Parenting Islami

20 Juli 2021

Mengenal Biografi Abu Hurairah, Yuk Ceritakan pada Si Kecil

Kisahnya bisa menjadi salah satu bentuk ilmu pengetahuan Islam
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Amelia Puteri

Moms mungkin sudah tidak asing lagi dengan nama Abu Hurairah, bukan? Namun, apakah Si Kecil sudah mengetahuinya? Jika belum, coba ceritakan kisah Abu Hurairah pada mereka sebagai bentuk pembelajaran agama Islam.

Tentu saja, ada banyak hal-hal menarik yang bisa diteladani dari sosok Abu Hurairah. Kisah Abu Hurairah sebagai sosok yang setia mendampingi Rasulullah SAW dan paling banyak meriwayatkan hadits ini perlu diajarkan pada anak-anak.

Selain sebagai cara mengenalkan tokoh-tokoh dalam agama Islam, belajar biografi juga memiliki banyak manfaat untuk anak, lho. Salah satunya mengajarkan anak untuk lebih menghargai dan menghormati perjuangan para sosok yang berpengaruh dalam Islam.

Baca Juga: Kisah Nabi Muhammad SAW: Nabi dan Rasul Terakhir Suri Tauladan Umat Islam

Biografi Abu Hurairah

abu hurairah.png

Foto: id.wikipedia.org

Dilansir dari laman Direktorat Pendidikan dan Pembinaan Agama Islam, Abu Hurairah dilahirkan tahun 19 sebelum Hijriyah. Beliau berasal dari qabilah Al-dusi di Yaman.

Abu Hurairah memeluk Islam pada tahun ke 7 Hijriyah ketika Rasulullah Berangkat menuju Khaibar. Ketika itu, ibunya belum menerima Islam bahkan menghina Rasulullah.

Abu Huraira akhirnya menemui Rasulullah, meminta beliau berdoa agar ibunya masuk Islam. Kemudian Abu Hurairah kembali menemui ibunya lalu mengajaknya masuk Islam. Ternyata, ibunya telah berubah pikiran dan bersedia masuk Islam.

Nama Beliau sebelum memeluk Islam tidaklah diketahui dengan jelas, tetapi pendapat yang masyhur adalah Abdusy Syam. Sedangkan nama Islamnya yaitu Abdur-Rahman.

Nama Abu Hurairah sendiri diberikan padanya karena Beliau gemar bermain dengan anak kucing.

1. Kisah Abu Hurairah dengan Kucing

anak kucing

Foto: Orami Photo Stock

Semasa kecil, Beliau diperintahkan untuk mengembala beberapa ekor kambing milik keluarganya.

Di sela-sela mengembala kambing, Abu Hurairah selalu bermain dengan kucing kecil di saat siang hari dan jika malam sudah tiba, kucing tersebut diletakkan di atas pohon lalu Abu Hurairah pun pulang ke rumahnya.

Kebiasaan ini berjalan terus-menerus hingga teman sebayanya memanggil beliau dengan nama Abu Hurairah yang berarti si pemilik kucing kecil.

Suatu hari, kucing itu mengeong hingga terdengar oleh Rasulullah SAW. Beliau pun bertanya “Apa itu wahai Abdu Syams?”, “Anak kucing yang aku temukan ya Rasulallah”, jawabnya.

Baiklah, maka engkau adalah Abu Hurairah (Bapak kucing kecil). Semenjak kejadian itu, Beliau selalu dipanggil dengan julukan Abu Hurairah.

Baca Juga: Ini 20 Sifat Wajib Allah, Yuk Kenalkan sejak Dini pada Si Kecil!

2. Termasuk Sahabat Dekat Rasulullah SAW

sahabat nabi

Foto: Orami Photo Stock

Abu Hurairah banyak menghabiskan waktunya untuk mendampingi Nabi Muhammad SAW. Beliau termasuk sahabat yang bergaul dengan Nabi Muhammad SAW secara intensif.

Kemana pun Rasulullah SAW berada, disana lah Abu Hurairah turut mengikutinya.

Beliau juga dikenal sebagai salah satu ahli shuffah, yaitu orang-orang miskin atau sedang menuntut ilmu yang tinggal di halaman masjid.

Pada suatu hari, diceritakan bahwa Abu Hurairah duduk di pinggir jalan dimana orang-orang berlalu-lalang. Waktu itu, beliau melihat Abu Bakar berjalan, lalu beliau meminta agar dibacakan satu ayat Alquran.

“Saya bertanya begitu supaya beliau mengajakku ikut dengannya dan memberiku pekerjaan”, kata Abu Hurairah. Akan tetapi Abu Bakar hanya membacakan ayat Alquran, kemudian pergi.

Lalu Abu Hurairah melihat Umar bin Khattab dan berkata “Tolong ajari saya ayat Alquran”. Abu Hurairah kembali kecewa karena Umar bin Khattab melakukan hal yang sama dengan oleh Abu Bakar.

Hingga tak lama kemudian, datanglah Rasulullah SAW. Nabi tersenyum, Abu Hurairah berkata dalam hatinya, “Beliau tahu apa isi hati saya dengan tepat, beliau bisa membaca raut muka saya dengan tepat.”

Nabi pun memanggil “ya aba Hurairah!” Abu Hurairah menjawab “Labbaik, ya Rasulullah!”. Lalu Rasulullah berkata, “Ikutilah aku!” beliau mengajak ke rumahnya.

Ketika di dalam rumah, Rasulullah SAW mendapati ada semangkuk susu “Darimana datangnya susu ini?” tanya Rasulullah. Ternyata ada seseorang yang telah memberikan susu itu.

Rasulullah akhirnya meminta tolong Abu Hurairah untuk memanggilkan ahli suffah. Susu tadi pun dibagikannya kepada ahli suffah, termasuk Abu Hurairah. Sejak itulah, Abu Hurairah mengabdi kepada Rasulullah SAW dan bergabung dengan ahli suffah di masjid.

Baca Juga: 15 Nama-nama Nabi, Bisa Menjadi Kisah Inspiratif untuk Si Kecil

3. Meriwayatkan Banyak Hadist

meriwayatkan banyak hadis

Foto: Orami Photo Stock

Abu Hurairah merupakan sahabat Nabi Muhammad SAW yang paling banyak meriwayatkan hadits dengan total mencapai 5.374 buah.

Hal ini karena Beliau mendampingi Rasulullah selama tiga tahun, tepatnya sejak Abu Hurairah memeluk Islam.

Abu Hurairah berkata, “…….sesungguhnya saudara kami dari golongan muhajirin sibuk dengan urusan mereka dipasar dan orang-orang Anshar sibuk bekerja diladang mereka, sementara aku seorang yang miskin senantiasa bersama Rasulullah di mil’i batni. Aku hadir di majelis yang mereka tidak hadir dan aku hafal pada saat mereka lupa” (Hadits Riwayat Bukhari).

Awalnya, Beliau mempunyai ingatan yang lemah, lalu Beliau mengadu kepada Rasulullah. Rasulullah lalu mendoakannya agar diberi daya ingat yang kuat.

Usai peristiwa itu, Beliau memiliki daya ingat yang kuat sehingga mampu meriwayatkan banyak hadits, bahkan menjadi sosok yang meriwayatkan hadits terbanyak di kalangan para sahabat Rasulullah.

Baca Juga: 5 Perbedaan Nabi dan Rasul, Yuk Ajarkan pada Si Kecil!

4. Sempat Diremehkan dan Direndahkan

kisah abu hurairah

Foto: Orami Photo Stock

Banyaknya jumlah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah pun sempat membuatnya diremehkan dan direndahkan.

Pasalnya, Abu Hurairah hanya sekitar tiga tahun saja mendapat pengajaran dari Nabi Muhammad SAW. Hal ini tentu berbanding terbalik dengan total periwayatan sahabat lain yang sedari awal sudah membersamai Nabi dalam Islam. 

Kisah peremehan dan perendahan oleh para orientalis dan sarjana Muslim tercatat dalam Hilyatu-l Auliya’ wa Thqbaqatu-l Ashfiya’ susunan Imam Abu Nu’aim Al-isfahani (Daru-l Kutubi-l ‘Ilmiyyah, juz 1, hal. 105) yang dikutip dari laman NU Online.

Pada bab tentang kekeramatan Abu Hurairah, Beliau mengutip sebuah kisah sebagaimana yang diceritakan oleh Qadhi Abu Thayyib:

Kami pernah berada dalam suatu majelis diskusi dan tiba-tiba datang seorang pemuda dari Khurasan (Iran) bertanya tentang suatu permasalahan dan meminta dalil tentang masalah tersebut. Maka seorang dari kami mendatangkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim dari jalur Abu Hurairah. Akan tetapi pemuda itu menolak menerimanya dan berkata, “Hadits dari Abu Hurairah tidak boleh diterima…”

Entah karena memang membenci atau orang tersebut tidak tahu bahwa permintaan beliau ‘Wahai, Rasulullah! Kami memohon ilmu yang tidak akan dilupakan’ telah diaminkan oleh Nabi Muhammad SAW, maka keajaiban pun terjadi.

Belum sempat si pemuda menyelesaikan kalimatnya, seekor ular jatuh dari arah atas sehingga orang-orang yang ada di sana lari tunggang-langgang menghindari gigitan dan lilitan hewan ini.

Anehnya, ular yang jatuh itu hanya mengejar pemuda tersebut dan tidak mengejar yang lain. Menyadari dirinya telah melakukan kesalahan, akhirnya dia berkata, “Aku bertobat, aku bertobat!” sehingga ular itu langsung menghilang tanpa bekas.

Itulah kisah Abu Hurairah secara singkat yang bisa Moms ceritakan pada anak. Semoga bermanfaat, ya.

  • https://dppai.uii.ac.id/biografi-abu-hurairah/
  • https://ybmbri.org/abu-hurairah-perawi-hadits-yang-menyukai-kucing/
  • https://islam.nu.or.id/post/read/128014/akibat-meremehkan-abu-hurairah
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait