Rupa-rupa

17 Agustus 2021

Ini Berbagai Fakta Alat Musik Rebab yang Moms Wajib Tahu untuk Edukasi Si Kecil

Tahukah Moms bahwa Rebab ternyata adalah nenek moyang dari Biola dan Cello?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Widya Citra Andini

Mungkin Moms berpikir bahwa Rebab adalah salah satu alat musik melodi asal Jawa Barat. Padahal faktanya, alat musik Rebab banyak digunakan dalam kesenian Melayu, khususnya Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.

Alat musik Rebab tergolong instrumen “kordofon” atau alat musik yang sumber bunyinya berasal dari dawai atau senar yang dimainkan dengan cara digesek seperti layaknya biola.

Asal mula musik Rebab ternyata tidak murni dari Nusantara. Rebab ternyata pada abad ke-8 mulai menyebar melewati jalur-jalur perdagangan Islam.

Namun, alat musik Rebab lebih banyak dari Timur Tengah, Afrika Utara, bagian dari Eropa, serta Timur Jauh.

Jika Moms ingin tahu lebih dalam mengenai alat musik Rebab seperti sejarah, cara memainkan, dan fakta menarik lainnya, simak ulasannya berikut ini!

Baca Juga: 65 Inspirasi Nama Bayi Laki-laki Arab dan Maknanya, Ada Atalaric dan Matin, Keren!

Sejarah Alat Musik Rebab

Sejarah Alatr  Musik Rebab

Foto: wikimedia.org

Mengutip Ensiklopedia Jakarta, alat musik Rebab ternyata pernah disinggung oleh Al Farabi (870-950 M) di dalam bukunya “Kitab Al Musiqi al Kabir”.

Orang Arab dahulu menyebut rebab sebagai “rabab”, yang kemudian disempurnakan menjadi alat gesek. Rebab juga mulai tersebar dari pusat kekhalifahan Islam masa itu di Cordoba (Spanyol) ke Eropa Barat, sekitar abad VIII M.

Dalam perkembangannya, rebab di Eropa kemudian berkembang menjadi “cello” dan juga “biola” yang Moms kenal sekarang.

Setelah menjelajah Eropa, rebab juga masuk ke Asia Tenggara termasuk Indonesia melalui Turki dan Asia Tengah, lalu ke Persia, India, dan Tiongkok.

Rebab dalam bahasa Afganistan disebut “rubab”, dan “rabab” dalam bahasa Persia yang artinya kumpulan alat-alat musik gesek.

Di India alat musik rebab yang dibawa dari Timur Tengah kemudian menjadi alat musik Sarod. Salah satu yang ahli memainkannya adalah Tansen (1520-1590), seorang penyanyi di istana Raja Mughal Akbar.

Ada perbedaan antara sarod dan rebab adalah cara memainkannya. Jika sarod dimainkan dengan cara dipetik, rebab digesek.

Selain itu di Persia dahulu juga terdapat rebab bertali satu yang digunakan untuk mengiringi deklamasi disebut “rebab ul shaer”.

Sementara itu di Indonesia, khususnya di Jakarta, alat musik rebab menjadi salah satu instrumen pengiring pertunjukan Wayang Kulit dan Topeng Betawi.

Alat musik ini juga menjadi bagian dari ansambel musik gamelan dan karawitan Jawa yang biasanya berfungsi sebagai penghias gending dan juga untuk menuntun arah lagu sinden.

Rebab dapat menyelaraskan cengkok nada dengan menginterpretasikan irama gamelan, sinden, maupun wiraswara atau penyanyi laki-laki.

Tak hanya di tanah Jawa, rebab juga dikenal dalam budaya Melayu Riau.

Alat musik rebab juga mempunyai kedudukan yang tinggi, sebagaimana diperlihatkan oleh adegan tarian “Menghadap Rebab” pada pertunjukan teater tradisional Makyong.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Acara Akhir Pekan, Ada Ragam Festival Menarik!

Tarian pembuka dalam setiap pementasan teater ini memperlihatkan adegan para pemain yang menari kemudian duduk menghadap pemain rebab.

Hingga kini, pembuatan rebabnya pun masih mempertahankan tata cara adat dimana terdapat aturan pantang larang jika ingin membuat rebab yang baik dan berkualitas.

Pemotongan kayu juga tidak diperbolehkan saat tengah hari atau masuk waktu Maghrib.

Teknis pemotongan pokok kayunya juga tidak boleh secara sungsang, dan kayu yang telah ditebang tidak boleh dilangkahi.

Di Riau, jenis kayu yang digunakan biasanya tembusu, nangka, sena, dan belimbing.

Kedudukan tinggi rebab juga diperlihatkan oleh ukiran indah di bagian ujung atau kepala rebab yang bermotifkan mahkota.

Bentuk Alat Musik Rebab

Alat Musik Rebab

Foto: alatmusik.id

Umumnya rebab berukuran kecil dengan badan bulat atau mendekati segi tiga dan memiliki 2 atau 3 buah dawai dengan leher panjang.

Alat musik Rebab umumnya memiliki tinggi sekitar 75 cm dan terbuat dari kayu maupun gading gajah yang dipadukan dengan kulit, kain beludru, senar perunggu, dan bulu ekor kuda.

Sejauh ini, ada dua jenis rebab, yakni yang memiliki tangkai di bagian bawah, sering disebut sebagai “rebab tangkai”, dan yang tidak bertangkai sehingga harus dipangku saat dimainkan.

Alat musik ini secara fisik dikelompokkan menjadi empat bagian yakni: watangan, bathokan, sikilan, dan senggreng (kosok):

1. Watangan

Pada bagian watangan, batangan kayu atau gading gajah jadi tempat dawai atau senar disematkan, dan digunakan sebagai pegangan saat sedang memainkan rebab.

Bagian Watangan terdiri dari Menur yaitu hiasan yang ada di bagian paling atas.

Ada juga Bahu, yang terdiri dari beberapa telinga sebagai tempat untuk mengikat senar bagian atas sekaligus menyetem rebab.

Yang terakhir adalah Popor, yakni bagian yang berfungsi sebagai penyambung watangan dan bathokan.

Baca Juga: 10 Pakaian Adat Jawa Tengah, Anggun dan Berkelas

2. Bathokan

Bathokan atau Bokongan adalah bagian yang berfungsi sebagai kotak resonansi suara senar yang digesek dengan bulu ekor kuda.

Istilah bathokan berasal dari kata “bathok” yang artinya tempurung kelapa dan mereka merujuk pada bentuk bagian resonansi yang biasanya terbuat dari tempurung kelapa atau bathok.

Untuk menghasilkan suara yang baik, maka sisi depan bathokan atau sering disebut “babad” biasanya diberi penutup dari kulit (kerbau, domba, atau ikan buntal), usus atau kemih lembu yang telah dikeringkan.

Supaya makin cantik, bagian belakang bathokan juga biasanya diberi kain beludru yang dijahit dengan benang berwarna emas.

3. Sikilan

Ini adalah kaki Rebab yang digunakan untuk menyangga bathokan dan watangan. Ia terdiri dari Popor yang berfungsi sebagai penyambung sikilan dan bathokan.

Ada juga Cakil, yang berfungsi sebagai pengait senar bawah dan terakhir adalah Palemahan yang berfungsi sebagai tempat dudukan rebab yang langsung bersentuhan dengan lantai/tanah.

4. Senggreng atau Kosok

Ini adalah alat penggesek rebab saat dimainkan. Alat ini terdiri dari:

  • Bobat, terbuat dari bulu ekor kuda yang bersentuhan secara langsung ketika menggesek senar rebab.
  • Benda, berfungsi sebagai pegangan sekaligus pengait bawah bobat.
  • Sirah Bajul, berfungsi sebagai pengait bobat bagian atas.
  • Rangkung, berfungsi sebagai busur penghubung benda dan sirah bajul.

Baca Juga: 6 Rekomendasi Mainan Alat Musik untuk Anak, Banyak Manfaatnya!

Cara Memainkan Rebab

Cara Memainkan Alat Musik Rebab

Foto: riautelevisi.com

Cara memainkan rebab adalah digesek dan mereka umumnya dimainkan dalam berbagai macam ansambel musik dan genre, dan dimainkan agak berbeda di daerah berbeda yang berbeda pula.

Di Asia Tenggara, rebab merupakan instrumen besar yang mirip dengan viola da gamba, sementara versi dari instrumen yang lebih ke Barat umumnya cenderung lebih kecil dan juga lebih tinggi melengking.

  • http://encyclopedia.jakarta-tourism.go.id/post/rebab--seni-musik?lang=id
  • https://www.blibli.com/friends/blog/alat-musik-rebab-16/
  • https://bobo.grid.id/read/08679906/rebab-alat-musik-gesek-berdawai-dua
  • https://www.visitklaten.com/artikel/alat-musik-rebab/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait