3-5 tahun

3-5 TAHUN
27 Agustus 2020

6 Jenis Hernia pada Anak dan Cara Mengatasinya

Paling banyak terjadi di area sekitar perut dan pangkal paha anak
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Dina Vionetta

Tahukah Moms, kalau kondisi jenis-jenis hernia pada anak tidak selalu terjadi akibat membawa barang berat seperti pada orang dewasa? Sebagian besar jenis kasus hernia pada anak justru terjadi sebagai bawaan lahir, yang terkadang baru terlihat saat Si Kecil sudah lebih besar.

Sebelum membahas lebih lanjut, Moms perlu tahu dulu kalau hernia sebenarnya adalah tonjolan yang terjadi akibat organ atau jaringan halus dalam tubuh terdorong keluar dari otot pelindung atau jaringan ikat (fascia) di sekitarnya.

Jenis hernia pada anak ternyata ada berbagai macam dan bisa muncul di berbagai tempat berbeda lho, Moms. Supaya lebih jelas, silakan simak dulu penjelasan berikut, ya.

Jenis Hernia pada Anak

Ada berbagai jenis hernia pada anak yang bisa kita temui, dan masing-masing membutuhkan tingkat perawatan medis yang berbeda. Kebanyakan hernia yang terjadi pada anak-anak adalah hernia inguinalis di daerah selangkangan atau hernia umbilikalis di daerah pusar. Namun ada jenis hernia lainnya yang juga perlu Moms ketahui.

1. Hernia Inguinal

6 Jenis Hernia Pada Anak Yang Perlu Moms Ketahui 01.jpg

Foto: thriftyfun.com

Menurut Children’s Hospital of Philadelphia, 80% jenis hernia pada anak adalah tipe hernia inguinal, yang artinya usus atau kandung kemih keluar dari dinding perut bagian bawah atau masuk ke saluran inguinal yang ada di pangkal paha.

Pada anak laki-laki, bagian usus yang keluar dari tempatnya bisa ke skrotum atau buah zakar sehingga membengkak dan terasa sakit. Sedangkan pada anak perempuan pembengkakan biasanya terjadi pada labia atau pangkal paha.

Jenis hernia ini terbagi lagi menjadi dua jenis hernia inguinalis, yaitu:

  • Hernia inguinalis langsung. Jenis hernia ini terjadi ketika titik lemah berkembang di otot perut bagian bawah dan jaringan mampu mendorong titik lemah tersebut.
  • Hernia inguinalis tidak langsung. Terjadi ketika kanal inguinal (bagian kecil melalui dinding perut bagian bawah) gagal menutup sebelum lahir. Hernia ini lebih sering terjadi pada anak-anak yang lahir prematur.

Baca Juga: Berkenalan dengan Hernia Skrotalis yang Rentan Menyerang Para Dads

2. Hernia Umbilikalis

6 Jenis Hernia Pada Anak Yang Perlu Moms Ketahui 02.jpg

Foto: globalnews.ca

Hernia umbilikalis terjadi saat sebagian usus kecil terdorong keluar melalui celah untuk tali pusar, dan paling sering terjadi pada anak berusia di bawah 6 bulan. Jenis hernia ini tidak menyakitkan dan sebagian besar kasusnya pada anak tidak menimbulkan masalah.

Pada sebagian besar anak, jenis hernia ini akan tertutup dengan sendirinya sebelum usia 1 tahun. Operasi biasanya harus dilakukan bila hernia umbilikalis masih terbuka dan tidak menutup dengan sendirinya saat anak berusia 2 tahun.

3. Hernia Epigastrik

6 Jenis Hernia Pada Anak Yang Perlu Moms Ketahui 03.jpeg

Foto: simplemost.com

Tipe hernia yang lebih banyak dialami oleh anak laki-laki ini disebabkan oleh lemak yang terdorong keluar pada area di antara tulang dada dan pusar, sehingga terlihat menonjol.

Banyak hernia epigastrik berukuran kecil, tidak menimbulkan gejala, tapi bisa menyebabkan nyeri di perut bagian atas dan tidak memerlukan pengobatan. Gejala yang lebih besar yang menyebabkan gejala tidak akan sembuh dengan sendirinya, tetapi operasi dapat mengatasi masalah tersebut.

Baca Juga: Hernia Fermoralis dan 3 Jenis Hernia Lainnya Ini Mudah Menyerang Wanita! Simak Penjelasannya di Sini

4. Hernia Hiatus

6 Jenis Hernia Pada Anak Yang Perlu Moms Ketahui 04.jpg

Foto: health.usnews.com

Hernia hiatus berbeda dari jenis hernia lainnya, karena hernia ini melibatkan lambung, bukan usus. Ini terjadi ketika bagian perut Si Kecil membengkak melalui diafragma dan masuk ke dada. Diafragma adalah selembar otot yang memisahkan perut anak dari dada. Si Kecil tidak bisa merasakan hernia hiatus atau melihat tonjolan.

