Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Kesehatan Balita | Dec 26, 2017

5 Hal Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Down Syndrome Pada Balita

Bagikan


5 Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Down Syndrome pada Balita   
 

Down Syndrome merupakan kelainan kromosom dalam tubuh manusia. Normalnya jumlah kromosom pada tubuh manusia adalah 46 unit, dimana 22 kromosom genotif dan 1 pasang kromom seks. Pada kasus Down Syndrome, terjadi kelebihan kromosom pada pasangan 21. Jadi total kromom yang timbul berjumlah 47 unit.

Perlu Mama ketahui bahwa penyakit ini semakin meningkat setiap tahunnya. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja dan biasanya akan terdeteksi pada masa balita. Inilah 5 hal yang perlu Mama ketahui mengenai Down Syndrome pada balita.
Penyebab Down Syndrome
Timbulnya Down Syndrome disebabkan oleh banyak hal antara lain:
1. Riwayat keluarga
Ini adalah penyebab tersering timbulnya Down Syndrome. Adanya riwayat keluarga yang memiliki penyakit serupa memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena Down Syndrome.
2. Pola hidup tidak sehat

Pola hidup Mama yang tidak sehat bisa mempengaruhi calon anak.

3. Kehamilan usia tua
Hamil di atas usia 35 tahun tergolong sebagai hamil tua. Ketika hamil usia tua, risiko baik dari ibu dan balita juga semakin tinggi termasuk pencetus timbulnya Down Syndrome.

4. Adanya penyakit penyerta
Penyakit penyerta seperti epilepsi juga dapat mengakibatkan timbulnya Down Syndrome. Epilepsi ditandai dengan kejang yang berlangsung hingga 30 menit. Jika ini terjadi tentu akan berhubungan dengan fungsi otak yang membuat balita mengalami autis atau penyakit mental lainnya.

Tanda Dan Gejala
Tanda dan gejala yang muncul ketika balita mengalami Down Syndrome dapat bervariasi mulai dari tidak ada gejala hingga muncul tanda dan gejala yang khas terutama lewat penampilan fisik balita yang cenderung menonjol berbeda dibanding balita normal lainnya.

Gejala khas terssebut dilihat dari bentuk kepala yang relatif kecil dari normal (mikrosefali) dengan bagian anteroposterior kepala yang cenderung mendatar. Selain itu, balita tampak berparas muka orang Mongol.
Gangguan Perkembangan Mental
Balita yang mengalami Down Syndrome cenderung memiliki keterbelakangan mental. Semua perkembangannya baik motorik, sensorik, hingga sosial pun mengalami keterlambatan.
Pencegahan
Jika Mama khawatir mengenai balita anda, Mama dapat mencegahnya saat hamil dengan cara:
1. Skrining Test dalam bentuk USG atau cek darah terutama pada trimester pertama dan kedua. Kedua tes ini mampu menunjukkan risiko Down Syndrome pada janin yang sedang berkembang.
2. Jika didapat hasil yang abnormal dari skrining test, Mama dapat melakukan pemeriksaan diagnosti (tes darah), seperti amniosentesis, Chorionic Villus Sampling (CVS), Percutaneous Umbilical Blood Sampling (PUBS)

     
Dukungan Orang Tua
Hal paling penting pada balita dengan Down Syndrome adalah dukungan dari kedua orang tua. Ketika balita Mama didiagnosis menderita Down Syndrome, orang tua harus bisa menerima dengan lapang hati mengenai kondisi balita.

Mama juga harus bisa mendidik serta menciptakan suasana yang kondusif bagi balitanya hingga tumbuh kembang berjalan baik.

   

Apakah Mama mulai memahami mengenai Down Syndrome?

 

(PIA)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.