Balita dan Anak

BALITA DAN ANAK
29 April 2020

5 Pertanyaan yang Sering Diajukan Orang Tua Terkait Tekanan Darah Tinggi pada Anak

Simak dengan baik ya, Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Serenata Kedang
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor yang bisa menyebabkan munculnya penyakit kardiovaskular seperti stroke dan serangan jantung.

Namun, sayangnya di Indonesia sendiri tingkat kewaspadaan terhadap penyakit yang satu ini masih tergolong sangat rendah. Umumnya penyakit ini identik dengan orang dewasa. Namun, siapa sangka jika penyakit ini juga rentan dialami oleh Si Kecil.

Kebanyakan kasus hipertensi pada anak terjadi tanpa adanya gejala dan jika hal ini dibiarkan, bisa mengakibatkan risiko hipertensi yang semakin tinggi seiring dengan pertumbuhan Si Kecil.

Pertanyaan seputar Tekanan Darah Tinggi pada Anak

Berdasarkan Italian Journal of Pediatrics, Si Kecil yang berusia di atas 3 tahun harus diukur tekanan darahnya setiap tahun.

Ada beberapa faktor pendukung mengapa hipertensi bisa terjadi pada anak-anak, misalnya faktor genetik dan pola hidup yang kurang sehat.

Lantas, apa saja pertanyaan seputar tekanan darah tinggi pada anak yang mungkin sering Moms pikirkan? Simak di bawah ini, ya.

1. Bagaimana Pendeteksian Tekanan Darah pada Si Kecil?

Pertanyaan seputar Tekanan Darah Tinggi pada Anak 1.jpg

Foto: Freepik.com

Sekitar 3,5 persen anak-anak ditemukan memiliki darah tinggi. Maka, perlu pendeteksian sejak dini, dimulai dari usia 3 tahun. Proses pengukurannya sebenarnya sama saja seperti orang dewasa, yakni menggunakan alat Sfigmomanometer yang ditempelkan di lengan.

Namun, yang membedakan pengukuran anak-anak dengan orang dewasa ialah, mendiagnosis tekanan darah pada Si Kecil akan lebih sulit. Hal ini dikarenakan hasilnya terus berubah seiring dengan bertambahnya usia dan ukuran tubuh.

Baca Juga: Apa Dampak Darah Tinggi Pada Ibu Hamil dan Janin?

2. Kapan Waktu yang Tepat Memeriksa Tekanan Darah?

Pertanyaan seputar Tekanan Darah Tinggi pada Anak 2.jpg

Foto: Freepik.com

Seiring pertumbuhan anak-anak, hasil tekanan darah pun akan berubah-ubah. Untuk itu, tes harus dilakukan secara rutin agar mudah memantaunya. Hal ini berfungsi untuk mendapatkan gambaran yang akurat apakah Si Kecil menderita darah tinggi atau tidak.

Hal yang perlu diingat bahwa kisaran tekanan darah normal terus berubah dan meningkat pada Si Kecil hingga sekitar usia 10 tahun. Selain itu, anak laki-laki cenderung memiliki tekanan darah lebih tinggi daripada anak perempuan.

3. Apakah Anak-anak Tertentu Berisiko Tinggi Terkena Hipertensi?

Pertanyaan seputar Tekanan Darah Tinggi pada Anak 3.jpg

Foto: Freepik.com

Salah satu faktor penyebab darah tinggi pada anak-anak adalah riwayat keluarga yang juga menderita darah tinggi. Moms atau Dads yang mengalami darah tinggi, cenderung akan menurunkannya kepada anak.

Selain itu, obesitas juga menjadi alasan tertinggi mengapa Si Kecil bisa sangat rentan terkena hipertensi. Journal The Role of Parental Smoking juga menyatakan bahwa orang tua yang merokok bisa menjadi penyebab anak mengalami darah tinggi.

Baca Juga: Cegah Obesitas Pada Anak Dengan 6 Cara Ini

4. Apa Saja yang Menyebabkan Tekanan Darah Tinggi pada Anak?

Pertanyaan seputar Tekanan Darah Tinggi pada Anak 4.jpeg

Foto: Unsplash.com

Sebagian besar hipertensi pada anak-anak disebabkan oleh penyakit ginjal, juga karena penyebab lain seperti kondisi jantung dan masalah hormon (endokrin) tertentu.

Hipertensi esensial atau primer dapat terjadi pada Si Kecil yang berusia lebih besar, terutama mereka yang memiliki riwayat keluarga hipertensi. Pola makan yang tidak sehat juga bisa menyebabkan tekanan darah tinggi pada anak.

Mungkin selama ini orang tua tidak menyadari, tetapi pemberian makanan snack dalam kemasan bisa memicu terjadinya tekanan darah tinggi pada Si Kecil.

Kandungan garam yang terdapat dalam makanan ringan seperti garam natrium, baking soda, pengawet makanan atau vetsin bisa menjadi penyebab tekanan darah tinggi pada anak.

5. Bisakah Tekanan Darah Tinggi Pada Anak Diobati?

Pertanyaan seputar Tekanan Darah Tinggi pada Anak 5.jpg

Foto: Freepik.com

Perawatan dan pengobatan yang tepat tentu bisa mengendalikan tekanan darah tinggi pada anak. Dokter anak pastinya akan merekomendasikan terlebih dahulu tentang perawatan yang disesuaikan dengan kebutuhan Si Kecil.

Tidak semua anak yang menderita tekanan darah harus mengonsumsi obat-obatan. Beberapa kegiatan seperti diet dan olahraga juga dapat mengendalikan tekanan darah.

Baca Juga: Apa Saja Efek Samping Obat Darah Tinggi? Cari Tahu di Sini

Tekanan darah tinggi pada anak bisa dicegah sejak dini jika orang tua mau menerapkan gaya hidup sehat dan menyediakan nutrisi lengkap bagi Si Kecil.

Perbanyak sajikan sayur-sayuran dan buah-buahan yang kaya serat, ajak anak berolahraga teratur, dan rutin lakukan pemeriksaan. Apabila Moms merasa gejala hipertensi pada Si Kecil masih saja muncul, jangan ragu membawanya ke dokter, ya.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait