Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




ASI & MPASI | May 30, 2018

7 Tanda Ibu Menyusui Harus Membatalkan Puasa

Bagikan


7 Tanda Ibu Menyusui Harus Membatalkan Puasa

Banyak ibu menyusui ragu untuk berpuasa dan khawatir ASI akan berkurang. Kondisi ini bisa dimengerti, terlebih jika ada sejumlah tanda dimana ibu menyusui harus membatalkan puasa.

Sebenarnya tidak ada larangan maupun keharusan ibu menjalani puasa sambil menyusuiTapi, jika Si Kecil masih berusia

di bawah 6 bulan dan hanya mengonsumsi ASI, Moms tentu harus mempertimbangkan kembali untuk berpuasa. Namun, jika Si Kecil sudah berusia lebih dari satu tahun, Moms boleh memulai untuk berpuasa sambil menyusui.

Baca Juga : 6 Tips Ibu Menyusui di Bulan Puasa

Dikutip dari Thedailystar, sebuah studi menyatakan bahwa banyak ibu menyusui yang memutuskan untuk puasa tidak mengalami penurunan produksi ASI berlebihan selama mereka berpuasa.

Namun, kondisi tubuh setiap orang tentunya berbeda-beda. Jika saat berpuasa Moms ternyata mengalami gejala tidak wajar pada tubuh, sebaiknya Moms yang sedang menyusui segera membatalkan puasa dan atau menghubungi dokter.

Baca Juga : Atur Strategi Bercinta Dengan Pasangan Saat Bulan Puasa

Kapan ibu menyusui harus membatalkan puasa?

Ada beberapa kondisi yang menjadi tanda bahwa Moms harus segera membatalkan puasa. Kalau sudah merasakan tanda-tanda berikut, jangan dipaksakan, ya, Mom.

1. Haus Berlebihan

Haus berlebihan merupakan tanda dehidrasi. Jika tenggorokan Moms terasa kering, mulut, bibir, dan mata juga terasa kering, itulah tanda terkena dehidrasi. Segeralah membatalkan puasa.

2. Urine berwarna gelap dan berbau tajam

Selain gejala haus berlebihan tadi, urine yang berwarna gelap dan berbau tajam juga merupakan tanda-tanda dehidrasi.

Baca Juga : Tips Mengatasi 3 Gangguan Kehamilan Saat Puasa

3. Mual dan muntah

Mual dan muntah juga menjadi tanda bahwa Moms kekurangan cairan tubuh.

4. Nyeri ulu hati

Nyeri ulu hati bisa jadi tanda Moms terkena radang pada dinding lambung.

5. Pusing

Merasa pusing, ingin pingsan, atau mengantuk meskipun sudah cukup tidur adalah tanda kadar gula darah rendah. Kondisi ini jelas membuat Mom sangat tidak nyaman. Segera berbuka dengan minuman manis untuk menaikkan kembali kadar gula darah di tubuh.

6. Pandangan kabur

Gula darah rendah juga ditandai dengan pandangan yang mulai kabur.

7. Nyeri di Tubuh

Merasakan sakit pada beberapa bagian tubuh atau sakit kepala bisa jadi adalah pertanda kalau tubuh kekurangan cairan atau gangguan kesehatan lainnya.

Jika Moms mengalami tanda-tanda tersebut saat puasa sambil menyusui, sebaiknya segera membatalkan puasa. Memaksakan puasa hanya akan membuat tubuh Moms semakin tidak sehat. Berbukalah dengan air putih atau teh manis. Alternatif lainnya, Moms juga bisa meminum jus buah dengan tambahan sedikit garam.

(AND)

Sumber: babycentre.co.uk, thedailystar.net

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.