Rupa-rupa

16 Agustus 2021

Mengenal Alat Musik Marakas yang Populer di Amerika Selatan

Alat musik yang cara memainkannya hanya digoyangkan ini ternyata punya sejarah yang panjang!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Amelia Puteri

Marakas, atau juga yang dikenal sebagai rumba shaker adalah instrumen perkusi tangan yang biasanya dimainkan berpasangan. Alat musik marakas cukup umum di musik Karibia, Amerika Latin, dan Amerika Selatan.

Marakas adalah alat alat musik yang secara tradisional terbuat dari labu kering atau cangkang kura-kura yang diisi dengan kacang, manik-manik, atau kerikil.

Namun, kini ada berbagai macam bahan yang bisa digunakan untuk membuat alat musik ini. Kini Moms bisa menemukan marakas yang terbuat dari kayu, fiber, kulit, dan plastik.

Alat musik marakas termasuk dalam kelompok idiophone, yakni alat musik yang menghasilkan suara dari fisik alat tersebut, yaitu dengan cara digoyang-goyangkan atau diguncangkan.

Marakas juga termasuk alat musik yang berfungsi ritmis sebagai pengiring pengaturan tempo dan membantu memberi ketukan pada lagu.Cara memainkan alat musik marakas sangatlah mudah karena hanya perlu digoyangkan sesuai irama.

Di Indonesia, alat musik marakas sebenarnya sangat familiar dalam kehidupan sehari-hari, hanya orang tidak pernah menyadarinya.

Jika melihat penyanyi jalanan menggunakan botol bekas air mineral berisi butiran beras atau pasir sebagai pengiring lagu, maka itu sebenarnya adalah alat musik marakas dalam bentuk yang paling sederhana.

Berikut ini terdapat beberapa fakta alat musik marakas yang perlu Moms ketahui:

Baca Juga: 6 Rekomendasi Mainan Alat Musik untuk Anak, Banyak Manfaatnya!

Sejarah dan Fakta Alat Musik Marakas

Alat Musik Marakas

Foto: etsystatic.com

Mengutip artikel dari Master Class, alat musik kerincingan yang mirip dengan maracas telah ada selama ribuan tahun di Afrika, Kepulauan Pasifik, dan Amerika.

Orang Araucanian, yang tinggal di tempat yang sekarang menjadi Chili tengah, mungkin adalah orang pertama yang menggunakan kata "maraca" untuk menggambarkan mainan labu sekitar 500 SM (sebelum masehi).

Namun, beberapa sejarawan mengaitkan asal kata itu dengan orang-orang Tupi di Brasil pra-kolonial.

Ada juga catatan kuno tentang maracas di Afrika Barat, di mana legenda Guinea menggambarkan seorang dewi yang membuat maraca dari labu dan kerikil putih.

Marakas mempunyai beberapa nama lain yaitu maracas, maraca, maracax’a, mbara’ka, dan marak.

Di masa lalu marakas juga mempunyai fungsi ritual. Marakas sebagai media kemudian dimainkan secara tunggal dalam upacara penyembuhan (santeria), dan berbagai prosesi ritual lainnya.

Di kalangan suku Araucanian, Chili, marakas solo yang terbuat dari labu kering dengan material penutup berupa bahan tenunan juga digunakan oleh seorang dukun perempuan (mapuche) dalam upacara penyembuhan.

Alat musik marakas juga berperan penting dalam sebuah ritual agama suku Indian kuno sebelum kedatangan Christophorus Columbus.

Sementara itu, di Indonesia, alat musik marakas pertama kali diperkenalkan di Kota Maluku. Masyarakat lokal di sana pertama kali mengenal alat musik marakas dari pedagang asal Portugis.

Alat musik ini pun dengan cepat menjadi populer di sana. Seiring waktu, masyarakat Maluku Utara juga mulai berkreasi dengan marakas milik mereka sendiri.

Mereka mengganti isian dari marakas rumba dengan biji kacang hijau yang sudah dikeringkan karena mereka menganggap bahwa kacang hijau bisa memberikan efek suara terbaik.

Baca Juga: Bagaimana Cara Menanam Kacang Hijau? Ikuti 10 Langkahnya!

Cara Musisi Menggunakan Marakas

Alat Musik Marakas

Foto: youtube.com

Marakas bisa menghasilkan suara yang berbeda tergantung pada bahan luar, isian dalam, dan ukuran, dan itu umum di banyak genre musik.

  • Dalam musik Kuba: Musisi biasanya menggunakan alat musik marakas untuk menjaga irama dan memberikan pengiring berirama dalam genre musik Kuba seperti salsa, guaracha, son Cubano, cha cha chá, dan mambo.
  • Dalam musik Afro-Puerto Rika: Pemain Marakas biasanya menggunakan satu maraca dengan nada tinggi dan satu maraca dengan nada rendah, kecuali untuk gaya musik Afro-Puerto Rika Bomba, yang hanya menggunakan satu marakas besar.
  • Dalam musik Orkestra: Marakas paling lazim dalam musik Latin, namun sebenarnya mereka tidak terbatas pada genre. Misalnya, pada tahun 1942, komposer Amerika terkenal Leonard Bernstein menggunakan marakas sebagai stik drum dalam Jeremiah Symphony-nya.
  • Dalam Rock 'n' Roll: Bo Diddley, pelopor rock 'n' roll, sering menggunakan marakas dalam lagu-lagunya.

Jadi tak hanya di dalam pertunjukan seni tradisional saja, alat musik marakas juga banyak banget dipakai oleh seniman musik modern di dunia. Yang paling utama adalah dalam genre musik reggae.

Lihat saja karya-karya dari Bob Marley and The Wailers, Big Mountain, UB 40, dan Manu Chao.

Seniman-seniman reggae ini setia memasukkan gemericik marakas ke dalam aransemen musik mereka sehingga membuat musik mereka semakin kaya.

Selain itu, seniman musik reggae di Indonesia juga banyak yang menggunakan alat musik ini di dalam karyanya.

Baca Juga: 6 Tips Aman Membawa Anak Ke Konser Musik

Masa Depan Alat Musik Marakas

Bermain Alat Musik Marakas

Foto: istockphoto.com

Marakas memiliki sejarah yang panjang dan masa depan yang menjanjikan karena suara mereka yang berirama.

Alat musik ini bahkan sering menjadi instrumen pertama untuk anak-anak.

Kini para ahli musik terus berupaya melestarikan alat musik ini dengan merekam dan mendokumentasikan musik etnik menggunakan marakas di berbagai belahan dunia agar warisan musik ini tidak hilang.

Dalam musik modern, instrumen perkusi ini telah menemukan rumah yang nyaman dalam banyak gaya musik. Popularitas musik Latin baru-baru ini dan semakin meningkat telah membawa perhatian besar pada marakas, dan musik etnis menuntut suara esensial dari marakas.

Industri musik internasional telah menyebarkan daya tarik alat musik ini dan membangun audiens yang lebih besar agar alat musik marakas lebih sering digunakan dan dieksplorasi.

Itulah fakta alat musik marakas yang perlu Moms ketahui.

Berkat cara memainkan alat musik marakas yang sangat mudah ini yang membuatnya dapat dengan mudah diterima di berbagai masyarakat dan berbagai genre musik.

Jadi, meskipun alat musik marakas bukan alat musik asli Indonesia, namun ia tetap perlu dilestarikan.

  • https://www.masterclass.com/articles/guide-to-maracas#4-ways-musicians-use-maracas
  • https://www.encyclopedia.com/literature-and-arts/performing-arts/music-theory-forms-and-instruments/maracas
  • http://encyclopedia.jakarta-tourism.go.id/post/marakas--seni-musik?lang=id
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait