnya.

Baca Juga: Lakukan 5 Hal Tak Terduga Saat Seks agar Semakin Romantis

3. Meningkatkan Risiko Terkena HPV, HIV/AIDS, dan Penyakit Kelamin Lainnya

blood sample in test tube

Foto: medicalnewstoday.com

Jennifer Robinson, MD, dokter penyakit dalam dari Amerika Serikat, berkata bahwa risiko penularan penyakit HIV/AIDS dan penyakit kelamin sangat tinggi dalam anal seks.

Pasalnya, luka akibat gesekan lebih tinggi terjadi ketimbang vaginal dan oral seks.

Penyakit lain seperti HPV juga bisa menular dan memburuk menjadi kanker.

Maka, Fisboin menyarankan untuk memakai kondom demi mencegah penularan penyakit tersebut.

4. Dapat Menyebabkan Infeksi Bakteri

studio shot of scared young woman looking into camera b7z0putkg thumbnail full01

Foto: videoblocks.com

Anus merupakan sarang berbagai macam bakteri jahat.

Penetrasi ke anus sangat mungkin menyebabkan menempelnya bakteri pada penis.

Lagi-lagi, menjaga kebersihan dan memakai kondom sangat disarankan jika Moms dan Dads ingin bereksplorasi dengan anal seks.

5. Memberikan Sensasi Kenikmatan Tersendiri

satisfaction guarantee

Foto: residence-rybna.com

Penerima penetrasi mengaku bisa merasakan sensasi tersendiri.

Mengapa? Ya, karena ada banyak simpul saraf di bagian dalam anus.

Sementara itu, pemberi penetrasi bisa mendapatkan sensasi tekanan ketat di sekitar kemaluannya.

Baca Juga: 3 Manfaat Berpegangan Tangan dengan Suami, Bisa Hilangkan Stres!

Nah, jika sudah mengetahui 5 fakta tentang anal seks yang sangat penting di atas, Moms harus bisa mengambil keputusan dengan bijak.

Moms dan Dads bisa melakukan anal seks dengan aman atau tidak melakukannya sama sekali.

Bagaimana pendapat Moms dan Dads? Share di kolom komentar, yuk.

(MNM)

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait