Kehamilan

KEHAMILAN
30 September 2020

20 Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil, Bisa Berbahaya

Harus dihindari ya, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Banyak hal berubah saat Moms melewati salah satu fase paling indah dalam hidup, yaitu kehamilan. Tubuh kita tidak hanya berubah, tetapi seluruh gaya hidup, prioritas kita, dan pemikiran kita juga berubah.

Salah satu hal pertama yang dipelajari orang saat hamil adalah apa yang tidak boleh mereka makan. Ini bisa sangat mengecewakan jika Moms penggemar berat sushi, kopi, atau steak.

Tentu ada banyak yang harus dipersiapkan, salah satunya adalah menjaga kesehatan ibu hamil dan juga janin di dalam kandungan. Selain mengonsumsi makanan-makanan yang sehat, perlu juga untuk mengetahui makanan apa saja yang harus dihindari selama kehamilan dan memastikan kesehatan yang baik tidak hanya untuk calon bayi juga diri sendiri.

Untungnya, ada lebih banyak makanan yang bisa ibu hamil konsumsi daripada yang tidak bisa. Moms hanya perlu belajar bagaimana mengatur hal tersebut. Moms juga pasti ingin memperhatikan apa yang dimakan dan minum agar tetap sehat.

Makanan tertentu sebaiknya jarang dikonsumsi, sementara yang lain harus dihindari sama sekali. Berikut adalah daftar makanan dan minuman yang harus dihindari atau diminimalisir konsumsinya saat sedang hamil.

Baca Juga: Ternyata, Ini Pengaruh Makanan pada Kesehatan Mulut Ibu Hamil

Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil

Makanan merupakan elemen yang paling krusial dalam hidup kita sebagai seorang ibu, terutama selama masa kehamilan. Sementara makanan yang baik memberi makan untuk tubuh kita dan calon bayi, makanan yang berpotensi berbahaya dapat menimbulkan risiko serius, sehingga harus dihindari.

Oleh karena itu penting bagi kita untuk mengetahui apa saja makanan yang dilarang untuk ibu hamil. Langsung lihat di bawah ini yuk, Moms.

1. Ikan yang Tidak Matang

Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil

Foto: seriouseats.com

Makanan pertama yang dilarang untuk ibu hamil adalah ikan yang tidak dimasak secara matang atau masih mentah. Ikan memang memiliki banyak nutrisi yang baik bagi tubuh kita, namun tidak dengan ikan yang belum benar-benar matang.

Dilansir dari jurnal U.S Library of Medicine, ikan mentah, terutama kerang, dapat menyebabkan beberapa infeksi. Ini dapat berupa virus, bakteri atau parasit, seperti norovirus, Vibrio, Salmonella dan Listeria.

Sebagian dari infeksi ini hanya mempengaruhi kondisi ibu. Ibu bisa mengalami diare sehingga menyebabkan dehidrasi dan lemah. Sedangkan, beberapa infeksi lain seperti listeria dapat ditulatkan ke janin melalui plasenta dengan konsekuensi serius, bahkan fatal.

Baca Juga: Ketahui Tanda Kulit Dehidrasi, Beda dengan Jenis Kulit Kering

2. Telur Mentah

Telur mentah juga termasuk makanan yang dilarang untuk ibu hamil karena dapat terkontaminasi dengan Salmonella.

Gejala infeksi salmonella yang mungkin akan timbul seperti demam, mual, muntah, kram perut, dan diare.

Namun dilansir dari jurnalSalmonella Sepsis and Second-Trimester Pregnancy Loss, meskipun jarang terjadi, infeksi dapat menyebabkan kram di rahim, yang menyebabkan kelahiran prematur atau meninggal di dalam kandungan.

Makanan yang biasanya mengandung telur mentah antara lain:

  • telur orak-arik sederhana
  • telur rebus
  • Saus Hollandaise
  • mayones buatan sendiri
  • beberapa saus salad buatan sendiri
  • es krim buatan sendiri
  • lapisan gula buatan sendiri

Sebagian besar produk komersial yang mengandung telur mentah dibuat dengan telur yang dipasteurisasi dan aman dikonsumsi. Namun, Moms harus selalu membaca labelnya untuk memastikannya.

Untuk amannya, pastikan selalu memasak telur sampai matang atau gunakan telur yang sudah dipasteurisasi. Simpan kuning telur super encer dan mayo buatan sendiri sampai setelah bayi memulai debutnya.

3. Kecambah Mentah

Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil

Foto: healthline.com

Kecambah mentah, termasuk kecambah alfalfa, semanggi, lobak dan kacang hijau, dapat terkontaminasi dengan Salmonella.

Lingkungan lembap dibutuhkan oleh benih untuk mulai tumbuh ideal untuk jenis bakteri ini, dan mereka hampir mustahil untuk dibersihkan. Karena alasan inilah, wanita hamil dilarang makan kecambah mentah sama sekali. Namun, kecambah aman dikonsumsi setelah dimasak.

Baca Juga: Benarkah Kecambah Bikin Subur?

4. Ikan dengan Kandungan Merkuri Tinggi

Merkuri adalah unsur yang sangat beracun dan umum ditemukan di air yang tercemar. Dalam jumlah yang lebih tinggi, makanan dengan merkuri tinggi bisa menjadi racun bagi sistem saraf, sistem kekebalan, dan ginjal kita.

Tak hanya itu juga dapat menyebabkan masalah perkembangan yang serius pada anak-anak, dengan efek samping bahkan dalam jumlah yang lebih rendah.

Karena ditemukan di laut yang tercemar, ikan laut yang besar dapat mengakumulasi merkuri dalam jumlah tinggi. Oleh karena itu, sebaiknya hindari ikan dengan kadar merkuri tinggi saat hamil dan menyusui.

Ikan dengan kandungan merkuri tinggi yang harus Moms hindari meliputi:

  • hiu
  • ikan todak
  • makarel raja
  • tuna (terutama tuna mata besar)
  • marlin
  • tilefish dari Teluk Meksiko
  • orange roughy

Namun, penting untuk diperhatikan bahwa tidak semua ikan mengandung merkuri tinggi, hanya jenis tertentu saja ya Moms.

Mengkonsumsi ikan rendah merkuri selama kehamilan sangat menyehatkan, dan ikan ini bisa dimakan hingga tiga kali seminggu, menurut Food and Drug Administration (FDA).

Ikan dengan kadar merkuri rendah sangat berlimpah, diantaranya adalah:

  • teri
  • ikan kod
  • menggelepar
  • haddock
  • ikan salmon
  • nila
  • ikan trout (air tawar)

Ikan berlemak seperti salmon dan ikan teri adalah pilihan yang sangat baik karena mengandung asam lemak omega-3 yang tinggi, yang penting untuk janin di dalam kandungan kita.

5. Buah Nanas

Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil

Foto: pittmandavis.com

Buah memang sangat baik untuk dikonsumsi, namun ada juga buah yang sebaiknya tidak banyak dikonsumsi oleh ibu hamil, seperti nanas misalnya.

Nanas menempati urutan teratas dalam daftar buah yang tidak direkomendasikan untuk ibu hamil, terutama pada trimester pertama kehamilan.

Sebetulnya, Nanas memiliki banyak manfaat bagi ibu hamil karena mengandung berbagai vitamin seperti Vitamin C, zat besi, magnesium, dan B6. Namun, nanas mengandung nanas bromelain yang dapat melunakkan serviks dan dapat menyebabkan persalinan dini. Zat ini merangsang kontraksi rahim yang kuat dan berujung pada keguguran.

Berdasarkan informasi di laman Babycentre, kadar bromelain pada 1 buah nanas tidak cukup banyak untuk menyebabkan keguguran. Nanas baru bisa menyebabkan keguguran jika ibu hamil mengkonsumsi sebanyak 8 buah per hari. Tentu, moms tidak akan memakan nanas sebanyak itu, ya!

Baca Juga: Resep Selai Nanas untuk Teman Makan Roti

6. Daging yang Masih Mentah dan Tidak Matang

Beberapa masalah yang sama dengan ikan mentah juga ditemukan dalam daging yang kurang matang. Makan daging yang kurang matang atau mentah akan meningkatkan risiko infeksi dari beberapa bakteri atau parasit, termasuk Toxoplasma, E. coli, Listeria, dan Salmonella.

Jenis bakteri ini dapat mengancam kesehatan Si Kecil, dan mungkin juga menyebabkan kematian di dalam kandungan atau penyakit saraf yang parah, termasuk cacat intelektual, kebutaan, dan epilepsi.

Meskipun sebagian besar bakteri ditemukan di permukaan potongan daging, bakteri lain mungkin tertinggal di dalam serat otot.

Beberapa potongan daging utuh, seperti tenderloin, sirloin, atau ribeye dari daging sapi, domba dan sapi muda mungkin aman dikonsumsi jika tidak dimasak seluruhnya. Namun, ini hanya berlaku jika potongan daging utuh atau tidak dipotong, dan benar-benar matang di bagian luar.

Daging potong, termasuk roti daging, burger, daging cincang, babi, dan unggas, tidak boleh dikonsumsi mentah atau setengah matang. Jadi simpan burger itu di atas panggangan dengan baik untuk saat ini.

Hot dog, daging makan siang, dan daging deli juga harus mendapatkan perhatian khusus, yang terkadang mengejutkan orang hamil. Jenis daging seperti ini dapat terinfeksi berbagai bakteri selama pemrosesan atau penyimpanan.

Ibu hamil sebaiknya tidak mengonsumsi produk daging olahan kecuali telah dipanaskan kembali hingga mengepulkan asap.

7. Daging Organ

makanan yang dilarang untuk ibu hamil

Foto: ketovale.com

Daging organ merupakan sumber berbagai nutrisi, termasuk zat besi, vitamin B12, vitamin A, seng, selenium, dan tembaga. Semua nutrisi ini baik untuk Moms dan Si Kecil. Namun, makan terlalu banyak vitamin A hewani (vitamin A dalam bentuk sebelumnya) tidak dianjurkan selama kehamilan.

Mengkonsumsi terlalu banyak vitamin A yang telah dibentuk sebelumnya, terutama pada trimester pertama kehamilan, dapat menyebabkan kelainan bentuk bawaan dan keguguran.

Dalam jurnal Vitamin A and Pregnancy: A Narrative Review, meskipun ini sebagian besar terkait dengan suplemen vitamin A, yang terbaik adalah menjaga konsumsi jeroan seperti hati hanya beberapa ons sekali dalam seminggu.

8. Kafein

Moms mungkin adalah tipe orang yang menyukai secangkir kopi, teh, minuman ringan, atau coklat panas.

Namun jika Moms sedang hamil, wanita yang sedang hamil umumnya disarankan untuk membatasi asupan kafein hingga kurang dari 200 miligram (mg) per hari, menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG).

Kafein diserap dengan sangat cepat dan mudah masuk ke dalam plasenta. Karena bayi dan plasentanya tidak memiliki enzim utama yang dibutuhkan untuk memetabolisme kafein, kadar kafein yang tinggi dapat menumpuk.

Baca Juga: Ini Batasan Kafein Aman Program Hamil

Asupan kafein yang tinggi selama kehamilan terbukti membatasi pertumbuhan janin dan meningkatkan risiko berat badan lahir rendah saat melahirkan.

Berat lahir rendah didefinisikan sebagai kurang dari 2,5 kg, yang juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian bayi dan risiko penyakit kronis yang lebih tinggi di masa dewasa. Jadi jangan konsumsi terlalu banyak kafein ya Moms.

9. Makanan yang Tidak Dicuci Terlebih Dahulu

hindari makanan ini selama hamil

Foto: Orami Photo Stock

Permukaan buah dan sayuran yang tidak dicuci atau dikupas dapat terkontaminasi oleh beberapa bakteri dan parasit, seperti Toxoplasma, E. coli, Salmonella, dan Listeria, yang dapat diperoleh dari tanah atau melalui tangan kita.

Kontaminasi dapat terjadi kapan saja selama produksi, panen, pemrosesan, penyimpanan, pengangkutan, atau distribusi makanan. Salah satu parasit berbahaya yang mungkin tertinggal pada buah dan sayuran disebut Toxoplasma.

Sebagian besar orang yang terkena toksoplasmosis tidak memiliki gejala, sementara ada juga yang mungkin merasa seperti terserang flu selama sebulan atau lebih.

Kebanyakan bayi yang terinfeksi bakteri Toxoplasma saat masih dalam kandungan tidak memiliki gejala saat lahir. Dalam Centers for Disease Control and Prevention (CDC), disebutkan bahwa gejala seperti kebutaan atau cacat intelektual dapat berkembang di kemudian hari.

Terlebih lagi, sebagian kecil bayi baru lahir yang terinfeksi mengalami kerusakan mata atau otak yang serius saat lahir.

Selama Moms hamil, sangat penting untuk meminimalkan risiko infeksi dengan mencuci bersih menggunakan air, mengupas, atau memasak buah dan sayuran. Pertahankan sebagai kebiasaan baik setelah bayi lahir juga.

10. Susu, Keju, dan Jus Buah yang Tidak Dipasteurisasi Terlebih Dahulu

Susu mentah, keju yang tidak dipasteurisasi, dan keju yang dimatangkan lembut dapat mengandung berbagai bakteri berbahaya, termasuk Listeria, Salmonella, E. coli, dan Campylobacter.

Hal yang sama berlaku untuk jus yang tidak dipasteurisasi, yang juga rentan terhadap kontaminasi bakteri. Sebuah jurnal dalam U.S. National Library of Medicine menyebutkan bahwa infeksi yang terjadi dapat memiliki konsekuensi yang mengancam jiwa untuk bayi yang belum lahir.

Bakteri tersebut dapat muncul secara alami atau disebabkan oleh kontaminasi selama pengumpulan atau penyimpanan. Pasteurisasi adalah cara paling efektif untuk membunuh bakteri berbahaya, tanpa mengubah nilai gizi produk.

Untuk meminimalkan risiko infeksi, makan hanya susu pasteurisasi, keju, dan jus buah.

11. Hindari Alkohol

bahaya alkohol untuk ibu hamil

Foto: Orami Photo Stock

Minuman ini pastinya harus dihindari ibu hamil, bahkan orang yang berada dalam kondisi normal pun sebaiknya melakukan hal ini.

Sangat disarankan untuk benar-benar menghindari minum alkohol saat hamil, karena dapat meningkatkan risiko keguguran dan kematian di dalam kandungan. Bahkan jumlah kecil pun dapat berdampak negatif pada perkembangan otak bayi kita.

Minum alkohol selama kehamilan juga dapat menyebabkan sindrom alkohol janin, yang meliputi kelainan bentuk wajah, kelainan jantung, dan cacat intelektual.

Baca Juga: 15 Kelainan Jantung Bawaan Pada Bayi, Moms Sudah Tahu?

Karena tidak ada tingkat alkohol yang terbukti aman selama kehamilan, disarankan untuk menghindarinya sama sekali.

Jika Moms sudah mengonsumsi alkohol sebelum tahu bahwa sedang hamil, berhentilah minum saat itu juga. Moms harus terus menghindari alkohol selama menyusui juga ya. Pemaparan alkohol pada bayi akan menimbulkan risiko berbahaya, dan alkohol bisa mencapai bayi selama menyusui.

12. Makanan Cepat Saji

Tidak ada waktu yang lebih baik daripada kehamilan untuk mulai makan makanan padat nutrisi untuk membantu tubuh Moms dan Si Kecil yang sedang tumbuh di dalam kandungan. Moms juga akan membutuhkan banyak nutrisi penting dalam jumlah yang meningkat, termasuk protein, folat, kolin, dan zat besi.

Ini juga merupakan mitos bahwa "kita harus makan untuk dua orang". Moms tetap bisa makan secara normal selama hamil di semester pertama. Lalu dalam jurnal Nutrition Recommendations in Pregnancy and Lactation, dikatakan ibu hamil bisa meningkatkan asupan kalori sebanyak 350 per hari di trimester kedua kehamilan. Lalu tingkatkan sebanyak 450 kalori sehari di trimester ketiga kehamilan Moms.

Rencana makan selama kehamilan yang optimal sebaiknya terdiri dari makanan utuh, dengan banyak nutrisi untuk memenuhi kebutuhan Moms dan Si Kecil. Makanan cepat saji olahan umumnya rendah nutrisi dan tinggi kalori, gula, dan lemak tambahan.

Meskipun beberapa penambahan berat badan diperlukan selama kehamilan, penambahan berat badan yang berlebihan telah dikaitkan dengan banyak komplikasi dan penyakit. Ini termasuk peningkatan risiko diabetes gestasional, serta komplikasi kehamilan atau kelahiran.

Pilihlah makanan dan camilan yang berfokus pada protein, sayuran dan buah-buahan, lemak sehat, dan karbohidrat kaya serat seperti biji-bijian, kacang-kacangan, dan sayuran bertepung. Jangan khawatir, ada banyak cara untuk mengolah bahan-bahan yang disarankan ini.

13. Keju Tertentu

bahaya keju brie untuk bumil

Foto: elements.envato.com

Moms saat hamil disarankan untuk menghindari keju tertentu, seperti:

  • keju lunak yang matang, seperti keju brie, camembert, dan lainnya dengan kandungan serupa, termasuk keju kambing
  • keju berurat biru lembut, seperti biru Denmark, gorgonzola, dan Roquefort.

Mengapa? Karena jenis-jenis keju ini bisa menimbulkan risiko mengandung listeria yang berbahaya bagi ibu hamil dan janin di dalam kandungan.

Meskipun infeksi listeria (listeriosis) jarang terjadi, penting untuk melakukan tindakan pencegahan khusus selama kehamilan karena bahkan bentuk penyakit ringan pada wanita hamil dapat menyebabkan keguguran, lahir mati, atau penyakit parah pada bayi yang baru lahir.

Moms bisa makan keju yang lebih keras seperti cheddar, parmesan, dan stilton, meski dibuat dengan susu yang tidak dipasteurisasi.

Keju keras tidak mengandung air sebanyak keju lunak sehingga kemungkinannya kecil untuk bakteri tumbuh di dalamnya. Banyak jenis keju lain yang boleh dimakan, tetapi pastikan dibuat dari susu yang dipasteurisasi. Mereka termasuk keju cottage, mozzarella, krim keju, paneer, haloumi, keju kambing dan keju olahan seperti keju oles.

14. Hindari juga Kacang

Dokter biasanya mengatakan Moms tidak boleh makan kacang atau selai kacang jika Moms atau pasangan kita menderita asma, eksim, atau alergi.

Baca Juga: Enak Dimasak, Ini 4 Manfaat Kacang Kapri untuk Kesehatan Anak

Hal ini dikarenakan makan kacang jika memiliki kondisi tersebut dianggap dapat membuat bayi lebih mungkin mengembangkan alergi kacang dikemudian hari. Tetapi penelitian terbaru tidak menunjukkan bukti yang jelas bahwa makan kacang selama kehamilan memengaruhi kemungkinan bayi mengembangkan alergi kacang.

15. Salad yang Sudah Dikemas

Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil

Foto: mmmcatering.com.au

Salad buah atau sayuran yang telah disiapkan atau dikemas sebelumnya, termasuk yang berasal dari buffet dan salad bar memiliki risiko lebih tinggi untuk terkontaminasi bakteri listeria.

16. Sushi

Jangan makan makanan laut dingin seperti tiram mentah, sashimi, dan sushi, makanan laut asap siap makan, dan udang siap makan matang yang berisiko lebih tinggi terkontaminasi listeria.

Cara paling aman untuk menikmati sushi adalah dengan memilih jenis yang benar-benar matang atau vegetarian, seperti:

  • makanan laut yang dimasak, misalnya belut matang (unagi) atau udang (ebi)
  • sayuran, misalnya Cucumber (kappa) Maki
  • alpukat, misalnya California Roll
  • telur yang sudah matang

17. Daging yang Diawetkan Dingin

makanan yang berbahaya untuk ibu hamil

Foto: tasteofhome.com

Daging yang diawetkan dingin termasuk salami, parma ham, chorizo dan pepperoni. Di Australia, ibu hamil disarankan untuk menghindari makan daging yang diawetkan dingin atau ikan asap karena ada risiko kecil makanan ini mengandung listeria, atau parasit toksoplasma yang menyebabkan toksoplasmosis, termasuk:

  • Daging dingin dari konter toko makanan dan bar sandwich, dan daging siap makan yang sudah diiris dan dikemas.
  • Ayam siap makan yang dimasak dingin (utuh, sebagian, atau potong dadu).

Baca Juga: 4 Manfaat Mengonsumsi Daging Domba selama Kehamilan

18. Minuman Berenergi

Minuman energi tidak dianjurkan untuk dikonsumsi selama Moms hamil, karena besar kemungkinan minuman tersebut mengandung kafein tingkat tinggi, dan bahan lain yang sangat tidak dianjurkan untuk dikonsumsi ibu hamil.

19. Buah Pepaya

Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil

Foto: Orami Photo Stock

Meskipun buah pepaya kaya akan makronutrien dan vitamin yang penting bagi tubuh kita, namun, pepaya adalah salah satu buah yang tidak dianjurkan untuk wanita hamil.

Pepaya dapat menyebabkan suhu tubuh Moms naik, yang tidak baik selama kehamilan. Selain itu, buah ini kaya akan lateks yang dapat menyebabkan kontraksi rahim, pendarahan, dan bahkan keguguran. Tak hanya itu, bahaya lainnya juga dapat mengganggu perkembangan janin, jadi sebaiknya dihindari. Hindari makan pepaya matang dan mentah.

20. Buah Beri yang Dibekukan

Ibu hamil harus menghindari buah beri beku atau apapun yang telah dikeringkan atau dibekukan dalam waktu lama. Maka dari itu, selalu merupakan ide yang baik untuk mengonsumsi buah-buahan segar daripada memilih buah beku.

Rasa dan nutrisi asli dalam beri akan hilang jika kita membekukannya, dan memakan buah tersebut bisa menjadi racun bagi Mom dan bayi di dalam kandungan. Inilah sebabnya mengapa Moms mungkin ingin memilih beri segar daripada yang beku atau kalengan.

Itulah beberapa daftar makanan yang dilarang untuk ibu hamil. Pastikan Moms menghindari makanan-makanan ini saat hamil ya.


Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Ayuwidia

Artikel Terkait