Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




ASI & MPASI | Oct 25, 2018

5 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Memberikan Telur Sebagai MPASI

Bagikan


Telur merupakan bahan makanan tunggal yang kaya akan nutrisi.

Telur menjadi sumber protein, lemak, dan nutrisi lainnya yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan kesehatan tubuh, seperti biotin dan zat besi.

Telur juga merupakan sumber protein utama untuk anak-anak dan mudah dimasak maupun disajikan.

Namun, apakah boleh menyajikan telur sebagai MPASI untuk bayi?

Boleh, asalkan Moms memperhatikan beberapa hal penting terkait pengolahan telur untuk makanan bayi seperti yang ada di bawah ini.

Baca Juga : Tambah Berat Badan Bayi dengan 3 Resep MPASI Ini!

Kapan Bayi Boleh Mulai Makan Telur?

Sejak dahulu banyak orang tua yang percaya bahwa memberikan telur pada bayi sebelum berusia 1 tahun dapat memicu alergi makanan.

Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa memberikan telur dan alergen lain sebagai MPASI bayi, sejak berusia 6 bulan justru dapat membantu menurunkan resiko mengembangkan alergi.

Jika memang Si Kecil menunjukkan alergi yang cukup parah terhadap makanan, tidak ada salahnya untuk menunda mengenalkan telur sampai usianya minimal 12 bulan.

Tetap Perhatikan Kemungkinan Bayi Mengalami Alergi Telur

Memang sangat umum jika bayi menunjukkan reaksi yang beragam saat pertama kali mencicipi telur.

Reaksi yang ditunjukkan tersebut sekilas terkesan seperti alergi makanan, namun sebenarnya merupakan reaksi kepekaan tubuh terhadap makanan tertentu.

Jika kondisi semacam ini terjadi, hentikan pemberian telur pada Si Kecil dan coba lagi beberapa bulan ke depan.

Sementara jika bayi menunjukkan gejala seperti gatal-gatal, bengkak, kemerahan, mengi, dan peningkatan denyut jantung, maka kemungkinan Si Kecil mengalami alergi telur.

Jika Si Kecil menunjukkan gejala alergi, segera bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca Juga : Do's and Don'ts Memberikan MPASI Instan Pada Si Kecil

Sajikan Jangan Hanya Dalam Bentuk Telur Rebus

Telur sebagai MPASI bayi bukan hanya disajikan dalam bentuk rebus, Moms juga dapat menghidangkannya dalam bentuk telur dadar atau telur ceplok.

Perhatikan mana yang paling disukai Si Kecil. Moms juga dapat menghidangkan telur bersama dengan makanan lainnya, seperti misalnya sup dan bubur.

Selain itu, Moms juga dapat mengenalkan bayi pada kebiasaan mengonsumsi telur melalui makanan yang mengandung telur seperti puding.

Hindari Telur Mentah dan Setengah Matang

Sebaiknya jangan memberikan telur mentah atau setengah matang pada bayi. termasuk produk makanan yang mengandung telur mentah seperti es krim dan mayones.

Kecuali produk makanan tersebut menggunakan telur mentah yang sebelumnya sudah dipasteurisasi terlebih dahulu.

Moms sebaiknya memberikan telur rebus matang yang sudah dihaluskan untuk Si Kecil.

Dengan begitu bayi bisa terbebas dari bakteri berbahaya maupun resiko tersedak saat memakan telur, terutama bagian kuning telur.

Berikan Secara Bertahap

Pada saat baru pertama kali memberikan telur untuk makanan bayi, berikan saja satu atau dua suap sambil memperhatikan reaksi yang ditunjukkan Si Kecil.

Berikan secara terpisah dengan makanan lain yang juga dapat memicu alergi, seperti selai kacang, ikan, dan susu sapi.

Dengan cara ini Moms akan dapat mengetahui apakah telur yang dimakan Si Kecil menyebabkan reaksi alergi atau sebaliknya.

Kurang lebih itulah 5 hal penting yang perlu Moms perhatikan sebelum mulai memberikan telur sebagai MPASI untuk bayi.

Nah, Moms akan mulai mengenalkan telur saat Si Kecil berusia 6 bulan atau lebih?

(RGW)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.