Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Bayi | Apr 3, 2018

6 Tradisi Merayakan Kelahiran Bayi yang Hanya Ada di Indonesia

Bagikan


Biasanya kelahiran seorang bayi disambut dengan perayaan sebagai wujud suka cita orang tua atas kelahiran buah hati mereka. Indonesia yang kaya akan adat dan budaya nyatanya juga memiliki tradisi menyambut kelahiran bayi yang beragam.

Di setiap daerah memiliki tradisi kelahiran bayi dengan keunikannya tersendiri. Penasaran? Nah, berikut ini merupakan 6 tradisi dari berbagai wilayah di Indonesia untuk menyambut dan merayakan kelahiran bayi.

1. Jatakarma Samskara – Bali

Jatkarma Samskara merupakan upacara kelahiran dari masyarakat Bali. Dalam upacara ini dilantunkan doa-doa agar bayi memiliki masa depan yang baik.

Ayah si bayi juga diminta menyentuh serta mencium buah hatinya yang baru lahir, sekaligus membacakan mantera pemberkatan di telinga sang bayi. Mantera tersebut berisi harapan agar kelak buah hatinya menjadi anak yang pintar dan berumur panjang.

Baca juga: Pengaruh Warna Terhadap Tumbuh Kembang Bayi

2. Medak Api – Suku Sasak

Orang Sasak di Lombok percaya bahwa nama yang tidak cocok akan mengundang nasib buruk. Maka dari itu, pemberian nama tidak dapat dilakukan sembarangan.

Orang tua bayi biasanya berkonsultasi dengan Kiai atau Pemangku mengenai nama yang akan diberikan kepada buah hatinya. Tradisi pemberian nama atau Medak Api sendiri dilaksanakan setelah bayi berusia tujuh atau sembilan hari.

3. Turun Mandi – Minangkabau

Upacara Turun Mandi di Minangkabau dilaksanakan untuk mensyukuri nikmat berupa kelahiran bayi. Tujuan dari tradisi ini adalah untuk memperkenalkan bayi yang baru lahir tersebut kepada masyarakat.

Sedangkan bagi sang ibu, upacara Turun Mandi merupakan kesempatan keluar rumah untuk pertama kalinya setelah menjalani pemulihan pasca melahirkan.

Baca juga: 6 Etika Menjenguk Bayi Baru Lahir yang Wajib Diketahui

4. Brokohan – Jawa

Jawa memang dikenal memiliki sederet upacara yang berhubungan dengan bayi baru lahir, salah satunya adalah Brokohan. Tradisi Jawa yang satu ini dilangsungkan sehari setelah bayi dilahirkan, tujuannya untuk menyambut kelahiran bayi. Brokohan sendiri berasal dari kata barokah-an yang berarti memohon berkah serta keselamatan atas kelahiran bayi.

Saat Brokohan, biasanya sanak saudara dan tetangga dekat berdatangan berkumpul sebagai tanda turut bahagia merayakan proses kelahiran bayi yang sudah berjalan lancar. Selain itu, para tetangga yang datang juga tidak jarang membawa berbagai macam oleh-oleh berupa perlengkapan bayi maupun makanan untuk keluarga yang melahirkan.

5. Sepasaran – Jawa

Masih dari Jawa, kelahiran bayi juga disambut dengan Sepasaran. Upacara adat ini dilakukan setelah bayi berusia lima hari. Dalam melaksanakannya, pihak keluarga akan mengundang keluarga besar dan tetangga sekitar untuk ikut mendoakan si bayi.

Biasanya acara Sepasaran dilakukan secara sederhana dengan kenduri. Sementara bagi keluarga yang tergolong berada atau sedang memiliki rezeki lebih, biasanya digelar seperti halnya mantu (pesta resepsi pernikahan). Adapun inti dari upacara adat ini adalah upacara selamatan dan ajang untuk mengumumkan nama bayi baru lahir.

Baca juga: Kejang Pada Bayi, Apa Benar Pengaruhi Kecerdasan Otaknya?

6. Moana – Sulawesi

Upacara Moana merupakan upacara adat untuk menyambut kelahiran bayi yang dilaksanakan di Palu. Upacara adat ini terdiri dari dua kegiatan, yakni upacara pemotongan Tumbuni (placenta) yang dilanjutkan dengan perawatan placenta dan upacara bayi naik ayunan sampai bayi mulai menginjak tanah.

Setelah bayi dilahirkan, seorang Topopanuju (dukun bayi) menaikkan bayi tersebut ke ayunan yang sudah disediakan. Masyarakat setempat menyebut ayunan tersebut umbu. Bayi yang mengikuti upacara adat ini biasanya berusia antara tiga hingga tujuh hari.

Biasanya, agenda waktu perencana maupun penyelenggaraan upacara Moana ditentukan oleh Topopanuju. Dalam hal ini, Topopanuju juga membantu mempersiapkan umbu (ayunan) yang akan digunakan.

Itu dia beberapa tradisi menyambut bayi baru lahir dari beberapa daerah di Indonesia. Nah, upacara adat apa yang Moms gelar untuk menyambut kelahiran Si Kecil?

(RGW)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.