Tren

1 Desember 2020

7+ Cara Mengurangi Pemakaian Plastik di Kehidupan Sehari-Hari

Berhenti mengunyah permen karet juga salah satu caranya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Plastik telah menjadi elemen konstan dalam hidup kita. Ada di mana-mana, seperti kemasan produk, bahan kosmetik, tekstil, ponsel, dll. Bahkan ada di dalam permen karet yang mungkin kita sering kunyah!

Kehadirannya yang sedemikian rupa sehingga banyak yang akan menemukan fakta bahwa tidak menggunakan plastik lagi adalah tugas yang sulit. Oleh karena itu, mengurangi konsumsi plastik tidak hanya membutuhkan perubahan kebiasaan, tetapi juga perubahan pola pikir.

Masyarakat dunia juga dikejutkan dengan kabar ditemukannya 5,9 kilogram sampah plastik dalam perut bangkai paus sperma yang terdampar di Wakatobi pada November 2018.

Baca Juga: 5 Barang Rumah Tangga Ini Bisa Didaur Ulang

Sudah bukan rahasia bahwa Indonesia merupakan salah satu negara penyumbang sampah plastik terbanyak di dunia. Saat ini, Indonesia berada di urutan kedua. Dan jika pada 2030 sampah tersebut tidak dikurangi, jumlahnya bisa lebih banyak dari jumlah ikan yang ada di laut Indonesia.

Seram sekali ya Moms? Nah, agar hal itu tidak terjadi, kita sebaiknya mulai mengurangi pemakaian plastik pada kehidupan sehari-hari.

Dengan begitu, kita bisa berkontribusi untuk mengurangi sampah plastik di Indonesia.

Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk membantu mengurangi sampah plastik. Apa saja? Yuk kita cari tahu Moms!

Cara Mengurangi Sampah Plastik

Meminimalisir penggunaan plastik jauh lebih sederhana dari yang terlihat. Berikut beberapa tips yang dapat mengubah hidup Moms dan kehidupan planet ini. Diikuti ya, Moms.

1. Hindari Penggunaan Sedotan Plastik

Apakah Moms membutuhkan sedotan? Sepertinya tidak. Ketika makan di luar, sebaiknya tidak perlu meminta sedotan. Jika Moms membutuhkan sedotan, sebaiknya gunakan sedotan stainless steel yang bisa digunakan berulang kali.

2. Gunakan Kantong Reuseable

plastic bags pengilley

Foto: theindependent.co.uk

Kita pergi ke supermarket setidaknya sekali seminggu untuk mengisi lemari kebutuhan dapur kita. Dan karena itu, sebanyak satu juta kantong plastik digunakan setiap menitnya, untuk mengurangi hal ini sebaiknya mulai menggunakan kantong reuseable untuk berbelanja.

Belilah kantong yang besar dan kuat untuk membantu mengurangi jumlah sampah plastik. Pilihlah kantong yang terbuat dari bahan katun ketimbang nilon atau polyester yang terbuat dari plastik juga.

Jika setiap kali kita pergi kita menggunakan tas yang dapat digunakan kembali (kain, tali atau anyaman), kesehatan planet kita akan meningkat. Mulai sekarang ingatlah untuk mengambil milik Moms saat meninggalkan rumah.

3. Pilih Toko yang menggunakan Kemasan Kertas

Jika sering berbelanja di banyak tempat, Moms pasti tahu betul mana toko yang memberikan kemasan kertas dan plastik. Pilihlah berbelanja di toko yang menggunakan kemasan kertas untuk membantu mengurangi sampah plastik.

Baca Juga: 10 Kebiasaan Ini Bikin Gampang Sakit dan Tambah Gemuk

4. Beli Langsung Banyak

cara mengurangi sampah plastik

Foto: Orami Photo Stock

Sebagian besar sampah plastik dunia berasal dari dapur. Salah satu cara terbaik untuk mengurangi plastik adalah dengan menyimpan makanan dalam jumlah besar. Alih-alih menyimpannya dalam wadah plastik sekali pakai, gunakan toples belanja dan wadah kaca.

Bawalah wadah sendiri saat berbelanja sehingga Moms tidak perlu menggunakan kantong plastik.

5. Berhenti Membeli Air Minum Kemasan

Alih-alih membeli air minum kemasan yang berkontribusi menambah sampah plastik, Moms sebaiknya selalu membawa botol minum sendiri. Di beberapa tempat sudah ada tempat pengisian air minum.

Baca Juga: 5 Pilihan Pekerjaan untuk Full-Time Moms di Rumah

6. Berhenti Mengunyah Permen Karet

cara mengurangi sampah plastik

Foto: Orami Photo Stock

Tahukah Moms, sebagian besar permen karet yang beredar di pasaran mengandung plastik?

Permen karet pertama dibuat dari getah pohon yang disebut chicle, yang merupakan karet alam. Kemudian, para ilmuwan menciptakan karet sintetis, polietilen dan polivinil asetat untuk menggantikan karet alam di sebagian besar permen karet.

Jadi, sekarang ini, Moms kemungkinan besar mengunyah plastik beracun. Polivinil asetat dibuat menggunakan vinil asetat, yang merupakan bahan kimia yang terbukti menyebabkan tumor pada tikus percobaan.

Oleh karena cobalah untuk mengurangi permen karet dan membuangnya ke wadah daur ulang yang benar. Moms juga dapat memilih permen karet alami dan organik.

Baca Juga: Ajari Anak Membuang Sampah Pada Tempatnya Dengan 4 Cara Mudah Ini

7. Pilih Barang dengan Kemasan Kardus

Pilih karton daripada botol dan tas plastik. Berdasarkan jurnal Life Cycle Inventories of Waste Management Processes, secara umum, lebih mudah untuk mendaur ulang karton daripada plastik-plastik, ditambah produk kertas cenderung lebih mudah terurai tanpa menambahkan banyak bobot pada produk seperti kaleng kaca atau aluminium.3 Jadi, ketika Anda punya pilihan, pilih pasta di kotak sebagai pengganti pasta dalam kantong, atau deterjen di dalam kotak sebagai pengganti botol. Yang lebih baik adalah memeriksa perusahaan yang mendapatkan kardusnya secara berkelanjutan atau memiliki sikap yang kuat terhadap deforestasi.

8. Ganti Tupperware Plastik dengan Wadah Kaca atau Baja

cara mengurangi sampah plastik

Foto: daraz.pk

Nah, ini pas sekali untuk para ibu di rumah yang mungkin mengoleksi Tupperware. Faktanya Tupperware yang terbuat dari plastik juga bisa menyakiti bumi kita.

Oleh karena itu, Moms disarankan untuk mengubah rutinitas dan memilih wadah kaca atau stainless steel. Planet ini tidak hanya akan menghargainya, tetapi juga kesehatan kita juga akan terjaga karena beberapa wadah plastik ini dapat melepaskan zat berbahaya saat digunakan.

9. Bantu Orang di Sekitar Kita Sadar Pentingnya Mengurangi Penggunaan Plastik

Jika selain mengurangi konsumsi plastik, Moms juga berhasil membuat keluarga, teman, dan rekan kerja melakukan hal yang sama dengan memberi contoh, dampak dari tindakan yang kita lakukan untuk kebaikan planet ini akan meningkat secara eksponensial.

Jadi mulailah dari lingkungan kecil di sekitar kita dulu ya Moms. Semangat!

10. Berhenti Membeli Air Kemasan

mengurangi sampah plastik

Foto: food.ndtv.com

Kecuali jika terjadi semacam krisis kontaminasi, botol air plastik adalah sasaran empuk untuk mengurangi limbah. Sebaliknya, siapkan botol isi ulang. Jadi Moms bisa berhemat juga dengan tidak membeli air kemasan terus-menerus. Biasakan hal ini ke mana pun kita pergi ya Moms.

11. Bawalah Termos Sendiri ke Kedai Kopi

Berbicara tentang isi ulang, membawa termos kita sendiri untuk kopi bekas adalah cara lain untuk mengurangi jejak plastik. Gelas kopi sekali pakai mungkin terlihat seperti kertas tetapi biasanya dilapisi dengan polietilen, sejenis resin plastik.

Baca Juga: 5 Alternatif Enak dan Sehat Pengganti Susu untuk Es Kopi Susu

Secara teori, bahan-bahan ini dapat didaur ulang, tetapi kebanyakan tempat kekurangan infrastruktur untuk melakukannya. Lalu ada tutup, pengaduk, dan penjaja kopi yang masih menggunakan cangkir busa polistiren, yang semuanya bisa dihindari dengan mug yang kita bawa sendiri.

12. Pikirkan Kembali Penyimpanan Makanan Kita

mengurangi sampah plastik

Foto: forbes.com

Kantong plastik, bungkus plastik, dan wadah penyimpanan plastik patut dievaluasi ulang. Daripada membeli makan siang, Moms bisa mengemas kotak bento atau makan siang yang lucu untuk makan siang.

Daripada membuang kantong plastik ritsleting atau membungkus barang dengan bungkusan, mengapa tidak menggunakan stoples atau wadah kaca di lemari es? Dalam hal pengerjaan, jenis wadah ini digunakan sebagai pengganti wadah sekali pakai, meskipun ini pasti membutuhkan sedikit keberanian dan beberapa penjelasan untuk membantu restoran lokal memahami.

Itulah beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk membantu mengurangi sampah plastik. Mulailah dari sekarang untuk membantu bumi kita ya, Moms!

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait