Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Kesehatan Anak | Jun 21, 2018

7 Gejala Diabetes Pada Anak yang Harus Orangtua Kenali

Bagikan



Kebanyakan orang menganggap bahwa diabetes tipe 2 merupakan penyakit yang diderita orang dewasa. Tapi, pada kenyataannya, banyak juga anak yang menderita diabetes tipe 2 ini lho Moms.

Berbeda dengan diabetes tipe 1 yang merupakan bawaan lahir dan harus mendapatkan suntikan insulin seumur hidup mereka, diabetes tipe 2 ini terjadi karena adanya resistensi insulin.

Resistensi insulin adalah kegagalan untuk menggunakan insulin seperti seharusnya. Akibatnya, insulin yang harusnya bisa membantu sel menyerap glukosa, jadi tidak berfungsi. Glukosa kemudian bertumpuk dalam darah. Kondisi inilah yang kemudian dikenal sebagai diabetes.

Baca Juga : Apakah Anak yang Minum Susu Cokelat Berisiko Terkena Diabetes?

Penyebab utama terjadinya diabetes tipe 2 pada anak-anak adalah kelebihan berat badan atau obesitas. Di saat insulin dalam tubuh tidak bekerja dengan optimal, gula darah yang tinggi menyebabkan sejumlah masalah kesehatan yang cukup serius.

Faktor genetik juga berperan dalam terjadinya diabetes tipe 2 pada anak. “Meskipun persentasenya cukup kecil, hanya 10 persen. Gaya hidup yang berperan banyak,” kata Kepala Seksi Gangguan Metabolik Direktorat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Sylviana Andinisari.

Gaya hidup yang dimaksud dr Sylvi adalah gaya hidup seperti makan makanan yang tidak sehat serta minim aktivitas fisik yang akan mengarah kepada kelebihan berat badan atau bahkan obesitas.

Dr Sylvi mengatakan, diabetes tipe 2 pada anak tidak mudah untuk diidentifikasi. Kebanyakan anak baru diketahui mengidap diabetes tipe 2 saat dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan koma karena mengalami hiperglikemi atau gula darah tinggi.

Kendati begitu, dr Sylvi mengatakan ada beberapa gejala yang patut dicurgai oleh orangtua. Gejala-gejala ini bisa saja menjadi pertanda anak terkena diabetes tipe 2. Apa saja gejalanya? Disimak yuk Moms!

Baca Juga : Hindari Anak Mengonsumsi Gula Berlebih

1. Anak dengan berat badan berlebih

Berat badan anak yang berlebih dan membuatnya terlihat gemuk patut diwaspadai sebagai gejala diabetes tipe 2. Anak dengan berat badan berlebih bahkan hingga obesitas lebih rentan terhadap diabetes tipe 2.

2. Anak aktif menjadi suka mengantuk

Ketika Si Kecil yang aktif tiba-tiba menjadi tidak bergairah dan malah mudah mengantuk, Moms juga harus curiga. Bisa jadi ini tanda-tanda Si Kecil kena diabetes tipe 2.

3. Sering buang air besar bahkan ngompol

Penderita diabetes buang air lebih sering dari orang biasa. Jika Si Kecil yang sudah tidak lagi mengonpol tiba-tiba jadi sering mengompol, Moms juga harus curiga.

4. Mudah lapar dan haus

Karena sering buang air, anak juga akan terus merasa haus. Anak juga jadi mudah sekali lapar karena tidak adanya insulin untuk mentransfer gula di dalam tubuh sehingga proses ini akan menghabiskan energi mereka.

5. Berat badan turun drastis

Anak penderita diabetes memang makan dan minum banyak. Tapi, alih-alih menjadi makin berisi, tubuh si anak malah semakin kurus. Ini juga merupakan tanda anak terkena diabetes tipe 2.

6. Mudah lelah

Energi Si Kecil terkuras untuk mentransfer gula ke sel tubuh karena tidak ada insulin yang bekerja membantu proses tersebut. Hal itu membuat tubuh Si Kecil jadi mudah sekali lelah.

7. Pandangan kabur

Kadar gula darah yang tinggi membuat cairan dalam tubuh meningkat. Termasuk cairan dalam mata mereka. Hal ini yang menyebabkan pandangan mereka jadi kabur.

Itulah gejala-gejala anak terkena diabetes. Apakah moms menemukan gejala tersebut pada Si Kecil? Jangan dianggap enteng. Segera konsultasikan dengan dokter.

(AND)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.