Kehamilan

KEHAMILAN
29 Mei 2020

7 Tanda Gawat Janin yang Berbahaya, Moms Harus Kenali

Banyak hal yang perlu Moms ketahui mengenai kehamilan termasuk gawat janin yang berbahaya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Phanie Fauziah
Disunting oleh Dina Vionetta

Gawat janin adalah kehamilan darurat, persalinan, dan komplikasi persalinan di mana bayi mengalami kekurangan oksigen (asfiksia lahir), termasuk perubahan dalam detak jantung bayi (seperti yang terlihat pada monitor detak jantung janin), penurunan pergerakan janin, dan mekonium dalam cairan ketuban.

Tanda-tanda Gawat Janin

Menurut American Baby and Child Law Centers, gawat janin harus segera ditangani untuk menghindari ensefalopati hipoksik-iskemik atau hypoxic-ischemic encephalopathy (HIE) dan cedera permanen.

Berikut ini adalah tanda-tanda gawat janin yang mesti Moms waspadai.

1. Gerakan Janin Menurun

Kenali Lebih Jauh Mengenai Gawat Janin yang Berbahaya.jpg

Foto: healtlhine.com

Gerakan janin dalam rahim ibu adalah salah satu bagian paling menarik dalam kehamilan.

Selain membawa kegembiraan bagi keluarga, gerakan di dalam rahim adalah indikator penting kesehatan bayi.

Beberapa jeda teratur dalam gerakan adalah normal karena bayi tidur di dalam rahim.

Namun, jika bayi menjadi kurang aktif atau benar-benar berhenti bergerak, ini mungkin menjadi perhatian.

Moms perlu mengkonsultasikannya kepada dokter mengenai pergerakan janin dan melakukan tes tambahan jika memang pola pergerakannya dirasa abnormal.

Baca Juga: Tidur Siang Saat Hamil Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Janin, Benarkah?

2. Denyut Jantung Abnormal

Kenali Lebih Jauh Mengenai Gawat Janin yang Berbahaya 2.jpg

Foto: babycentre.co.uk

Beberapa pola denyut jantung janin menunjukkan tekanan yang dirasakan oleh janin.

Untuk mengamati detak jantung bayi yang belum lahir, dokter biasanya menggunakan perangkat pemantauan janin eksternal seperti sabuk kehamilan atau penyangga perut yang diikat di sekitar perut ibu, sementara pemantauan internal melibatkan pemasangan elektroda ke kulit kepala bayi.

Pada persalinan yang sehat, detak jantung bayi akan turun sedikit selama kontraksi, dan kemudian dengan cepat kembali normal setelah kontraksi berakhir.

Oleh karena itu, beberapa variabilitas dalam detak jantung sangat diharapkan.

Pola detak jantung janin berikut adalah contoh pola yang tidak meyakinkan dan memerlukan penyelidikan lebih lanjut dan intervensi medis.

  1. Denyut jantung yang cepat dan abnormal (takikardia)
  2. Denyut jantung yang lambat dan tidak normal (bradikardia)
  3. Penurunan detak jantung secara mendadak (deselerasi variabel)
  4. Terlambat kembali ke denyut jantung awal setelah kontraksi (deselerasi lambat)

Selain pemantauan janin, detak jantung janin yang abnormal dapat dikenali dalam non-stress test (NST) atau contraction stress test (CST).

3. Cairan Ketuban yang Abnormal

Kenali Lebih Jauh Mengenai Gawat Janin yang Berbahaya 3.jpg

Foto: babycenter.com

Jumlah cairan ketuban dapat ditentukan dengan menggunakan berbagai metode ultrasonografi (USG).

Biasanya USG akan menelusuri kondisi rahim dengan mengetahui mengenai volume cairan ketuban.

Jika ada cairan ketuban yang abnormal rendah, maka kondisi ini disebut oligohidramnion, yang bisa menyebabkan kekurangan oksigen dan cedera kelahiran seperti HIE dan cerebral palsy (CP).

Jika ada volume cairan ketuban yang abnormal tinggi, ini dikenal sebagai polihidramnion.

Kondisi polihidramnion juga bisa menyebabkan kekurangan oksigen dan cedera kelahiran berikutnya.

4. Hasil Baby’s Biophysical Profile (BPP) yang Abnormal

Kenali Lebih Jauh Mengenai Gawat Janin yang Berbahaya 4.jpg

Foto: verywellfamily.com

BPP mencakup USG untuk menilai pergerakan janin, pernapasan, tonus, dan volume cairan amnion.

Tes non-stres dan masing-masing dari empat parameter USG diberi skor nol atau dua poin (tidak ada satu poin).

Skor total delapan atau lebih tinggi dianggap normal, kecuali skor nol berhubungan dengan cairan ketuban yang rendah.

Skor empat atau lebih rendah mengindikasikan gawat janin dan membutuhkan tindakan segera.

Baca Juga: Trik Menjaga Air Ketuban Trimester Ketiga Tetap Aman Hingga Akhir Kehamilan

5. Pendarahan

Kenali Lebih Jauh Mengenai Gawat Janin yang Berbahaya 5.jpg

Foto: healthline.com

Perdarahan vagina merupakan kondisi yang cukup umum selama kehamilan.

Namun, perdarahan bisa menjadi indikasi bahwa ada sesuatu yang salah dengan kehamilan.

Salah satu contoh yang sangat berbahaya adalah solusio plasenta, yang terjadi ketika plasenta terlepas dari rahim, kondisi ini menyebabkan bayi kekurangan oksigen.

Pada awalnya mungkin tidak menyebabkan gawat janin, tetapi kondisi kesehatan ibu dan bayi berada dalam bahaya.

6. Kram

Kenali Lebih Jauh Mengenai Gawat Janin yang Berbahaya 6.jpg

Foto: myhealthdosage.com

Sama halnya dengan pendarahan, kram relatif normal selama kehamilan.

Hal ini dikarenakan saat bayi tumbuh, rahim juga ikut mengembang.

Namun, dalam beberapa kasus kram merupakan indikasi sesuatu yang lebih serius, seperti keguguran, solusio plasenta, preeklampsia, infeksi saluran kemih, atau persalinan prematur.

Baca Juga: Bisa Jadi Tanda Kelahiran Prematur, Ini Penyebab Kontraksi Dini saat Hamil

7. Berat Badan Kurang atau Berlebih

Kenali Lebih Jauh Mengenai Gawat Janin yang Berbahaya 7.jpg

Foto: immediate.co.uk

Para ahli percaya bahwa untuk wanita dengan berat badan pra-kehamilan yang sehat, kenaikan berat badan di mana saja antara 11-15 Kg adalah normal selama kehamilan (kisarannya berbeda untuk wanita yang di bawah atau kelebihan berat badan sebelum hamil, serta bagi mereka yang sedang hamil kembar).

Maka, jika Moms merasakan keluhan yang tidak wajar atau merasa ada sesuatu yang salah, berkonsultasilah dengan dokter.

Dokter tentunya akan menjelaskan secara mendalam mengenai hal ini, apalagi jika keluhan Moms cukup serius.

HIE Help Center menegaskan profesional medis harus mengatasi tanda-tanda gawat janin segera untuk mencegah terjadinya hypoxic-ischemic encephalopathy (HIE).

Jika gawat janin dibiarkan tidak terkelola kemudian terjadi HIE, maka bisa menyebabkan kerusakan otak jangka panjang dan permanen pada bayi.

Itulah berbagai tanda gawat janin yang harus Moms waspadai. Sekarang, Moms sudah mengerti, ya?

Artikel Terkait