Kesehatan

KESEHATAN
3 Desember 2020

Inilah Gejala yang Timbul Akibat Kekurangan Vitamin D

Moms harus tahu apa akibat kekurang vitamin D pada tubuh
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Istihanah
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Daftar isi artikel

Vitamin D adalah vitamin yang sangat penting yang memiliki efek kuat pada beberapa sistem di seluruh tubuh. Tidak seperti vitamin lainnya, vitamin D berfungsi seperti hormon, dan setiap sel di tubuh memiliki reseptor untuknya. Sehingga banyak sekali masalah kesehatan akibat kekurangan vitamin D.

Selain konsumsi makanan dan multivitamin, vitamin D juga bisa didapatkan dengan cara berjemur di bawah sinar matahari. Karena vitamin D dapat terbentuk dari kolesterol yang terkena sinar matahari. Waktu berjemur terbaik untuk mendapatkan vitamin D alami bagi tubuh adalah mulai pukul 08.00 hingga 10.00 pagi.

Kekurangan vitamin D sangat umum terjadi. Jurnal Age and Ageing menjelaskan bahwa diperkirakan sekitar 1 miliar orang di seluruh dunia memiliki kadar vitamin yang rendah dalam darahnya.

Orang yang tinggal di dekat khatulistiwa dan sering terpapar sinar matahari cenderung tidak mengalami kekurangan vitamin D. Hal ini dikarenakan kulit masyarakat yang tinggal di dekat garis khatulistiwa menghasilkan cukup vitamin D untuk memenuhi kebutuhan tubuh Moms.

Baca Juga: Pentingnya Mengonsumsi Vitamin D Bagi Kesehatan

Gejala Kekurangan Vitamin D

Akibat Kekurangan Vitamin D

Foto: freepik.com

Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa mereka kekurangan vitamin D. Karena gejala yang ditimbulkan biasanya memang tidak kentara. Moms mungkin tidak dapat dengan mudah mengenalinya, meskipun akibat kekurangan vitamin D sangat berpengaruh terhadap kualitas hiduup Moms.

Nah, biar enggak terlambat, yuk Moms simak gejala kekurangan vitamin D.

1. Mudah Sakit

Salah satu peran vitamin D yang paling penting adalah menjaga sistem kekebalan tubuh agar tetap kuat dan mampu melawan virus dan bakteri penyebab penyakit.

Jurnal Molecular Nutrition & Food Research menjelaskan bahwa vitamin D secara langsung berinteraksi dengan sel yang bertanggung jawab melawan infeksi.

Jika Moms sering mengalami masuk angina tau flu, mungkin salah satu faktornya karena kadar vitamin D yang rendah. Beberapa studi telah menunjukkan hubungan antara kekurangan vitamin D dan infeksi saluran pernapasan seperti pilek, bronkitis, dan pneumonia.

Sejumlah penelitian menemukan bahwa mengonsumsi suplemen vitamin D dengan dosis hingga 4.000 IU setiap hari dapat mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan.

2. Sering Mengalami Kelelahan

Rasa lelah bisa disebabkan oleh banyak hal, salah satunya kekurangan vitamin D. Sayangnya, gejala ini sering diabaikan dan dianggap bukan akibat kekurangan vitamin D.

Studi kasus menunjukkan bahwa kadar darah yang sangat rendah dapat menyebabkan kelelahan yang memiliki efek negatif yang parah pada kualitas hidup.

Dalam satu kasus, seorang wanita yang mengeluh kelelahan kronis di siang hari dan sakit kepala ternyata memiliki kadar vitamin D dalam darah hanya 5,9 ng / ml. Ini sangat rendah, apapun yang di bawah 20 ng / ml dianggap kurang. Ketika wanita tersebut mengonsumsi suplemen vitamin D, kadarnya meningkat menjadi 39 ng / ml dan gejalanya teratasi.

Global Journal Health Science menjelaskan ada hubungan kuat antara vitamin D yang rendang dnegan kelelahan. Hal ini dibuktikan lewat penelitian yang melibatkan para wanita dengan profesi sebagai perawat. Penelitian tersebut menunjukan bahwa 89% perawat mengalami kekurangan vitamin D.

Baca Juga: Benarkah Vitamin D Dapat Menambah Kesuburan?

3. Nyeri Sendi dan Tulang Belakang

Akibat Kekurangan Vitamin D

Foto : freepik.com

Gejala yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin D adalah nyeri sendi dan sakit punggung. Seperti yang diketahui, vitamin D membantu menjaga kesehatan tulang. Salah satunya membantu tubuh menyerap kalsium dari makanan.

Nyeri tulang dan nyeri punggung bawah mungkin merupakan tanda kadar vitamin D yang tidak mencukupi dalam darah.

