Gratis Ongkir minimum Rp 300.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Kesehatan Bayi | Jan 25, 2018

7 Fakta Seputar Campak dan Rubella pada Bayi

Bagikan


bayi campak dan rubella

Istilah campak dan rubella sepertinya sudah tidak asing bagi para Mama. Sebagaimana yang diketahui, campak merupakan penyakit menular dan serius yang disebabkan oleh virus. Hingga saat ini campak masih menjadi penyebab utama kematian bagi anak-anak meskipun sudah tersedia vaksin yang aman dan efektif. Sedangkan rubella merupakan penyakit akut dan menular yang disebabkan oleh infeksi virus. Penyakit ini biasanya ringan pada anak. Pada wanita hamil, rubella bisa berbahaya karena menyebabkan kelainan bawaan yang dikenal sebagai Sindrom Rubella kongenital (SRK).

Baca juga: Mengenal Imunisasi Measles Rubella (MR) yang Digalakkan Pemerintah

Berikut beberapa fakta mengenai campak dan rubella seperti dikutip dari idai.or.id:

  1. Menular Melalui Saluran Nafas dan Disebabkan Virus

Campak dan rubella merupakan penyakit infeksi menular melalui saluran nafas yang disebabkan virus. Anak dan orang dewasa yang belum pernah mendapatkan imunisasi campak dan rubella atau belum pernah mengalami kedua penyakit ini berisiko tinggi tertular.

  1. Campak Menyebabkan Komplikasi Serius, Rubella Penyakit Ringan

Campak pada bayi bisa menyebabkan komplikasi serius seperti radang paru (pneunomia), diare, kebutaan, radang otak (ensefalitis), gizi buruk, hingga kematian. Rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak, namun jika menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan bisa menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan.

  1. Gejala Penyakit Campak dan Rubella

Gejala penyakit campak adalah demam tinggi dan bercak kemerahan pada kulit yang disertai dengan batuk, pilek, dan mata merah (konjungtivis). Berbeda dengan campak, gejala penyakit rubella tidak spesifik, bahkan bisa tanpa gejala. Meskipun demikian, ada beberapa gejala umum dari penyakit rubella pada bayi berupa demam ringan, pilek, pusing, mata merah, dan nyeri pada persendian. Mirip dengan gejala flu.

  1. Bisa Dicegah tapi Tidak Bisa Diobati

Hingga saat ini tidak ada pengobatan untuk penyakit campak dan rubella, namun kedua penyakit ini bisa dicegah. Imunisasi menggunakan vaksin MR merupakan cara pencegahan terbaik untuk penyakit campak dan rubella. Satu vaksin ini bisa mencegah dua penyakit sekaligus.

  1. Vaksin yang Digunakan Berdasarkan Rekomendasi WHO dan Izin BPOM

Vaksin MR merupakan kombinasi vaksin campak atau measles (M) dan rubella (R) untuk perlindungan terhadap penyakit campak dan rubella.

Vaksin MR yang digunakan juga telah mendapatkan rekomendasi dari WHO dan izin dari Badan POM. Vaksin MR efektif untuk mencegah penyakit campak dan rubella. Vaksin ini aman dan telah digunakan di lebih dari 141 negara di dunia.

Imunisasi MR diberikan untuk semua anak usia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun selama kampanye MR. Selanjutnya, imunisasi MR masuk dalam jadwal imunisasi rutin dan diberikan pada anak usia 9 bulan, 18 bulan, dan kelas 1 SD/sederajat menggantikan imunisasi campak.

  1. Mata Merah pada Anak Campak Disebabkan Peradangan

Mata merah (konjungtivitis) yang terjadi pada anak campak disebabkan karena peradangan pada selaput ikat mata. Pengidap campak bisa mengalami gejala konjungtivitis yang membuat matanya gatal, perih, serta berair sehingga selaput meradang dan berbeda dari bintik merah yang muncul pada kulit.

  1. Penderita Campak Boleh Mandi

Fakta yang tidak kalah penting untuk Mama ketahui terkait campak adalah adanya mitos bahwa anak yang terkena campak tidak boleh mandi dan terkena angin. Terkait mitos tersebut, dr Meta Hanindita, SpA, dari RSUD Dr Soetomo Surabaya mengonfirmasi melalui detikHealth bahwa mitos tersebut tidak benar. dr Meta mengatakan, seseorang yang terkena campak dengan bintik merah boleh mandi karena tidak ada hubungannya dengan perluasan virus dan bagaimanapun kebersihan diri harus tetap dijaga.

(RGW)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.