Kebanyakan anak yang mengalami hernia hiatus tidak memiliki gejala. Tapi satu gejala yang mungkin anak akan rasakan adalah mulas. Jika Si Kecil sering mengalami gejala, atau jika sangat parah, anak mungkin juga menderita penyakit gastroesophageal reflux (GERD). Hernia hiatus dapat menyebabkan GERD. Merupakan hal yang umum untuk memiliki kedua masalah pada saat yang bersamaan.

Jika anak tidak memiliki gejala, maka tidak memerlukan pengobatan. Tetapi jika gejalanya sampai mengganggu buah hati kita, dokter anak mungkin menyarankan perubahan gaya hidup atau obat-obatan.

5. Hernia Insisional

6 Jenis Hernia Pada Anak Yang Perlu Moms Ketahui 05.jpg

Foto: icanresearch.org

Menurut informasi dari The Barbara Bush Children Hospital, hernia insisional adalah tonjolan yang terjadi saat sebagian usus keluar dari dinding perut melalui irisan bekas operasi.

Hernia insisional paling sering terjadi akibat irisan bekas operasi di perut tidak berhasil pulih dan menutup sendiri dengan sempurna. Jenis hernia ini bisa terjadi selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun setelah operasi. Seringkali, sayatan terjadi di sepanjang sayatan vertikal (atas dan bawah). Jenis hernia ini bisa terjadi pada anak dengan kondisi:

  • Sangat kelebihan berat badan.
  • Lebih tua.
  • Pernah menggunakan obat steroid.
  • Mengalami masalah paru-paru setelah operasi.
  • Pernah mengalami infeksi luka setelah operasi atau pernah menjalani lebih dari satu operasi dengan menggunakan sayatan yang sama.

Tonjolan hernia insisional bisa membesar saat anak batuk atau mengejan, dan beresiko menyebabkan komplikasi bila tidak segera ditangani melalui prosedur operasi. Bicarakan dengan dokter anak segera tentang pilihan perawatan yang tepat.

Baca Juga: Hernia Pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Mengobatinya

6. Hernia Akibat Olahraga

6 Jenis Hernia Pada Anak Yang Perlu Moms Ketahui 06.jpg

Foto: destinationwellnesscenter.com

Walau lebih sering terjadi pada orang dewasa, hernia akibat olahraga juga bisa terjadi pada anak yang aktif berolahraga lho, Moms.

Hernia akibat olahraga terjadi saat otot di pangkal paha sobek akibat melakukan gerakan keras seperti berganti arah dengan cepat, memutar dan membalikkan badan, ataupun mengangkat beban berat.

Hernia akibat olahraga tidak menimbulkan tonjolan, tapi gejala utamanya pembengkakan dan nyeri di pangkal paha. Pada anak laki-laki, nyeri biasanya bisa terasa juga di area skrotum atau buah zakar.

Hernia sebenarnya tidak berbahaya, tapi perlu segera ditangani untuk mencegah komplikasi dan Si Kecil bisa kembali beraktivitas dengan nyaman.

Penyebab Hernia pada Anak

penyebab hernia pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Hernia ini cukup umum terjadi pada anak-anak. Bayi, terutama bayi prematur, juga bisa lahir dengan herdia pada mereka.

Beberapa bayi terlahir dengan lubang kecil di dalam tubuh yang akan menutup suatu saat ketika mereka sudah lebih besar. Jaringan di sekitarnya dapat masuk ke lubang seperti itu dan menjadi hernia. Tidak seperti hernia yang terlihat pada orang dewasa, area ini tidak selalu dianggap sebagai kelemahan pada dinding otot, tetapi area normal yang belum tertutup.

Terkadang jaringan dapat masuk melalui bukaan dinding otot yang hanya dimaksudkan untuk arteri atau jaringan lain. Dalam kasus lain, ketegangan atau cedera membuat titik lemah di dinding otot. Kemudian, bagian organ terdekat bisa mendorong ke titik lemah tersebut sehingga membengkak dan menjadi hernia.

Perbaikan hernia adalah salah satu operasi paling umum yang dilakukan anak-anak. Penting untuk mengetahui tanda-tanda hernia agar anak kita bisa mendapatkan perawatan medis yang tepat.

Gejala Hernia pada Anak

gejala ini menunjukkan hernia pada anak

Foto: momjunction.com

Anak laki-laki memiliki enam kali kemungkinan lebih untuk menderita hernia daripada anak perempuan. Dalam sebagian besar kasus, hernia pada anak bisa didiagnosis oleh orang tua yang memperhatikan tonjolan atau oleh dokter selama pemeriksaan fisik rutin.

Gejala hernia umumnya pada anak meliputi:

  • Adanya benjolan di selangkangan dekat paha.
  • Si Kecil yang menangis terus-menerus, terutama pada bayi.
  • Benjolan yang lebih besar saat anak berdiri atau mengejan (seperti menangis atau batuk) dan benjolan akan menghilang saat anak berbaring atau dalam posisi rileks.
  • Merasa nyeri dan seperti sesuatu agak lembut.

Cara Mengatasi Hernia pada Anak

cara rumahan mengatasi hernia anak

Foto: Orami Photo Stock

Hernia pada anak tentu perlu diatasi. Mengatasi hernia pada anak paling sering dilakukan dengan pembedahan untuk menghindari komplikasi seperti tercekik, di mana sebagian usus terperangkap dalam hernia, sehingga memutus suplai darah ke bagian usus tersebut.

Bayi berusia 6 bulan dan lebih muda dengan hernia inguinalis memiliki risiko pencekikan yang jauh lebih tinggi daripada anak yang lebih tua dan orang dewasa. Tanda-tanda hernia mungkin tercekik meliputi:

  • Mual dan muntah.
  • Perut kembung.
  • Tonjolan yang membesar dan merah serta lembut saat disentuh.

Sebagian besar anak yang lebih tua dan remaja yang didiagnosis dengan hernia sebenarnya telah memiliki kelemahan otot atau jaringan perut lainnya sejak lahir. Kabar baiknya, hernia sering terjadi dan mudah diobati tanpa efek kesehatan jangka panjang yang merugikan.

Atau jika khawatir, Moms juga bisa mengatasi hernia pada anak dengan cara rumahan berikut ini.

1. Hidrasi Anak dengan Baik

Berikan anak Moms air putih dalam jumlah yang cukup setelah setiap menyusui. Air diketahui dapat menjaga kebersihan sistem dan dapat mengurangi masalah hernia umbilikalis. Ini meningkatkan sirkulasi darah dan dapat mengurangi ketegangan saat buang air besar.

2. Gunakan Aloe Vera

Moms bisa mengatasi hernia pada anak dengan lidah buaya. Moms dapat mengekstrak jus lidah buaya dan menambahkannya ke makanan yang disiapkan untuk anakyang sudah lebih besar.

Jika anak Moms berusia di bawah enam bulan, Moms dapat memberinya beberapa sendok teh jus yang diekstrak setelah berkonsultasi dengan dokter anak tentunya.

3. Manfaatkan Minyak Kelapa dan Minyak Zaitun

Minyak kelapa dan minyak zaitun dianggap sangat efektif dalam mengurangi terjadinya hernia pusar pada bayi. Dianjurkan agar Moms secara teratur memijat perut anak dengan kelapa atau minyak zaitun, sebanyak lima hingga enam kali dalam sehari.

4. Makan Buah Beri

Tahukah Moms bahwa buah beri dianggap sebagai salah satu obat alami terbaik untuk hernia pusar. Hal ini dikarenakan buah beri kaya akan antioksidan dan memiliki kandungan serat yang tinggi yang meningkatkan sistem kekebalan tubuh Si Kecil.

5. Makan Sayuran Hijau

Selain menyehatkan, sayuran hijau segar seperti brokoli, capsicum, mentimun, dan bayam memiliki kandungan serat, vitamin dan mineral yang tinggi yang dapat membantu mengatasi hernia pada anak.

6. Akar Jahe

Moms bisa gunakan jus jahe pekat atau jahe mentah untuk menghilangkan rasa sakit dan ketidaknyamanan di perut Si Kecil. Selain itu cara ini juga anak meningkatkan sistem kesehatan Si Kecil pada saat bersamaan. Akar jahe bisa mencegah lambung memproduksi cairan lambung yang terjadi dalam kasus hernia hiatus. Namun Moms bisa memberikannya pada anak jika ia suka ya, jika tidak, jangan dipaksa.

7. Gunakan Kantong Es

Mengatasi hernia pada anak juga bisa dilakukan dengan mengompres es lho Moms. Saat anak menderita hernia, bisa terjadi peradangan dan nyeri di perut.

Kompres es memicu kontraksi saat dioleskan ke area yang terkena dan mengurangi peradangan di dalam tubuh. Selain itu, obat ini sering kali meredakan nyeri dan kembung.

Nah, setelah mengetahui informasi-informasi penting di atas, sekarang Moms sudah tidak bingung lagi kan bagaimana cara mengatasi hernia pada anak?

Artikel Terkait