Balita dan Anak

11 Maret 2020

5 Tips Mendampingi Anak Dengan Sindrom Tourette

Lakukan ini agar Moms dan Si Kecil bisa hidup lebih berkualitas
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Wina Andria
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Membesarkan anak dengan sindrom tourette pasti akan memberikan tantangan tersendiri bagi orang tua. Apalagi, informasi dan kesadaran akan sindrom tourette masih bisa dibilang cukup minim di Indonesia.

Menurut definisi dari Tourette Association of America, sindrom tourette adalah gangguan neurodevelopmental yang merupakan bagian dari spektrum tic disorder, dimana seseorang melakukan gerakan atau melontarkan ucapan secara berulang diluar kendalinya.

Pada kenyataannya, bukan hanya anak dengan sindrom tourette yang harus menghadapi kesulitan dalam belajar, pergaulan, atau melakukan rutinitas. Beban mental dan psikologis juga seringkali dirasakan oleh orang tua.

Baca Juga: Benarkah Sindrom Anak Tengah Membuat Si Kecil Sering Berulah?

Tips Mendampingi Anak dengan Sindrom Tourette

Supaya orang tua dan anak dengan sindrom tourette bisa sama-sama menjalankan hidup yang lebih berkualitas, coba simak dulu beberapa tips berikut ya, Moms.

Sadari Kalau Tic Tidak Bisa Dikendalikan

anak dengan sindrom tourette

Foto: 30seconds.com

Tic yang dilakukan oleh anak dengan sindrom tourette memang sering membuat orang tua bingung, dan mengira hal tersebut dilakukan dengan sengaja atau untuk mencari perhatian.

Faktanya, tic disebabkan oleh masalah pada otak dan saraf sehingga tidak bisa dikendalikan secara sadar.

Itulah kenapa menuntut Si Kecil berusaha keras menghentikan tic karena malu dilihat orang atau menuduhnya mencari perhatian hanya akan membuat orang tua stress dan anak semakin frustasi dan tidak percaya diri.

Dorong Anak Melakukan Aktivitas yang Sesuai Dengan Minatnya

anak dengan sindrom tourette

Foto: publicshoolreview.com

Menurut National Health Services, dorongan tic memang tidak bisa dikendalikan tapi dapat ditekan dengan menghindari stress, cemas, rasa bosan, dan kelelahan.

Itulah kenapa orang tua perlu mendorong dan mendukung anak dengan sindrom tourette untuk melakukan aktivitas yang sesuai dengan minatnya, seperti menggambar, membuat kerajinan tangan, membangun robot, olahraga, dan lainnya.

Jangan lupa ajarkan pula cara sederhana untuk menenangkan diri saat merasa cemas serta pastikan tidurnya cukup dan berkualitas ya, Moms. Dengan begitu Si Kecil tetap bisa menimba pengalaman dan mengembangkan minatnya dengan penuh percaya diri.

Baca Juga: Sindrom Crouzon Pada Anak, Bagaimana Perawatannya?

Tidak Memberikan Perhatian Berlebihan Pada Tic

anak dengan sindrom tourette

Foto: family.lovetoknow.com

Berbeda dengan anggapan kebanyakan orang, tic yang ditunjukkan oleh anak dengan sindrom tourette tidak selalu berupa lontaran kata saru dan “kotor” lho, Moms.

Setiap penderita sindrom tourette sebenarnya memiliki tic yang berbeda letak, bentuk, dan tingkat keparahannya. Contohnya: mengedipkan mata lebih cepat, mengerutkan muka, bergumam, atau memiringkan kepala secara berulang.

Selama tidak mengganggu aktivitas atau membahayakan keselamatan dirinya dan orang lain, tic ringan sebenarnya cukup diabaikan saja kok, Moms. Dengan begitu anak bisa beraktivitas dengan normal dan percaya diri tanpa harus malu dengan kondisinya.

Namun kalau Moms merasa tic yang ditunjukkan cukup parah sampai mengganggu aktivitas, ada baiknya membawa Si Kecil ke dokter untuk menjalankan terapi untuk meringankannya.

Baca Juga: Mengenal Mirror Syndrome, Sindrom yang Menyebabkan Irish Bella Kehilangan Anak dalam Kandungan

Mengedukasi Orang Terdekat Tentang Sindrom Tourette

anak dengan sindrom tourette

Foto: conehealthmedicalgroup.com

Daripada menuntut anak untuk mengendalikan tic, lebih baik orang tua membiasakan diri dan anak agar tidak malu untuk menjelaskan tentang sindrom tourette.

Misalnya dengan kalimat seperti “Anak saya memiliki sindrom tourette, sebuah gangguan fungsi saraf yang membuatnya melakukan gerakan atau ucapan yang tak dapat dikendalikan. Sebaiknya diabaikan saja, ya.”

Selain dengan keluarga dan orang yang sering berinteraksi dengan Si Kecil, Moms juga bisa berkomunikasi dengan pihak sekolah untuk menjelaskan tentang kondisi anak dan kebutuhan khusus yang mungkin dimilikinya.

Baca Juga: Seluk Beluk Sindrom Turner, Kelainan Genetik yang Hanya Dialami Anak Perempuan

Bergabung Dengan Komunitas

anak dengan sindrom tourette

Foto: incredibleyears.com

Selain bisa membantu meringankan beban mental dan psikologis yang mungkin Moms rasakan, berdiskusi dengan orang tua lain yang berada dalam situasi yang sama juga bisa memberikan lebih banyak informasi untuk mendampingi dan memahami anak dengan sindrom tourette.

Pada sebagian besar kasus sindrom tourette, tic atau gerenyet urat saraf akan hilang dengan sendirinya seiring dengan pertambahan usia. Namun, jangan segan berkonsultasi dengan dokter bila Moms butuh lebih banyak informasi atau khawatir dengan kondisi Si kecil.

Nah, bagi Moms yang memiliki anak dengan sindrom tourette, bagaimana pengalaman Moms dalam mendampingi dan membesarkan buah hati?

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait