Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Sex & Relationship | Jun 18, 2018

7 Years Itch dalam Pernikahan, Cuma Mitos atau Benar-benar Ada?

Bagikan


7 Years Itch dalam Pernikahan, Cuma Mitos atau Benar-benar Ada?

Pernah dengar dengan istilah 7-year itch dalam pernikahan, Moms?

Istilah ini biasa dipakai di dunia psikologi yang diartikan dengan keadaan dimana kebahagiaan dalam berumahtangga akan berkurang setelah tujuh tahun masa pernikahan. Awalnya, istilah 7-year itch dipopulerkan oleh film dengan judul yang sama di tahun 1955 yang dibintangi Marilyn Monroe.

Baca Juga : Pasangan Artis Indonesia yang Bercerai Setelah Puluhan Tahun Menikah, Kenapa Bisa Terjadi?

Beberapa tahun berselang, ‘kutukan’ ini seakan dipercaya di dunia psikologi mengingat studi yang dilakukan para psikolog menerangkan kalau rata-rata pernikahan akan mengalami masa-masa berat di tahun ke tujuh pernikahannya.

Memang, sih, masa bulan madu memang tidak selamanya, tapi tidak ada di antara pasangan suami istri yang berpikiran akan berpisah setelah mengikat janji suci pernikahan.

Meski bukan sepenuhnya mitos, hal yang ini yang biasanya membuat hubungan pasangan suami istri merenggang di tahun ke-7 pernikahannya.

Baca juga: Meski Bercerai, 6 Pasang Selebritis Ini Akur Demi Anak

1. Kurang komunikasi

Ingatlah kalau prioritas utama dalam membina suatu hubungan adalah komunikasi. Ketika Moms sudah mulai kurang berkomunikasi dengan pasangan, akan mudah timbul timbul perkelahian kecil.

Mulai dari benih tersebut timbul rasa sakit hati dari salah satu pihak dan hubungan semakin berpotensi retak. Menurut penelitian, permasalahan rumah tangga yang menyebabkan seringnya cekcok terjadi biasanya dikarenakan uang, pekerjaan rumah tangga, seks dan juga masalah mertua.

Maka dari itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak menyenangkan terjadi, diskusikan baik-baik masalah Moms dengan pasangan, ya.

Baca Juga : Rahasia Pasangan Suami Istri yang Selalu Bahagia

2. Perang mulut

Sebuah penelitian menyebutkan kalau sepasang suami istri biasanya akan berkelahi kecil rata-rata empat kali dalam sebulan.

Meskipun hanya ribut kecil, penelitian ini menyimpulkan kalau akan ada 50 keributan yang pasangan timbulkan setiap tahunnya. Kunci untuk mempertahankannya adalah mengingat lagi nilai positif pasangan dan lebih banyak bersyukur.

Baca Juga : Agar Pernikahan Langgeng, Ikuti 5 Tips Komunikasi dengan Pasangan Seperti Ini

3. Ekspektasi berlebihan tentang pernikahan

Seberapa lama manisnya pernikahan akan bertahan lama?

Menurut penelitian, masa-masa romantis hanya dirasakan sepasang suami istri dalam kurun waktu sembilan bulan. Setelah euforia tersebut berakhir, pernikahan akan menjadi hubungan yang sulit.

Ingatlah kalau setelah cinta akhirnya yang tinggal dalam sebuah pernikahan adalah rasa saling mengerti dan menjadi kuat setiap harinya karena hal tersebut.

Baca Juga : 5 Cara Menjaga Rumah Tangga Tetap Harmonis dan Langgeng Ala Selebriti Dunia

4. Minim konseling

Kebanyakan dari pasangan suami istri memilih untuk berpisah secara sepihak tanpa mempertimbangkan hal-hal disekitarnya seperti melakukan konseling. Sebelum sempat mencari bantuan untuk mempertahankan pernikahannya kepada sosok yang tepat.

Oleh sebab itu, jika memang potensi keretakan dalam rumah tangga sudah amat dalam, pilihlah seorang mediator yang diyakinkan mampu bersikap netral melihat progres dari keharmonisan rumah tangga.

Jangan sampai 7-years itch ini terjadi di rumah tangga Anda ya, Moms.

(LMF)

Sumber: verilymag.com, womenshealthmag.com, psychologytoday.com

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.