Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Perilaku Anak | Jun 14, 2018

5 Perilaku Orangtua yang Mengganggu Psikologi Anak

Bagikan


Lingkungan utama yang membentuk karakter seseorang adalah keluarga. Oleh karena itu, pola asuh orang tua sangat berpengaruh pada perkembangan anak dan membentuk karakter sampai mereka tumbuh dewasa.

Namun, kebanyakan orang tua tidak acuh terhadap dampak yang terjadi apabila perilaku atau perkataan mereka bisa saja menyakiti hati sang buah hati dan membuatnya merasa tertekan. Berikut ini adalah 5 perilaku orang tua yang dapat mengganggu psikologis anak: 

Suka Membanding-Bandingkan

“Kalau anak saya yang pertama sangat pemalu dan sering sakit-sakitan. Berbeda dengan adiknya, dia berani dan fisiknya sangat kuat,” disadari atau tidak, masih banyak orang tua yang sering membandingkan anaknya dengan anak orang lain ataupun dengan saudara kandungnya sendiri, entah kakak atau adiknya.

Sebaiknya hentikan kebiasaan ini karena si anak akan merasa lemah dan minder. Bayangkan perasaan anak jika dia mendengar Moms membicarakan hal ini, mungkin dia juga akan membenci orang yang dijadikan pembandingnya 

Sering Meremehkan

Pembagian rapor sekolah telah tiba dan anak Moms sudah berusaha belajar dengan maksimal, tetapi pencapaian hasilnya belum memuaskan Moms. Lantas, sepanjang jalan Moms menggerutu dan menasehati si anak untuk belajar lebih giat lagi tanpa memberikan pujian terhadap usahanya.

Jangan lakukan hal ini pada anak Moms karena dia akan merasa tidak dihargai. Bagaimanapun juga, Moms harus menghargai usahanya dan mencarikan solusi bijak kepada anak Moms. 

Baca Juga : Hati-Hati, Ini 4 Tanda Anda Seorang Momzilla

Sering Memarahi

Sebaiknya Moms belajar untuk mengontrol emosi ketika anak melakukan kesalahan. Masa anak-anak adalah proses belajar untuk mengerti mana yang benar dan salah. Jika anak melakukan kesalahan, jangan langsung memarahinya. Hal ini dapat menyakiti hati sang buah hati dan membuatnya menangis.

Ingat, mereka sangat sensitif! Sebaiknya, tegurlah si anak dengan lembut dan jangan malas untuk memberitahu kesalahannya sekaligus cara untuk memperbaiki kesalahannya tersebut. 

Berteriak atau Membentak

Jika Moms tidak menginginkan anak tumbuh menjadi anak yang kasar dan membangkang, jangan lakukan hal ini. Anak sering menjadikan orang tua sebagai figur utama yang dia contoh.

Berhentilah melakukan hal ini karena selain dapat menyakiti hati anak yang lembut, hal ini juga dapat mengubah karakter anak menjadi kasar dan tidak sopan ketika berbicara kepada orang lain. 

Bertindak Kasar

Selain verbal, tak jarang juga orang tua menghukum anak dengan menyakiti fisiknya. Misalnya, memukul, mencubit, menjewer, atau menoyor kepala si anak. Saat Moms melakukan hal itu, sadarilah bahwa anak bukan hanya merasa sakit secara fisik, tapi juga secara psikologis.

Jangan biarkan anak tumbuh dalam ketakutan terhadap orang tuanya karena dia akan merasa tidak nyaman dan tertekan sehingga tak jarang pula kita mendengar berita tentang anak yang kabur dari rumah karena prilaku kejam orang tua. 

Sebagai orang tua, Moms tentu harus membedakan tindakan yang tegas dan kasar dalam menghadapi anak. Tegas berarti lebih berorientasi terhadap hal-hal yang positif dan mendidik anak untuk belajar lebih baik, sedangkan tindakan kasar hanya akan membuat anak menjadi trauma dan takut untuk melangkah ke arah yang lebih baik.

(DA)

Foto: happyshcool 

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.