Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Rupa-rupa | Oct 15, 2018

6 Foto Perjuangan Pengidap Kanker Payudara untuk Melahirkan, Mengagumkan!

Bagikan


Kanker merupakan sebuah penyakit yang dapat memadamkan semangat hidup setiap penderitanya. Tak terkecuali kanker payudara yang dialami seorang perempuan asal Orlando, Maria Crider.

Ia didiagnosis menderita kanker payudara saat hamil 11 minggu. Terdengar seperti mustahil menjalani kehamilan bersama kanker, tapi ia tak menyerah.

Maria menjalani serangkaian pengobatan termasuk kemoterapi sampai akhirnya sang bayi pun lahir melalui operasi cesar. Mari kita simak serangkaian perjuangannya untuk melahirkan!

Sejenak Lupakan Kanker

Hal pertama yang dirasakan tentulah bahagia yang tak terhingga. Sesaat Maria Crider bahkan melupakan kankernya, kemoterapinya dan yang ia lihat hanyalah bayi kecil yang sehat dan sempurna.

Momen yang Sangat Berharga

Tak hanya bagi perempuan berusia 28 tahun ini saja, momen persalinan ini juga terasa sangat spesial dari fotografer yang mengabadikannya.

Bonnie Hussey mengaku sudah sering mengabadikan persalinan, namun kali ini kisahnya benar-benar berbeda.

Baca Juga: 3 Kisah Haru Perjuangan Pasien Kanker Payudara di Dunia

Sempat Bingung Harus Bagaimana

Wajar sekali ada perasaan bingung apa yang harus dilakukan, pada satu sisi ia begitu gembira akan kehamilannya namun di sisi lain ia pun begitu takut akan risikonya.

Sebagai seorang ibu, ia tak ingin membahayakan janinnya. Namun, ia juga tak ingin anak-anaknya kelak hidup tanpa dirinya.

Berani Mengambil Risiko

Dengan segala pertimbangan dan izin dari dokter yang menanganinya, akhirnya ia berani mempertahankan kehamilannya.

Dokter mengatakan kepada Maria bahwa ia tidak perlu menghentikan kehamilannya. Namun, risiko hidup hanya 40 persen jika ia tidak melakukan kemoterapi.

Melanjutkan Pengobatan Setelah Melahirkan

Enam minggu setelah putranya lahir, Maria berhenti menyusui dan kembali menjalani kemoterapi. Sedangkan putranya telah menerima donor ASI dari sahabatnya.

Baca Juga: 9 Faktor Risiko Kanker Payudara, Apakah Moms Memilikinya?

Menikmati Waktu Bersama Keluarga

Kabar terakhir mengenai Maria hanyalah tinggal memastikan apakah kanker masih bersarang di tubuhnya atau tidak. Tapi yang pasti kini ia sudah benar-benar menikmati waktu bersama orang-orang yang sangat ia cintai. Hebat sekali ya perjuangannya!

Foto: Bonnie Hussey Photography

(MDP)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.