Kesehatan

25 Mei 2021

Abses: Jenis, Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya

Abses memiliki tampilan yang mirip seperti bisul, rasanya akan nyeri ketika disentuh
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Adeline Wahyu

Setiap orang mungkin pernah merasakan abses. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, Moms. Menurut National Health Service, abses adalah kumpulan nanah yang menyakitkan dan biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri.

Penyakit yang mirip dengan bisul ini bisa timbul di mana saja, pada seluruh bagian tubuh. Bisa di kulit atau dapat juga terjadi pada organ bagian dalam maupun di ruang antar organ tubuh.

Biasanya, penyakit ini mudah dikenali dengan cara disentuh karena permukaannya cenderung menonjol. Namun, akan terasa sangat nyeri dan hangat saat disentuh. Dengan dikelilingi oleh area berwarna dari merah muda hingga merah tua.

Mari simak penjelasan mengenai gejala, penyebab, dan cara mengatasinya, Moms.

Baca Juga: Ketahui Penyebab Bisul Pada Anak dan Cara Mengatasinya!

Jenis-Jenis Abses

gs06_-abscess-incision-and-drainage_resized-72dadf.png

Foto: healthdirect.gov.au

Sebelum mengenali gejala, penyebab, dan cara mengatasinya, Moms perlu mengetahui jenis-jenis abses yang bisa terjadi pada seluruh tubuh. Berikut jenis-jenis benjolan berisi nanah yang paling umum, dilansir dari healthgrades:

1. Abses Kulit

Jenis ini biasanya disebabkan oleh infeksi yang menyebabkan nanah terkumpul di kulit.

Benjolan berisi nanah di kulit dapat terjadi karena adanya infeksi dari bakteri (paling umum Staphylococcus), infeksi pada folikel rambut (folliculitis), bisul, luka ringan atau luka yang terinfeksi.

Abses yang terjadi pada kulit bisa terbentuk di mana saja di tubuh.

Baca Juga: 5 Langkah Pertolongan Pertama untuk Perawatan Luka Si Kecil

2. Abses Gigi

Abses-Gigi-Hero.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Abses gigi dapat terbentuk di tengah gigi (pulpa) dan menyebar ke akar atau struktur tulang yang menahan gigi.

Gigi pun dapat terinfeksi jika bakteri masuk melalui lubang, seperti gigi berlubang yang disebabkan kerusakan gigi atau cedera yang menyebabkan gigi patah, terkelupas, atau retak.

Selain itu, ada juga jenis yang kurang umum dan biasanya terjadi di bagian organ dalam tubuh. Jenis yang cukup langka, meliputi:

Baca Juga: Mengenal Abses Gigi, Gejala, dan Penanganannya

3. Abses Perut

Abses perut bisa berada di dekat atau di dalam organ perut seperti hati, pankreas atau ginjal. Penyebab abses perut di antaranya, infeksi, organ pecah (seperti usus buntu atau ovarium), dan penyakit radang usus (IBD).

4. Abses Hati Amuba

Abses Hati

Foto: Orami Photo Stock

Abses jenis ini disebabkan oleh amebiasis, infeksi usus yang dapat menyebar ke hati.

Infeksi usus disebabkan oleh parasit usus Entamoeba histolytica yang menyebar melalui makanan, dan air yang terkontaminasi feses dengan parasit tersebut.

Amebiasis paling sering terjadi pada populasi padat dengan sanitasi yang buruk.

Baca Juga: Sindrom Iritasi Usus Besar: Kenali Gejala dan Penyebabnya

5. Abses Anorektal

Abses ini terletak di dalam atau dekat anus/rektum, paling sering disebabkan oleh penyakit menular seksual, infeksi fisura anus, kelenjar yang tersumbat, atau trauma pada area tersebut.

6. Abses Bartholin (kista)

Abses Kista

Foto: Orami Photo Stock

Merupakan abses yang dapat terbentuk di kelenjar bartholin yang terletak di setiap sisi bukaan vagina. Saluran dari kelenjar Bartholin tersebut bisa tersumbat yang menyebabkan cairan menumpuk seiring waktu. Hal ini pun berpotensi menyebabkan infeksi dan pembentukan benjolan yang disertai nanah.

7. Abses Otak

Biasanya, benjolan mirip bisul yang terdapat di otak ini terjadi akibat infeksi bakteri atau jamur di bagian otak. Tekanan oleh abses dapat menyebabkan masalah otak yang serius, termasuk kejang, hilangnya fungsi otot, dan masalah bahasa.

Kondisi ini adalah keadaan darurat medis yang membutuhkan perawatan segera.

Baca Juga: 5 Fakta Tentang Radang Otak Akibat Toksoplasma yang Diderita oleh Barli Asmara

8. Abses Epidural

Abses Epidural Tulang Belakang

Foto: Orami Photo Stock

Kondisi ini adalah kejadian langka yang disebabkan oleh infeksi pada area antara meninges (selaput yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang), tulang tengkorak, atau tulang belakang. Jika terjadi di dalam tengkorak, kondisi itu disebut sebagai abses epidural intrakranial.

Sedangkan bila gejalanya berkembang di bagian tulang belakang, hal itu dinamakan abses epidural spinal, jenis abses epidural yang paling umum.

9. Abses Peritonsillar

Abses ini merupakan komplikasi tonsilitis yang berpotensi mengancam jiwa dan menyebabkan infeksi amandel.

Penyakit jenis ini paling sering terjadi karena infeksi yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus beta-hemolitik grup A, jenis bakteri yang juga dapat menyebabkan radang tenggorokan.

Namun, penyakit ini jarang terjadi karena penggunaan antibiotik untuk mengobati tonsilitis dapat bereaksi dengan cepat dan efektif.

Baca Juga: Gejala dan Cara Mengatasi Abses Peritonsil yang Biasa Terjadi pada Remaja

10. Abses Hati Piogenik

Salah satu gejala dari penyakit ini ditandai dengan area hati yang menghasilkan nanah.

Abses hati piogenik dapat disebabkan oleh berbagai jenis infeksi. Mulai dari infeksi perut, infeksi saluran empedu, atau trauma pada hati.

11. Abses Sumsum Tulang Belakang

Abses ini sangat jarang terjadi dan biasanya disebabkan oleh infeksi yang ada di dalam tulang belakang.

Baca Juga: Hal-Hal yang Harus Diketahui Seputar Abses Gigi pada Anak

Penyebab Abses

Penyebab Abses

Foto: Orami Photo Stock

Abses terjadi karena bakteri masuk melalui pelindung kulit yang rusak karena trauma kecil, robekan kecil, atau pembengkakan.

Benjolan yang mirip bisul ini dapat terbentuk saat pertahanan tubuh mencoba membunuh bakteri tersebut dan meresponnya dengan peradangan sehingga timbul nanah.

Obstruksi pada kelenjar keringat atau minyak (sebaceous), folikel rambut, dan kista yang sudah ada sebelumnya juga dapat menjadi pemicunya.

Bagian tengah benjolan yang berisi nanah dan dapat mencair/pecah ini mengandung sel-sel mati, bakteri, dan kotoran lainnya.

Area ini akan mulai tumbuh, menciptakan ketegangan di bawah kulit, dan peradangan lebih lanjut pada jaringan sekitarnya. Adanya tekanan dan peradangan pada area tersebut pun menyebabkan rasa sakit.

Meski dapat terjadi pada siapa pun, tanpa memandang usia dan jenis kelamin, tetapi orang dengan sistem kekebalan yang lemah akan lebih sering mengalami abses tertentu.

Beberapa kondisi di bawah ini juga mungkin dapat meningkatkan risiko, yaitu:

  • Terapi steroid kronis
  • Kemoterapi
  • Diabetes
  • Kanker
  • AIDS
  • Penyakit anemia sel sabit
  • Gangguan pembuluh darah perifer
  • Penyakit Crohn
  • Kolitis ulseratif
  • Luka bakar parah
  • Trauma parah
  • Alkoholisme atau penyalahgunaan narkoba
  • Kegemukan

Faktor risiko lain juga mungkin termasuk paparan lingkungan kotor, paparan orang dengan jenis infeksi kulit tertentu, kebersihan yang buruk, dan sirkulasi yang buruk.

Baca Juga: Moms Wajib Tahu, Ini Gejala dan Cara Mengatasi Abses Payudara

Gejala Abses

Gejala Abses

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip laman WebMD, ada banyak gejala yang dapat menandakan bahwa Moms terkena abses.

Namun biasanya, benjolan berisi nanah pada kulitlah yang lebih mudah dikenali karena permukaannya menonjol, berwarna merah, terasa nyeri, hangat, dan lembut ketika disentuh.

Dalam bebarapa kasus, benjolan akan tampak sangat menonjol dengan bagian tengah cukup lancip dan rawan pecah. Selain itu, benjolan akan berisi nanah yang penuh dengan bakteri atau kotoran lainnya.

Gejala lainnya juga termasuk suhu tubuh tinggi dan merasa menggigil.

Sementara abses yang terjadi di dalam atau ruang antar organ tubuh akan lebih sulit untuk dikenali. Beberapa gejala yang mungkin menandakan adanya penyakit ini, yaitu nyeri di daerah yang terkena, suhu tinggi atau merasa demam, tidak enak badan, kehilangan nafsu makan atau penurunan berat badan yang cepat, mual, muntah atau diare, gejala neurologis (jika menekan saraf atau bagian otak), atau sakit tenggorokan.

Baca Juga: Ketahui Perbedaan Radang Tenggorokan dan Infeksi Tenggorokan

Cara Mengatasi Abses

abscess.jpg

Foto: medlife.com

Pada jenis benjolan yang terjadi di kulit dan berukuran kecil, hal ini tidak perlu perawatan khusus karena dapat menyusut, mengering dan hilang secara alami.

Namun, benjolan berisi nanah yang lebih besar mungkin perlu diobati dengan antibiotik untuk membersihkan infeksi, dan nanah juga perlu dikeluarkan.

Perawatan ini biasanya dilakukan dengan teknik drainase. Di mana dokter akan memasukkan jarum melalui kulit atau dengan membuat sayatan kecil di kulit bagian atas.

Selain itu, dokter juga mungkin akan melakukan pembedahan jika kondisinya telah menyebar ke luar kulit dan masuk lebih dalam ke organ tubuh.

Itulah informasi seputar penyakit yang mirip dengan bisul yang perlu Moms ketahui. Jika mengalami gejala yang tak biasa seperti yang telah disebutkan di atas, segera hubungi dokter ya, Moms.

  • https://www.nhs.uk/conditions/abscess/
  • https://www.webmd.com/a-to-z-guides/abscess
  • https://www.healthgrades.com/right-care/symptoms-and-conditions/abscess
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait