Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Rupa-rupa | Nov 4, 2018

7 Fakta Marie Thomas, Dokter Perempuan Pertama di Indonesia

Bagikan


Setiap 24 Oktober, Indonesia memperingati Hari Dokter Nasional. Di Indonesia, profesi sebagai dokter memang sudah banyak ditekuni. Rasanya sudah banyak sekali tenaga dokter baik laki-laki maupun perempuan.

Tapi zaman dulu perempuan sulit sekali menjadi seorang dokter. Hal ini tentunya banyak membuat orang bertanya-tanya, siapakah perempuan Indonesia pertama yang berhasil menjadi dokter?

Dilansir dari Good News From Indonesia, inilah fakta tentang Maria Thomas sebagai dokter perempuan pertama di Indonesia:

Murid STOVIA

Tahun 1851 silam berdirilah sebuah sekolah dokter untuk kaum Hindia Belanda yang bernama STOVIA atau School Tot Opleiding Van Inlandsche Artsen.

Di sekolah yang penuh dengan murid laki-laki ini, sulit sekali untuk memberikan kesempatan pada perempuan menjadi seorang dokter.

Hingga akhirnya seorang dokter dari Belanda, Aletta Jacobs hadir dan membawa perubahan besar terutama bagi perempuan. Berkat dirinyalah akhirnya Marie Thomas berkesempatan untuk belajar di STOVIA.

Putri Seorang Tentara

Marie Thomas lahir di Minahasa, Sulawesi Utara pada 1896. Ayahnya adalah seorang tentara yang sering berpindah kota, hal inilah yang membuat ia kemudian sering berpindah tempat tinggal. Ia pernah merasakan bersekolah di Manado hingga Surabaya.

Baca Juga: Terkenal di Dunia Hiburan, Siapa Sangka 5 Artis Ini Juga Dokter

Kesulitan Biaya Pendidikan

Meskipun sudah mendapatkan izin bagi kaum perempuan untuk bersekolah di STOVIA. Namun sayangnya, para perempuan yang ingin menjalani pendidikan dokter masih menerima diskriminasi.

Berbeda dengan kaum laki-laki yang dibiayai pemerintah, para perempuan harus membayar biaya pendaftaran hingga biaya hidup mereka sendiri.

Inilah sebabnya ada beberapa perempuan Belanda di Batavia yang kemudian mendirikan yayasan untuk membantu pendidikan bagi perempuan.

Mendapat Beasiswa

Karena kecerdasannya, Marie Thomas kemudian berhasil mendapatkan beasiswa untuk bersekolah di STOVIA.

Tahukah Moms, kala itu Marie Thomas menjadi satu-satunya perempuan d iantara 180 siswa laki-laki yang bersekolah kedokteran hingga akhirnya dua tahun kemudian, ada seorang perempuan bernama Anna Warouw menjadi murid STOVIA juga.

Baca Juga: Keren! 4 Seleb Cilik Ini Sekarang Menjadi Dokter

Banyak Mendapat Penghargaan

Setelah lulus dari STOVIA pada 1922, Marie Thomas langsung bekerja sebagai dokter di rumah sakit terbesar di Batavia yang kini kita kenal dengan nama RS Cipto Mangunkusumo.

Tak hanya itu, ia juga mendapat banyak penghargaan dalam karirnya sebagai spesialis ginekologi dan kebidanan.

Marie juga merupakan salah satu dokter pertama yang terlibat dalam proses mengontrol kelahiran bayi melalui metode IUD.

Mendirikan Sekolah Kebidanan

Marie Thomas yang menikah dengan teman sekelasnya sendiri di STOVIA yaitu Mohammad Yusuf kemudian pindah ke Padang.

Selain tetap menjadi dokter disana, ia juga tergabung dalam sebuah organisasi lokal di Padang bernama Vereeniging van Indonesische Geneeskundigen.

Pada 1950 kemudian mendirikan sekolah kebidanan di Bukittinggi. Sekolah ini merupakan sekolah kebidanan pertama yang berdiri di Sumatera dan kedua di Indonesia.

Baca Juga: Perbandingan Cita-cita Anak Zaman Dulu vs Zaman Sekarang

Meninggal Karena Pendarahan Otak

Marie Thomas tutup usia pada 1966 di usia 70 tahun dikarenakan pendarahan otak. Meski telah tiada, segala pencapaian dan dedikasi yang ia berikan dalam bidang kesehatan banyak menginspirasi banyak orang. Terlebih ia merupakan seorang dokter perempuan pertama Indonesia.

Kisah Marie membuktikan bahwa sebenarnya perempuan mampu sejajar dengan kaum pria, dan tak seharusnya membatasi diri hanya karena perbedaan gender. Hebat sekali ya, Moms?

Foto: javapost.nl

(MDP)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.