Kesehatan Umum

18 November 2021

Alergi Ayam, Ketahui Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Alergi ayam terjadi ketika sistem kekebalan tubuh indentifikasi allergen sebagai zat berbahaya.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Waritsa Asri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Ayam rendah lemak dan tinggi protein merupakan tambahan yang tepat jika Moms atau Dads sedang diet. Tapi, hal ini berbanding terbalik jika memiliki alergi ayam.

Alergi ayam tidak umum, tetapi dapat menyebabkan gejala yang tidak nyaman atau bahkan berbahaya pada beberapa orang.

Apa Itu Alergi Ayam?

Ilustrasi makan ayam

Foto: Orami Photo Stock

Alergi ayam adalah ketika Moms, Dads atau Si Kecil memiliki mengonsumsi ayam baik telur maupun daging lalu memicu alergi. Di mana sistem kekebalan tubuh yang secara keliru mengindentifikasi allergen sebagai zat berbahaya.

Reaksi alergi terhadap daging ayam sebenarnya termasuk kejadian yang langka menurut Allergo Journal International. Mereka dapat mempengaruhi orang dewasa dan anak-anak. Mereka paling sering terlihat pada remaja, meskipun mungkin mulai sekitar usia prasekolah.

Baca Juga: Alergi Daging Sapi: Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Penyebab Alergi Ayam

Ilustrasi ayam

Foto: Orami Photo Stock

Penyebab Alergi ayam ini dapat terjadi sebagai alergi primer (alergi yang sebenarnya), atau sebagai alergi sekunder yang disebabkan oleh reaksi silang dengan alergi lain, seperti alergi terhadap telur, meskipun hal ini jarang terjadi.

Menurut Healthline, untuk penyebab alergi ayam dari telur ada dua allergen utama yang dikenal sebagai ovomucoid dan ovalbumin. Mereka ditemukan dalam putih telur. Ovomukoid tahan asam dan stabil terhadap panas. Orang yang memiliki reaksi alergi terhadap ovomucoid biasanya tidak dapat mentolerir telur mentah atau matang.

Di sisi lain, ovalbumin rusak pada suhu tinggi, sehingga orang yang memiliki reaksi alergi terhadap ovalbumin sering dapat mentolerir telur yang dimasak. Hanya ada beberapa laporan orang dengan alergi telur ayam yang juga alergi terhadap daging ayam. Namun, harus hati-hati dengan vaksin yang diproduksi menggunakan media kultur yang mengandung telur ayam. Telur juga banyak ditemukan pada masakan telur dan banyak makanan olahan yang menggunakan telur sebagai bahan pengikat.

Sementara penyebab alergi ayam untuk bagian dagingnya, yaitu terjadi saat tubuh merespons daging ayam sebagai sesuatu yang berbahaya. Hal ini mengakibatkan sistem imun tubuh memproduksi antibodi bernama immunoglobin E (IgE) yang berperan menyerang alergen (pemicu alergi).Respons ini dapat menyebabkan munculnya gejala merugikan, mulai dari yang ringan hingga parah.

Baca Juga: Mengenal Asma Alergi, dari Gejala, Penyebab hingga Pengobatannya

Gejala Alergi Ayam

Ilustrasi alergi ayam

Foto: Orami Photo Stock

Alergi ayam dapat menyebabkan gejala dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Karena ini adalah kondisi yang langka, sulit untuk mengatakan apa reaksi yang paling umum. Namun, orang dengan alergi atau intoleransi daging ayam mungkin mengalami gejala berikut setelah makan atau bersentuhan dengan daging ayam:

1. Gejala Alergi Ayam yang Umum

  • Batuk atau mengi
  • Kulit merah, iritasi
  • Gatal-gatal
  • Tenggorokan yang meradang atau bengkak
  • Lidah atau bibir bengkak
  • Bersin
  • Mual atau muntah
  • Kram perut
  • Diare
  • Sakit tenggorokan
  • Bengkak, mata berair

2. Gejala Alergi Ayam yang Anafilaksis

Dalam kasus yang lebih parah, orang mungkin mengalami reaksi alergi berbahaya yang dikenal sebagai anafilaksis. Gejala anafilaksis meliputi:

  • Kesulitan bernapas
  • Palpitasi jantung
  • Jantung yang berpacu
  • Penurunan tekanan darah
  • Hilang kesadaran

Jika seseorang mengalami salah satu gejala di atas setelah makan ayam matang atau menangani ayam mentah, mereka harus segera mendapatkan perhatian medis karena anafilaksis adalah kondisi yang mengancam jiwa.

