Pasca Melahirkan

13 Mei 2019

5 Pengaruh Depresi Postpartum Ibu Terhadap Bayi yang Baru Lahir

Dapat menyebabkan ADHD
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Dina Vionetta

Moms tentu sudah sering mendengar istilah depresi postpartum atau depresi pasca-melahirkan.

Namun, apakah Moms sudah mengetahui bahwa depresi postpartum dapat mempengaruhi tumbuh kembang bayi baru lahir?

PPD lebih dari sekadar “baby blues”. Kondisi ini didefinisikan sebagai kecemasan yang ekstrem, kesedihan, dan kelelahan yang terjadi setelah melahirkan.

Tanpa perawatan, perasaan tersebut dapat berdampak serius pada kesehatan emosional dan fisik Moms. Di sisi lain, PPD juga berpengaruh terhadap perkembangan si kecil.

Berikut merupakan beberapa pengaruh depresi postpartum terhadap bayi baru lahir.

1. Memengaruhi Keterlibatan Sosial, Tingkat Stres dan Reaktivitas Rasa Takut Bayi

5 Pengaruh Depresi Postpartum Ibu Terhadap Bayi yang Baru Lahir 1.jpg

Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti Israel yang diterbitkan dalam Journal of American Academy of Child and Adolescent Psychiatry edisi Agustus 2009, para peneliti mengidentifikasi beberapa komponen respons dan perkembangan kognitif bayi yang dapat dipengaruhi oleh PPD seorang ibu.

Hasilnya menunjukkan bahwa PPD berpengaruh terhadap keterlibatan sosial, tingkat stres, dan reaktivitas ketakutan pada bayi.

Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Karena ikatan dini dengan Moms sangat penting untuk membuat bayi baru lahir merasa aman.

Dunia baru jauh lebih tidak nyaman dibandingkan dengan rahim yang hangat dan nyaman. Bagi bayi, Moms adalah penghubung yang hangat dan nyaman ke tempat aman itu.

Jika Moms tertekan, hubungan yang terjalin dengan si kecil menjadi tidak stabil.

Pada akhirnya, si kecil yang baru lahir tidak dapat merasakan kenyamanan dan rasa aman yang seharusnya didapatkannya dari Moms.

Baca Juga: Maag Vanessa Angel Kerap Kambuh selama di Penjara, Apa Hubungan Maag dan Depresi?

Memengaruhi Perkembangan Kognitif Bayi

5 Pengaruh Depresi Postpartum Ibu Terhadap Bayi yang Baru Lahir 2.jpeg

Sebuah penelitian di UK yang diterbitkan dalam Journal of Child Psychology and Psychiatry menemukan bahwa bayi dari ibu yang mengalami PPD menunjukkan pola perhatian dan gairah yang tidak teratur.

Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa kemampuan kognitif mengenai kemampuan mengenali dan mengetahui keberadaan objek lebih buruk untuk bayi dari 61 ibu yang mengalami PPD, dibandingkan dengan bayi dari 42 ibu yang tidak mengalami PPD.

Bahkan setelah dilakukan penyesuaian untuk kesulitan kontekstual.

Ibu depresi cenderung menawarkan stimulasi tidak terarah kepada bayinya, yang justru mengganggu perkembangan kemampuan kognitif bayi.

Berhubungan dengan ADHD pada Anak-Anak

5 Pengaruh Depresi Postpartum Ibu Terhadap Bayi yang Baru Lahir 3.jpg

Menurut sebuah artikel yang diterbitkan di NCBI, PPD juga berkaitan dengan attention defisit/ hyperactivity disorder (ADHD) pada anak-anak dan kesehatan mental sang ibu, sebagaimana yang ditunjukkan dalam sebuah studi cross-sectional oleh Lesene, dkk.

Dalam studi tersebut ditemukan bahwa kecemasan atau masalah emosional karena depresi pasca-melahirkan pada sang ibu dapat menyebabkan bayi mengalami ADHD, terutama setelah mereka berusia empat hingga 17 tahun.

Baca Juga: Terapi Sentuhan untuk Mengatasi Depresi

Memengaruhi Perkembangan Akademik Bayi di Masa Depan

5 Pengaruh Depresi Postpartum Ibu Terhadap Bayi yang Baru Lahir 4.jpg

Dalam sebuah studi longitudinal terhadap 132 anak-anak yang dilakukan oleh Hay, dkk., menunjukkan bahwa anak-anak yang semasa bayi ibunya mengalami PPD selama sekitar 3 bulan memiliki skor IQ yang lebih rendah, kesulitan dalam matematika, kesulitan memperhatikan pelajaran, dan cenderung membutuhkan pendidikan khusus.

Selain itu, anak laki-laki ditemukan lebih terpengaruh dibandingkan dengan anak perempuan.

Baca Juga: Moms, Kenali Lebih Dekat 6 Gejala Depresi Pada Anak

Memengaruhi Perkembangan Otak dan Kesehatan Bayi

5 Pengaruh Depresi Postpartum Ibu Terhadap Bayi yang Baru Lahir 5.jpg

“Depresi postpartum terjadi pada bulan-bulan ketika bayi belajar bagaimana mereka akan ditanggapi dan mulai membangun kepercayaan sehingga mereka pada akhirnya dapat mengatur perilaku mereka sendiri,” kata Dr. Michael Yogman, seorang dokter anak dan anggota Komite American Academy of Pediatrics bagian Aspek Psikososial Kesehatan Anak dan Keluarga, seperti dikutip dari Healthline.com.

Dr. Yogman juga menjelaskan bahwa ada kaitan antara interaksi ibu dan bayi selama tahun pertama kehidupan bayi dengan fungsi otak jangka panjang serta fungsi kekebalan tubuh bayi.

Di mana berbagai penelitian telah menunjukkan tentang bagaimana stres toksik dapat menyebabkan masalah kesehatan bagi bayi, anak-anak, dan orang dewasa.

Oleh karena banyaknya pengaruh postpartum terhadap perkembangan bayi, sangat disarankan agar Moms yang mengalami PPD segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan perawatan atau penanganan yang tepat.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait