Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Perkembangan Anak | Sep 26, 2018

6 Jenis Emotional Abuse Ini Sering Tanpa Sadar Orang Tua Lakukan Kepada Anak

Bagikan



Banyak orang tua cukup percaya diri untuk mengklaim bahwa dirinya tidak pernah melakukan tindak kekerasan pada anak.

Yang menjadi patokan adalah mereka mengaku tidak pernah memukul atau melakukan kekerasan fisik lainnya pada anak.

Tapi, apakah tidak melakukan kekerasan fisik jadi satu-satunya patokan orang tua tidak melakukan tindak kekerasan pada anak?

Jangan keliru Moms. Selain kekerasan fisik, ada juga yang namanya kekerasan emosional. Nah, sayangnya, tidak semua orang tua menyadari hal ini.

Orang tua bisa saja tidak melakukan tindak kekerasan fisik pada anak. Tapi, bisa jadi mereka melampiaskannya dengan melakukan tindak kekerasan emosional.

Baca Juga : Kekerasan Verbal Bisa Berpengaruh Buruk Ke Anak!

Dikutip dari Teach-through-love.com, ada enam kekerasan emosional yang dilakukan kepada anak tanpa disadari orang tua. Apa saja? Berikut daftarnya!

Menolak Anak

kekerasan pada anak

Orang tua yang menunjukkan sikap penolakan pada anak, baik secara sadar maupun tidak, akan membuat anak merasa tidak diinginkan.

Contoh penolakan yang sering terjadi, antara lain menyuruh anak pergi, menyebut anak tidak berharga, menyalahkan anak, berteriak, menghina,  dan menghukum anak di luar rumah.

Mengabaikan Anak

kekerasan emosional pada anak, mengabaikan anak

Orang tua yang kebutuhan emosionalnya tidak terpenuhi punya kecenderungan untuk mengabaikan anaknya. Mereka menunjukkan ketidaktertarikan pada anak.

Contoh pengabaian yang sering terjadi adalah tidak ingin mengetahui kondisi atau masalah anak, tidak konsisten dalam merespon kebutuhan anak, dan tidak berusaha untuk melindungi anak.

Baca Juga : 5 Jenis Bullying yang Mungkin Dialami Anak

Meneror Anak

kekerasan emosional, meneror anak

Orang tua yang mengancam, berteriak, dan mengutuk anak bisa membuat psikologi anak mereka rusak.

Contoh teror yang kerap terjadi antara lain berteriak, mengutuk, mengancam, mengintimidasi, mempermalukan anak di depan umum, dan mengancam akan mempermalukan anak.

Mengisolasi Anak

kekerasan emosional pada anak, mengisolasi anak

Orang tua yang melakukan kekerasan dengan mengisolasi anak mereka akan berdampak buruk.

Anak yang tidak diperbolehkan untuk melakukan aktivitas bersama teman-teman akan sulit bersosialisasi. Sementara bayi yang tidak diberi stimulasi akan berkembang lebih lambat.

Contoh lain dari mengisolasi adalah tidak memberikan anak izin untuk bermain, meninggalkan anak sendirian dalam waktu lama, menyuruh anak untuk tidak berteman dengan anak tertentu, dan memaksa mereka hanya bermain di rumah.

Merusak Anak

kekerasan emosional pada anak, merusak anak dengan minuman keras

Orang tua bisa merusak anak dengan mengizinkan mereka menggunakan obat terlarang, alkohol, menyaksikan tayangan kekerasan, dan menyaksikan tayangan dewasa.

Tak hanya itu, tindakan orang tua mengajak mereka melakukan aksi kriminal, melibatkan mereka pada praktik prostitusi, dan mengajarkan mereka bermain judi juga termasuk tindakan merusak anak.

Mengeksploitasi Anak

kekerasan emosional pada anak, mengeksploitasi anak
Mengeksploitasi artinya memaksa anak untuk melakukan hal yang belum tentu dia inginkan.

Beberapa hal yang masuk kategori eksploitasi, antara lain memberikan anak tanggung jawab untuk melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan kemampuannya,.

Selain itu tindakan menyalahkan anak atas kesalahan saudara atau orang tua, dan menyuruh mereka untuk melakukan banyak hal yang tidak sesuai dengan usia mereka juga termasuk mengeksploitasi anak.

Itulah enam jenis kekerasan emosional yang kerap dilakukan orang tua tanpa mereka sadari. Apakah Moms juga melakukan hal tersebut? Share yuk!

(AND)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.