Baca Juga: Mengenal Keratosis Pilaris, Penyakit Kulit Ayam yang Jarang Disadari

Cara Mengatasi Alergi Ayam

Ilustrasi ayam

Foto: Orami Photo Stock

Lalu bagaimana cara mengatasi alergi ayam, menurut Medical News Today, maka harus menghindarinya dalam segala hal yang dimakan, selain itu ada beberapa juga yang harus dilakukan:

1. Berhati-hati dengan Hidangan Makanan

Hati-hati dengan hidangan yang mengandung kaldu ayam, bahan umum dalam sup. Ayam juga menjadi populer sebagai pengganti daging merah, jadi Moms atau Dads mungkin menganggapnya seperti daging hamburger. Pastikan bakso, cabai, dan daging cincang yang makan bebas dari ayam sebelum dikunyah.

2. Gunakan Bahan Hypoallergenic

Jika memiliki alergi terhadap bulu ayam, selimut atau bantal yang mengandung bulu angsa dapat memicu reaksi alergi baik di rumah maupun selama perjalanan. Bantal hypoallergenic yang tidak mengandung bulu menjadi pilihan penderita alergi tersebut.

3. Diskusi dengan Dokter

Sebelum mengambil vaksin apa pun, diskusikan alergi Anda dengan dokter. Vaksin tertentu dapat memicu reaksi alergi, seperti vaksin demam kuning, yang mengandung protein ayam. Jika memiliki sindrom telur burung, Moms atau Dads mungkin tidak dapat mengambil vaksin influenza hidup. Ini mengandung protein telur.

Moms atau Dads mungkin juga ingin mengambil tindakan pencegahan ekstra jika mengunjungi kebun binatang atau peternakan, terutama jika alergi terhadap ayam hidup atau unggas air.

4. Konsumsi Obat-obatan

Dalam kasus paparan yang tidak disengaja, orang dapat mencoba antihistamin yang dijual bebas. Antihistamin dapat membantu menghentikan sistem kekebalan agar tidak bereaksi berlebihan terhadap ayam.

Siapa pun yang mengalami reaksi parah harus segera mendapatkan perhatian medis, dan menggunakan suntikan epinefrin, yang sering dikenal dengan nama merek EpiPen.

Orang harus menemui dokter mereka jika mereka mengalami gejala reaksi alergi hingga beberapa jam setelah makan daging ayam.

Sekalipun reaksinya ringan, dokter dapat membantu seseorang mengetahui penyebab gejalanya, mengobati reaksinya, dan merencanakan cara untuk menghindari kontak dengan alergen di masa mendatang.

Hidup dengan alergi ayam dapat dikelola. Selalu waspada dengan apa yang Moms, Dads hingga Si Kecil makan dan pemicu alergi lainnya, seperti bulu ayam, yang mungkin mengintai di lingkungan. Jika Anda menghindari ayam, maka akan terhindari dari gejala alergi ayam.

Seorang profesional medis, seperti ahli alergi, dapat membantu mengelola gejala dan meresepkan obat yang dapat membantu jika secara tidak sengaja memicu alergi ayam. Ahli alergi kemungkinan besar akan meminta menjalani tes gores atau tusukan kulit. Tes ini melibatkan memaparkan kulit ke sejumlah zat, kemudian mengamati reaksinya termasuk alergi ayam.

  • https://www.verywellhealth.com/meat-allergy-82891
  • https://www.healthline.com/health/chicken-allergy#outlook
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/323070#seeing-a-doctor
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4861744/pdf/40629_2016_Article_108.pdf
  • https://www.jacionline.org/article/S0091-6749(97)70154-4/pdf
  • https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0091674920303432
  • https://www.researchgate.net/publication/26829856_Food_allergy_to_chicken_meat_with_IgE_reactivity_to_muscle_a-parvalbumin
  • https://theconversation.com/health-check-how-to-avoid-getting-ill-from-chicken-34795
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait