Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Pasca Melahirkan | Apr 6, 2018

6 Mitos Seputar Perubahan Payudara Setelah Melahirkan

Bagikan


Ada banyak kesalahpahaman dan mitos setelah melahirkan, yang sering menyebabkan kebingungan di kalangan perempuan. Salah satunya adalah perubahan payudara, yang merupakan masalah yang lazim dihadapi oleh perempuan setelah melahirkan.

Berikut adalah beberapa mitos setelah melahirkan tentang perubahan payudara yang sering dipercaya secara turun-temurun beserta fakta di baliknya.

Mitos #1: Perubahan payudara akan tampak lebih besar selama kehamilan dan akan tetap sama setelah melahirkan

Fakta: SALAH! Payudara memang akan terlihat lebih besar selama dan setelah kehamilan, namun perubahan payudara akan berhenti setelah selesai masa menyusui (penyapihan), entah Moms menyusui ataupun tidak.

Menurut sebuah penelitian di Aesthetic Surgery Journal pada tahun 2008, menyusui bukan merupakan faktor risiko ptosis payudara (kata lain dari mengendur).

Menurut Mary Jane Minkin, MD, seorang profesor klinis kebidanan dan ginekologi di Yale University School of Medicine, “Perubahan payudara dalam hal ukuran dan bentuk terjadi selama kehamilan dan tetap membesar selama menyusui, tetapi kemudian perlahan-lahan menyusut kembali setelah menyusui. Penurunan berat badan dan peregangan jarignan (deflasi) payudara bisa membuatnya mengendur.”

Mitos #2: Menyusui dapat menyebabkan perubahan payudara dan mengurangi sensitivitas

Fakta: SALAH! Meskipun kehamilan mengubah tampilan dan bentuk payudara, para ahli menyatakan bahwa menyusui tidak menyebabkan perubahan payudara yang berlebihan.

Menurut konsultan laktasi Linda M. Hanna, IBCLC, dengan Cedars-Sinai Medical Center di Los Angeles “Itu hanya mitos lama. Justru menyusui dapat membantu melindungi payudara.” Memang, studi menunjukkan bahwa wanita yang menyusui dapat mengurangi risiko kanker payudara di kemudian hari.

Menurut Dr. Khuthaila, “Satu hal yang dapat dilakukan untuk membantu penurunan berat badan adalah dengan menyusui, bahkan meskipun hanya dalam beberapa minggu, karena hormon yang terkait dalam masa menyusui juga berperan untuk mengembalikan uterus dalam keadaan semula seperti sebelum hamil.”

Mitos #3: Mengenakan bra khusus selama 24 jam dapat membantu mencegah perubahan payudara

Fakta: SALAH! Ini mitos yang sudah umum beredar di kalangan ibu yang baru melahirkan. Tidak ada data yang menunjukkan bahwa memakai bra tertentu selama 24 jam misalnya seperti push-up bra dapat mencegah perubahan payudara.

Selain itu, memakai bra seharian juga tidak akan membuat Moms merasa nyaman, terutama pada waktu tidur. Namun, Moms perlu menggunakan bra khusus yang akan memberi penopang pada payudara selama berolahraga.

Mitos #4: Olahraga khusus untuk mengencangkan payudara bisa mencegah payudara kendur!

Fakta: SALAH! Tidak ada otot di payudara, sehingga tidak mungkin dapat mengencangkannya dengan olahraga. Namun, latihan dada dapat menambahkan kekuatan otot dada.

Melakukan Pushups dapat membentuk payudara dan membantu mengurangi timbunan lemak berlebih di sekitar dada. Angkat besi, chest press dan dumbbells juga dapat membantu mengencangkan dada.

Mitos #5: Payudara kecil tidak bisa kendur!

Fakta: SALAH! Ini adalah mitos bahwa hanya payudara besar yang bisa kendur. Perubahan payudara ini tergantung pada rasio lemak dan jaringan payudara yang menentukan apakah payudara dapat kendur atau tidak. Lebih banyak lemak dan kurangnya jaringan sangat rentan terhadap masalah perubahan payudara ini.

Mitos #6: Tidak ada yang dapat dilakukan untuk mencegah perubahan payudara

Fakta: SALAH! Karena perubahan payudara tidak bisa dihindari bagi banyak perempuan setelah melahirkan, Moms dapat mengambil langkah-langkah preventif setidaknya untuk menguranginya.

Sebuah studi di Aesthetic Surgery Journal menemukan bahwa BMI yang tinggi (obesitas) dan riwayat merokok merupakan faktor risiko perubahan payudara. Selain itu, hindari diet yo-yo karena menyebabkan kenaikan dan penurunan berat badan secara ekstrem sehingga berpengaruh pada seluruh jaringan payudara.

Nah, apakah keraguan Moms sudah terjawab sekarang?

(ROS)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.