Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perilaku Anak | Jan 11, 2018

5 Hal yang Harus Diperhatikan Untuk Hindari Sibling Rivalry

Bagikan


Suatu ketika, kakak dan adik tampak asyik bermain bersama. Mereka akrab dan bergembira. Namun, sepuluh menit kemudian, mereka bertengkar. Ada yang berteriak, ada yang menangis. Ya, begitulah persaingan antara kakak dan adik. Mungkin Moms juga pernah mengalaminya.

“Ketika mereka ribut, Moms mungkin merasa seperti wasit yang harus menengahi dan berkata ‘mengapa kalian tak bisa rukun?” kata Dr. Sigmund Norr, seorang dokter anak.

Pastinya tiap orang tua tentu ingin anak-anaknya selalu akur. Namun, kenyataannya mereka cukup sering bertengkar dengan berbagai pemicu. Itulah yang disebut sibling rivalry. Mereka berkompetisi, bersaing, cemburu dan bertengkar.

“Persaingan kadang tak terelakkan, namun bisa dikendalikan. Langkah pertama untuk menyelesaikan perseturuan antara saudara kandung adalah memahami penyebabnya,” papar Dr. Norr.

Alasan mereka bertengkar tentu tak semata-mata karena berebut mainan atau sepotong kue. Kecemburuan dan persaingan untuk mendapat perhatian orang tua adalah sumber utamanya. Apalagi ada perbedaan usia dan temperamen sehingga persaingan itu tak terelakkan.

Dr Norr mengatakan, ada cara untuk meminimalkan konflik dan memaksimalkan resolusi yang produktif. Kebanyakan orang tua tentu ingin menghentikan pertengkaran itu. Tapi, yang lebih penting adalah bagaimana mengajarkan keterampilan untuk menghentikan persaingan. Yang penting dalam resolusi konflik adalah bagaimana belajar memberi dan menerima, mencintai, toleransi, kesabaran, dan kebaikan.

Baca Juga : Mengurangi Kebiasaan Kakak Adik Bertengkar

Nah, berikut tips mengatasi sibling rivalry seperti dipaparkan Dr. Norr:

1. Tetap tenang dan terkendali

sibling rivalry, pertengkaran kakak dan adik

Perhatikan apa yang anak-anak Moms lakukan sehingga Moms dapat melakukan intervensi sebelum situasi persaingan terjadi dan makin meningkat. Jaga suasana agar tetap tenang dan terkendali sehingga anak-anak pun belajar melakukan hal yang sama.

2. Ciptakan lingkungan kooperatif

Hindari membandingkan anak-anak Moms karena akan memicu persaingan antara mereka. Sebaliknya, ciptakan kesempatan mereka untuk bekerja sama dan kompromi.

Jangan lupa, berikan contoh yang baik. Dr. Norr menjelaskan, "Bagaimana cara Moms dan pasangan berinteraksi satu sama lain itu merupakan contoh bagi anak-anak tentang cara berinteraksi antara mereka.”

3. Hargai dan Tidak Melabel

keluarga bahagia, mengatasi sibling rivalry

Sebenarnya, anak-anak cenderung tidak bersaing bila mereka merasa dihargai sebagai individu. Dr. Norr mengatakan bahwa menghindari labeling adalah cara yang baik untuk memulai menghargai setiap individu.

Pastikan setiap anak merasa istimewa bagi Moms. Luangkan waktu bersama mereka secara individu. Kemudian, pastikan setiap anak memiliki ruang dan waktu untuk menyendiri.

4.Rencanakan kegiatan keluarga yang menyenangkan

Rencanakan makan malam keluarga, liburan dan kegiatan bersama lainnya. Ini merupakan cara yang baik bagi anak-anak untuk saling berbagi dan merasakan kenangan positif bersama.

5. Bersikap Adil, Tapi Jangan Perlakukan Sama

mengatasi sibling rivalry, saudara

Bagi orang tua, berisikap adil sangat penting. Tapi adil tidak selalu berarti sama. Hukuman dan penghargaan harus disesuaikan dengan kebutuhan pribadi anak-anak. Misalnya, Moms tidak perlu memberi anak-anak mainan yang sama. Namun, beri mereka mainan yang berbeda sesuai dengan usia dan minat mereka.

(HIL)

Foto : Shutterstock

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.