4. Penyembuhan Luka yang Lebih Lama

Penyembuhan luka yang lambat setelah operasi atau cedera mungkin akibat kekurangan vitamin D. Hasil dari penelitian tabung reaksi menunjukkan bahwa vitamin meningkatkan produksi senyawa yang penting untuk membentuk kulit baru sebagai bagian dari proses penyembuhan luka.

Peran vitamin D dalam mengendalikan peradangan dan melawan infeksi juga penting untuk penyembuhan yang tepat. Satu analisis mengamati pasien dengan infeksi kaki diabetik. Studi tersebut menunjukan bahwa orang yang kekurangan vitamin D memiliki peradangan yang lebih tinggi dan dapat memperlambat proses penyembuhan.

Sayangnya, hanya ada sedikit penelitian tentang efek suplemen vitamin D pada penyembuhan luka pada orang dengan defisiensi saat ini. Namun, satu penelitian menemukan bahwa ketika pasien yang kekurangan vitamin D dengan ulkus kaki diobati dengan vitamin, ukuran ulkus berkurang rata-rata 28%.

5. Pengeroposan Tulang

Vitamin D memainkan peran penting dalam penyerapan kalsium dan metabolisme tulang.

Banyak orang lanjut usia yang didiagnosis mengalami keropos tulang percaya bahwa mereka perlu mengonsumsi lebih banyak kalsium. Namun, mereka mungkin juga kekurangan vitamin D.

Kepadatan mineral tulang yang rendah merupakan indikasi bahwa tulang Moms telah kehilangan kalsium dan mineral lainnya. Ini menempatkan orang dewasa yang lebih tua, terutama wanita, pada peningkatan risiko patah tulang.

Dalam sebuah studi observasional besar di lebih dari 1.100 wanita paruh baya yang mengalami menopause atau pascamenopause, para peneliti menemukan hubungan yang kuat antara tingkat vitamin D yang rendah dan kepadatan mineral tulang yang rendah.

Namun, sebuah studi terkontrol menemukan bahwa wanita yang kekurangan vitamin D tidak mengalami peningkatan dalam kepadatan mineral tulang ketika mereka mengonsumsi suplemen dosis tinggi, bahkan jika kadar vitamin D di dalam darah mereka meningkat.

Terlepas dari temuan ini, asupan vitamin D yang cukup dan menjaga kadar darah dalam kisaran optimal mungkin merupakan strategi yang baik untuk melindungi massa tulang dan mengurangi risiko pengeroposan tulang.

Baca Juga: Moms, Waspadai 5 Gejala Kekurangan Vitamin D Pada Balita Ini

6. Rambut Rontok

Penyebab umum rambut rontok adalah stress. Kedua hal ini memang sudah sering dikaitkan satu sama lain. Namun, jika rambut rontok parah, hal itu mungkin disebabkan oleh penyakit atau kekurangan nutrisi.

Jika wanita mengalami kerontokan rambut, mungkin itu akibat kekurangan vitamin D. Walaupun masih belum banyak penelitian mengenai hal ini.

Alopecia areata adalah penyakit autoimun yang ditandai dengan kerontokan rambut yang parah dari kepala dan bagian tubuh lainnya. Ini terkait dengan rakhitis, yaitu penyakit yang menyebabkan tulang lunak pada anak-anak akibat kekurangan vitamin D. Kadar vitamin D yang rendah terkait dengan alopecia areata dan mungkin menjadi faktor risiko memperparah penyakit tersebut.

7. Nyeri Otot

Akibat Kekurangan Vitamin D

Foto: freepik.com

Penyebab nyeri otot seringkali sulit ditentukan. Ada bukti bahwa, nyeri otot terjadi akibat kekurangan vitamin D, naik pada anak-anak atau orang tua.

Dalam sebuah penelitian, 71% orang dengan nyeri otot kronis diketahui mengalami kekurangan vitamin D. Beberapa penelitian telah menemukan bahwa mengonsumsi suplemen vitamin D dosis tinggi dapat mengurangi berbagai jenis rasa nyeri pada otot.

Baca Juga: Cari Tahu Gejala Kekurangan Vitamin D Pada Bayi

Kekurangan vitamin D sangat umum dan kebanyakan orang tidak menyadarinya. Karena gejalanya sulit diketahui secara spesifik, Moms juga akan kesulitan saat ingin mengetahui apakah kondisi yang sedang dialami akibat kekurangan vitamin D atau bukan.

Jika Moms berpikir sedang mengalami kekurangan vitamin D, sebaiknya Moms menemui dokter untuk mengukur kadar vitamin di dalam darah Moms.

Artikel Terkait