Program Hamil

PROGRAM HAMIL
25 November 2019

5 Gejala Endometriosis. Jangan Pernah Mengabaikannya, Moms!

Sulit hamil bisa menjadi salah satu gejala endometriosis yang perlu dikhawatirkan.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Endometriosis terjadi saat jaringan endometrium yang secara normal melapisi bagian dalam rahim, kini tumbuh di tempat lain tubuh, seperti ovarium atau tuba falopi.

Endometriosis memengaruhi wanita yang sudah memasuki masa subur (jadi setelah periode menstruasi pertama), tetapi terjadi sebelum menopause.

Beberapa gejala endometriosis banyak yang memiliki kesamaan dengan gejala penyakit umum lainnya, sehingga kadangkala sulit terdeteksi. Berikut ini beberapa gejala endometriosis yang perlu Moms ketahui.

Baca Juga: Apa Penyebab Ukuran Rahim Kecil?

1. Periode Menstruasi Berat

gejala endometriosis

Foto: menstrualcupreviews.net

Banyak wanita dengan gejala endometriosis mengalami periode menstruasi yang sangat berat dan tidak jarang melihat gumpalan darah.

Gejala endometriosis ini terjadi, karena saat Moms menstruasi, pertumbuhan endometrium akan bereaksi terhadap hormon menstruasi dari indung telur dengan cara yang sama seperti lapisan rahim. Sehingga keduanya berkembang dan berdarah juga.

Karena pertumbuhan endometrium semakin besar seiring berjalannya waktu, maka itu bisa berdarah lebih hebat lagi. “Banyak pasien mulai mengalami gejala endometriosis sangat dini, di awal periode menstruasi mereka,” ungkap ginekolog asal New York City, pendiri Endometriosis Foundation of America, dan pengarang buku Recognizing and Treating Endometriosis, Tamer Seckin, M.D., seperti dikutip dari self.com.

Kondisi ini biasanya berkembang beberapa tahun setelah periode mentruasi pertama, sehingga banyak penderitanya yang berpikir bahwa gejala ini adalah hal yang normal untuk periode menstruasi wanita.

Baca Juga: Muncul Lendir Bening Setelah Menstruasi, Wajarkah?

2. Sakit Perut Berlarut-Larut

gejala endometriosis

Foto: drseckin.com

Nyeri yang teramat sangat di bagian perut merupakan gejala endometriosis yang paling jelas.

Gejala endometriosis ini bisa berlangsung terus menerus, namun lebih buruk tepat sebelum dan selama menstruasi.

Rasa nyeri ini terjadi karena jaringan endometrium berdarah di tempat yang bukan seharusnya dan tidak dapat keluar dari tubuh, sehingga menyebabkan pembengkakan serta nyeri.

Kram perut biasanya lebih terasa di bagian perut bawah dan punggung bawah.

Baca Juga: Sakit Perut Bagian Bawah, Apa Penyebab dan Cara Mengatasinya?

3. Masalah Pencernaan

gejala endometriosis

Foto: thehealthy.com

Endometriosis dapat menyebabkan sembelit, diare, sakit usus, dan nyeri pada gerakan usus. Gejala endometriosis sekilas terlihat seperti gejala pencernaan lainnya atau intoleransi makanan, sehingga seringkali gejalanya membingungkan dengan irritable bowel syndrome (IBS).

Selain itu, salah satu gejala endometriosis lainnya adalah frekuensi buang air kecil yang terlalu sering.

Jika Moms mengalami peningkatan jadwal buang air kecil diikuti gejala endometriosis lainnya, maka itu bisa menjadi pertanda paling jelas.

Baca Juga: Selain Perut yang Sakit, Inilah 5 Tanda Pencernaan Bermasalah Lainnya!

4. Sakit Saat Berhubungan Seks

gejala endometriosis

Foto: nydailynews.com

Rasa sakit dapat terjadi selama berhubungan seks, tepat setelah, atau bahkan hingga sehari sesudahnya.

Gejala endometriosis ini juga dapat lebih menyakitkan lagi, jika Moms berhubungan seksual sebelum atau selama periode mentruasi, di mana jaringan sedang meradang.

Sebenarnya ada hal lain yang juga dapat membuat seks menjadi menyakitkan, misalnya kurangnya pelumas atau mengidap penyakit menular seksual.

Tapi jika rasa sakit saat seks digabungkan dengan gejala endometriosis lainnya, maka bisa semakin membulatkan diagnosis.

Baca Juga: Nyeri Saat Berhubungan Seks, Mungkin Saja Terkena 3 Penyakit Kelamin Ini

5. Sulit Hamil

gejala endometriosis

Foto: huffingtonpost.co.uk

Jika jaringan endometrium tumbuh di tuba falopi, maka dapat menyebabkan luka, penyumbatan atau lilitan di dalam tabung yang dapat membatasi kemampuan telur untuk dibuahi.

“Darah (dari endometriosis) merupakan zat yang menyakitkan untuk bagian dalam perut dan darah yang dilepaskan dapat menyebabkan perlekatan atau guratan yang membuat perempuan sulit hamil,” ungkap Dokter Bedah Ginekolog di Mayo Clinic, Minnesota, Gretchen Glaser, MD.

Selain itu, lokasi endometriosis juga dapat berdampak pada kesuburan. Sebagai contoh, wanita yang mengalami endometriosis pada ovarium mungkin mengalami lebih banyak masalah untuk hamil dibanding wanita dengan lokasi endometriosis di tempat lain.

Baca Juga: 10 Jenis Makanan Sehari-hari yang Mempengaruhi Kesuburan Wanita

Itulah beberapa gejala endometriosis yang seringkali tidak mudah terdiagnosis. Jika Moms mengalami gejala endometriosis ini, jangan diabaikan dan ada baiknya segera berkonsultasi untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Artikel Terkait