Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Ini Alasan Otot dan Kulit Vagina Harus Digunting Saat Persalinan Normal

Bagikan


Siapa pun pasti ingin menjalani proses persalinan dengan lancar dan normal. Akan tetapi, pada sebagian ibu yang melahirkan dengan proses normal, mungkin perlu dilakukan tindakan episiotomi. Apa itu?

Episiotomi adalah suatu upaya pembedahan di area otot antara vagina dan anus saat proses persalinan normal. Tujuannya, agar lubang vagina lebih besar sehingga pasien atau ibu dapat lebih mudah dan cepat melahirkan bayi. Jadi, episiotomi dilakukan untuk mempermudah jalannya kelahiran.

Adapun beberapa kondisi yang membutuhkan dilakukan episiotomi saat proses persalinan normal adalah sebagai berikut:

1. Ukuran bayi sangat besar (makrosomia).

2. Bayi perlu dilahirkan secepat mungkin karena mengalami kondisi gawat janin. Misal,
denyut jantung bayi tak stabil (meningkat atau menurun). Pada kondisi ini, bayi kemungkinan kurang mendapat oksigen sehingga perlu dilahirkan segera mungkin.

3. Posisi bayi sungsang.

4. Bila dokter memprediksi kemungkinan vagina akan mengalami robek yang sangat panjang jika tak dilakukan episiotomi.

5. Bayi mengalami sulit lahir.

6. Ibu butuh penanganan persalinan yang dibantu dengan forceps atau vakum. Episiotomi dibutuhkan untuk memperluas vagina atau jalan keluar bayi.

7. Ibu tak mampu mengendalikan diri saat mengejan.

8. Waktu lahir sudah dekat, namun perineum belum cukup melebar.

9. Ibu memiliki kondisi kesehatan yang serius, seperti penyakit jantung. Maka ibu harus melahirkan secepat mungkin agar terhindar dari risiko kesehatan yang lebih serius.

Baca juga: Jangan Salah Memilih Dokter Kandungan untuk Persalinan

Dokter akan melakukan episiotomi dengan terlebih dulu menyutik bius lokal agar Moms tidak merasa sakit. Lalu, dokter membuat sayatan kecil di sekitar perineum. Setelah bayi lahir, dokter akan menjahit sayatan tersebut.

Jika efek mati rasa sudah berkurang, dokter mungkin akan menyuntik bius lokal kembali. Nah, dalam waktu beberapa minggu, kondisi akan pulih. Jahitan episiotomi umumnya akan terserap dan menyatu dengan tubuh.

Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mempercepat pemulihan, yaitu:

- Lakukan kompres es pada area luka untuk meringankan rasa sakit dan mengurangi bengkak.

- Bilas organ vital dengan air hangat setiap setelah buang air kecil. Lalu, keringkan dengan cara menepuk perlahan-lahan menggunakan handuk kering.

- Lakukan penekanan pad (bantalan) bersih pada area luka saat buang air besar. Ini dilakukan untuk mencegah nyeri dan peregangan saat buang air besar.

- Selalu berhati-hati bila hendak duduk. Upayakan duduk di atas bantal atau tempat yang empuk.

- Dokter akan memberi resep obat untuk meredakan sakit atau melunakkan feses. Pastikan menggunakan obat itu sesuai petunjuk dokter.

Baca juga: 4 Hal yang Harus Kita Persiapkan Sebelum Persalinan

Banyak yang menganggap bahwa episiotomi dapat membantu mencegah vagina robek yang lebih besar saat melahirkan, dan luka episiotomi ini bisa sembuh lebih cepat daripada vagina robek secara alami. Selain itu, episiotomi juga dianggap dapat membantu melindungi jaringan otot dan jaringan ikat pada dasar panggul.

Namun, banyak penelitian terbaru membuktikan bahwa episiotomi tidak benar-benar dapat mencegah masalah ini semua. Bahkan, luka episiotomi mungkin bisa lebih buruk dibandingkan dengan vagina robek alami.

Episiotomi bisa membuatĀ MomsĀ  lebih banyak kehilangan darah saat melahirkan, pemulihan luka episiotomi bisa lebih menyakitkan dan lebih lama, sayatan episiotomi bisa lebih panjang, dan ibu juga lebih mungkin terkena infeksi.

Baca juga: Plus Minus Melahirkan Normal vs Caesar

Terkadang, episiotomi yang sangat panjang bisa menyebabkan Moms mengalami inkontinensia feses (kesulitan mengendalikan buang air besar). Pada beberapa wanita, episiotomi juga bisa menyebabkan rasa sakit saat berhubungan seks di bulan-bulan awal setelah melahirkan.

Oleh karena itu, American Congress of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) dan sejumlah ahli lainnya menyatakan bahwa episiotomi tidak harus dilakukan pada setiap ibu yang melahirkan normal.

Jika ternyata Moms merasakan sakit yang tak kunjung sembuh pada bagian luka, disertai gejala lain seperti demam atau luka bernanah, dikhawatirkan terjadi infeksi. Sebaiknya lekas konsultasi dengan dokter.

(HIL)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.