Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




ASI & MPASI | Apr 12, 2018

6 Kondisi yang Membuat Ibu Perlu Bantuan Donor ASI Perah (ASIP)

Bagikan


6 Kondisi yang Membuat Ibu Perlu Bantuan Donor ASI Perah (ASIP)

Agar tumbuh kembang optimal, bayi membutuhkan asupan ASI secara eksklusif pada usia 0-6 bulan. Akan tetapi, tak semua ibu mampu atau berhasil menyusui Si Kecil karena sesuatu hal. Bila ini yang Moms alami, tak perlu khawatir karena bisa coba mendapatkan donor ASI dari ibu lain.

Ya, kondisi setiap ibu berbeda-beda. Ada yang mengalami masalah sehingga tak dapat memberikan ASI pada Si Kecil dengan mencukupi. Akan tetapi, ada juga para ibu yang produksi ASI-nya berlebihan. Nah, ibu yang menghasilkan banyak ASI ini dapat mendonorkan ASI pada ibu yang produksi ASI-nya sedikit atau tak mencukupi kebutuhan bayi.

Baca Juga : Bolehkah Memberikan ASIP Menggunakan Sendok?

Ada berbagai faktor yang menyebabkan Moms memerlukan donor ASI, yaitu:

  1. Payudara tak berkembang selama hamil

Ketika hamil, payudara Moms akan berkembang atau membesar sebagai persiapan untuk memproduksi ASI. Akan tetapi, pada sebagian ibu hal itu tak terjadi. Bahkan, produksi ASI pun tidak banyak. Bila Moms merasa Si Kecil memerlukan lebih banyak ASI, tak ada salahnya untuk mencari donor ASI.

Baca Juga : Mana yang Lebih Baik untuk Penyimpanan ASI Perah, Botol atau Plastik ASI?

  1. Pernah menjalani operasi payudara

Tindakan operasi pada payudara, misalnya pengurangan ukuran payudara di sekitar puting susu dan areola boleh jadi bisa berefek pada produksi ASI. Namun hal itu bergantung pula pada letak luka bedah payudara  dan jenis tindakan operasi yang pernah dilakukan.

Baca Juga : Meminimalisir Puting Lecet Karena Menyusui

  1. Trauma persalinan

Proses persalinan memang tidaklah sesaat. Butuh waktu dan proses yang panjang dan sulit. Hal ini dapat memicu stres baik secara fisik maupun psikis. Akibatnya, bisa mengganggu pemberian ASI pada masa awal kelahiran bayi hingga kondisi Moms pulih kembali.

Nah, pada masa tersebut, mungkin Moms memerlukan donor ASI untuk membantu mencukupi kebutuhan ASI Si Kecil.

  1. Puting datar, masuk ke dalam, atau sangat besar

Persoalan pada puting susu juga dapat mengganggu proses pemberian ASI. Misal, puting datar, masuk ke dalam atau sangat besar.

Sebagian ibu mungkin dapat mengatasi masalah ini. Akan tetapi, bila puting datar lantaran payudara mengalami pembengkakan yang sangat parah atau puting susu masuk ke dalam sehingga bayi kesulitan menyusui, tentu ini menjadi persoalan dan Moms mungkin butuh donor ASI.

Baca Juga : Penanganan Mastitis, Payudara Bengkak pada Ibu Menyusui 

  1. ASI tak keluar hingga hari ke-4 usai persalinan

Bagi sebagian ibu, menyusui untuk pertama kali mungkin terasa menyulitkan. Akan tetapi, bila persoalan ini terus berlanjut tanpa solusi, bahkan hingga lebih dari hari keempat, ini dapat mengakibatkan  bayi menderita dehidrasi dan berat badannya menurun. Nah, pada saat ini, bayi mungkin perlu donor ASI.

  1. Ibu mengalami masalah kesehatan

Bila Moms memiliki gangguan kesehatan, misalnya diabetessindrom ovarium polikistik, atau kondisi medis lain yang dinilai bisa mengganggu produksi ASI, Anda mungkin membutuhkan donor ASI untuk membantu memenuhi kebutuhan ASI bayi Anda.

(HIL)

Sumber: babycenter.com, verywell.com

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.