Rupa-rupa

4 Agustus 2021

Mengenal Alat Musik Betawi yang Dipengaruhi Berbagai Budaya

Ada rebana, hingga gambang dan kromong
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Amelia Puteri

Jika Moms mempelajari sejarah kota Jakarta di masa lampau, Moms pasti paham bahwa kota tercinta ini adalah pusat bertemunya berbagai budaya. Oleh karena itu, telah terjadi akulturasi budaya di Jakarta dan Moms bisa melihatnya pada alat musik Betawi.

Berbagai alat musik Jakarta ini memiliki unsur dari budaya lain seperti Arab, Cina, Sunda, India, dan berbagai suku lainnya.

Keberagaman budaya ini membuat alat musik Betawi terbilang unik. Bahkan tak jarang alat-alat musik tersebut memiliki kemiripan dengan alat musik di daerah lain.

Mengutip Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jakarta Pusat, seni musik tradisional Betawi memiliki banyak fungsi, mulai dari hiburan, nasihat, pewarisan nilai, dan memelihara keseimbangan lahir batin.

Berkat fungsinya yang masih terus dipertahankan tersebut, maka seni musik tradisional Betawi masih bertahan di tengah masyarakatnya hingga kini.

Baca Juga: Mengapa Roti Buaya Selalu Ada di Pernikahan Betawi? Yuk Intip Sejarah dan Faktanya!

Jenis-jenis Alat Musik Betawi

Nah, tak perlu berlama-lama lagi, mengutip berbagai sumber, berikut ini adalah beberapa jenis alat musik Betawi yang perlu diketahui:

1. Rebana Hadro, Ketimpring, dan Biang

Alat Musik Betawi - Rebana

Foto: 1001indonesia.net

Pada dasarnya, ada tiga jenis rebana yang paling sering dimainkan oleh suku Betawi.

Pertama ada rebana Biang, disebut demikian karena rebana ini ukurannya paling besar.

Rebana Biang juga terdiri dari tiga buah rebana, yang paling kecil berdiameter 30 cm diberi nama Gendang, kemudian diameter 60 cm diberi nama Kotek dan yang paling besar dengan diameter 60 hingga 80 cm dinamai Biang.

Karena bentuknya yang besar, Rebana Biang cukup sulit untuk dipegang, dan pemainnya juga harus duduk sambil menahan rebana tersebut.

Saat dimainkan, ketiganya memiliki fungsi yang berbeda dalam mengiringi sebuah lagu. Biang difungsikan selayaknya gong.

Lalu gendang dipukul secara rutin untuk mengisi irama pukulan sela dari biang dan Kotek untuk improvisasi. Kotek juga hanya dimainkan anggota yang paling mahir.

Ada juga rebana Hadro yang punya ukuran 25 hingga 35 cm yang terbuat dari kayu dan memiliki tiga pasang lingkaran logam dengan fungsi sebagai kecrek. Rebana Hadro ini juga punya fungsi sebagai hiburan.

Rebana Hadro terdiri atas tiga instrumen yang posisi maupun fungsinya bisa dibilang agak mirip. Tiga instrumen itu antara lain Bawa sebagai komando, Ganjil/Seling sebagai pengiring, dan Gedug sebagai pengiring.

Bawa sebagai komando irama pukulannya ahak lebih lebih rapat, Ganjil/Seling yang isi mengisi dengan Bawa sementara Gedug fungsinya mirip dengan bass.

Yang terakhir adalah rebana Ketimpring dengan diameter hanya sekitar 20 hingga 25 cm. Dalam satu grup rebana Ketimpring ada tiga buah rebana yaitu rebana tiga, rebana empat, dan rebana lima dan rebana lima berfungsi sebagai komando.

Baca Juga: 10 Nama Bayi Laki-laki Betawi yang Gagah, Bisa Moms Tiru!

2. Gambang dan Kromong

Alat Musik Betawi - Gambang Kromong

Foto: masadena.com

Moms mungkin pernah dengar musik gambang kromong. Ini adalah musik yang diberi nama dari alat musiknya yaitu gambang dan kromong.

Hingga awal abad ke-19, lagu Gambang Kromong masih menggunakan bahasa Cina. Kemudian pada dasawarsa pertama abad ke-20, repertoar lagu Gambang Kromong pun mulai diciptakan dalam bahasa Betawi.

Gambang sendiri adalah alat musik yang mempunyai sumber suara sebanyak 18 buah bilah dan ia terbuat dari kayu.

Bentuk resonator gambang ini menyerupai perahu dengan alat pemukul gambang terdiri atas dua buah yang biasa dipegang tangan kiri dan kanan penabuh. Ia memiliki bentuk bulat dan biasanya dibalut dengan kain.

Sementara itu, kromong adalah alat musik yang bentuknya mirip seperti bonang, yaitu kumpulan 10 buah gong terbuat dari perunggu atau kuningan yang disusun dua baris dalam sebuah rak yang dibuat dari kayu.

Di dalam rak terdapat kotak-kotak kecil yang berguna untuk menaruh gong dengan bagian bawah dipasang tali penyangga.

Di dalam alat musik kromong, tiap baris berisi lima buah gong dengan nada siang-liuh-u-kong-che pada baris pertama atau luar dan nada che-kong-siang-liuh-u pada baris kedua.

Alat musik Betawi ini bisa dibunyikan secara berbarengan antara baris luar dan dalam menggunakan dua buah kayu lonjong.

Musik Gambang Kromong umumnya menjadi pengiring pertunjukan Lenong dan Tari Cokek atau tari-tari kreasi baru. Namun, Gambang Kromong juga bisa tampil secara mandiri, artinya tampil membawakan lagu-lagu instrumental dan vokal.

Gambang Kromong juga biasanya digelar pada berbagai acara kemasyarakatan, seperti resepsi perkawinan, khitanan, ulang tahun, acara pemerintahan dan hari-hari besar nasional.

3. Kongahyan, Tehyah, dan Sukong

Alat Musik Betawi - Kongahyan Tehyah Sukong

Foto: klikpedia.net

Kong-a-hian, Teh-hian, dan Su-kong adalah alat musik gesek dengan dua dawai.

Alat musik ini digesek menggunakan tongkat bersenar plastik atau kenur. Ketiga alat musik ini terdiri atas resonator (badan) dari tempurung kelapa yang dibelah lalu dilapis kulit tipis, tiang kayu berbentuk bulat panjang, dan purilan atau alat penegang dawai.

Tiga alat musik gesek ini juga memiliki bentuk yang sama, hanya saja ukuran badan dan gagangnya berbeda-beda.

Ukuran paling kecil adalah kong-a-hiandengan nada liuh (G) dan che (D), sedang teh-hian bernada siang (E) dan liuh (G), dan yang terbesar disebut su-kong bernada su (A) dan kong (E).

Baca Juga: 10 Nama Bayi Perempuan Betawi, Unik dan Sarat Makna!

4. Gong dan Kempul

Alat Musik Betawi - Gong dan Kempul

Foto: encyclopedia.jakarta-tourism.go.id

Gong dan kempul adalah alat musik Jakarta yang dibuat dari kuningan atau perunggu dengan bentuk lingkaran yang bagian tengahnya menonjol.

Gong memiliki ukuran sekitar 85 cm dan berfungsi sebagai penentu irama dasar. Sementara itu, kempul hanya berukuran sekitar 45 cm atau setengahnya dan ia berfungsi sebagai pembatas ritme melodi.

Karena keduanya sangat besar, maka biasanya mereka akan digantung saat dimainkan. Cara memainkan alat musik Betawi ini sangat mudah, yakni hanya dipukul saja.

5. Bangsing

Alat Musik Betawi - Suling Bangsing

Foto: museumnusantara.com

Jakarta juga memiliki alat musik tradisional yang menyerupai suling, yaitu Bangsing.

Alat musik ini terbuat dari bambu kecil berbentuk bulat panjang dengan enam buah lubang nada yang bisa dimainkan secara horizontal.

6. Kecrek

Alat Musik Betawi - Kecrek

Foto: gambar.pro

Alat musik Betawi lainnya adalah kecrek atau pan yang umumnya dibuat dari dua sampai empat lempengan logam tipis seperti besi, kuningan, perunggu.

Mereka disusun di atas sebuah papan kayu dan alat ini punya fungsi sebagai pengatur irama juga.

Cara memainkan alat musik Betawi ini cukup mudah. Ini bisa dilakukan dengan cara dipukul menggunakan palu khusus atau tongkat kayu pendek sehingga kemudian akan menghasilkan bunyi crek-crek-crek yang khas.

Baca Juga: 6 Hidangan Lebaran Khas Betawi yang Wajib Dicoba!

7. Ningnong (Sio-lo)

Alat Musik Betawi - Ningnong

Foto: tambahpinter.com

Ini adalah alat musik Jakarta yang memiliki bentuk dua buah piringan logam perunggu atau kuningan berdiameter sekitar 10 cm. Alat musik Betawi ini ditempatkan pada sebuah bingkai kayu bertangkai satu.

Cara memainkan alat musik Betawi ini adalah dengan memukulnya menggunakan tongkat besi kecil secara bergantian dari kiri ke kanan atau sebaliknya.

Itulah beberapa alat musik Jakarta yang perlu diketahui. Ingat, Moms harus memperkenalkan alat musik ini kepada anak dan cucu kelak supaya alat musik ini tidak punah.

  • http://sudinpusarjakpus.jakarta.go.id/?p=8406
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait