Kesehatan

24 Mei 2021

Kenali Penyebab dan Gejala Alzheimer yang Kerap Menyerang Lansia

Lakukan gaya hidup yang sehat agar terhindar dari penyakit alzheimer di usia tua
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Berbicara tentang Alzheimer, Moms mungkin mengingat penyakit yang dialami oleh orang yang sudah berusia tua. National Institute on Aging memang mengungkapkan usia menjadi salah satu faktor risiko alami penyakit Alzheimer. Biasanya penderita Alzheimer dalam rentang usia 65 sampai 85 tahun.

Alzheimer, penyakit yang ditemukan oleh psikiater Jerman bernama Alois Alzheimer, adalah bentuk demensia progresif yang menyebabkan masalah dengan ingatan, pemikiran, dan perilaku.

Sayangnya, tidak ada obat efektif untuk mengatasi Alzheimer, yang ada hanya memperlambat perkembangan penyakit tersebut.

Mari cari tahu penyebab dan cara mencegah penyakit Alzheimer.

Baca Juga: 5 Langkah Sederhana untuk Mencegah Alzheimer

Penyebab Penyakit Alzheimer

Kebiasaan yang Tingkatkan Risiko Alami Alzheimer-1.jpg

Foto: medicalnewstoday.com

Selain faktor usia, National Institute on Aging mengungkapkan faktor genetik juga berperan dalam meningkatkan risiko alami penyakit Alzheimer. Namun, bukan berarti ketika Moms punya riwayat keluarga dengan penyakit Alzheimer juga memiliki risiko yang sama, ya.

Berikut ini beberapa penyebab pemicu terjadinya Alzheimer.

1. Faktor Usia

Mengutip dalam Alzheimer's Association, faktor risiko terbesar yang diketahui untuk penyakit Alzheimer adalah bertambahnya usia. Tetapi gangguan ini bukan bagian normal dari penuaan. Meskipun usia meningkatkan risiko, itu bukanlah penyebab langsung Alzheimer.

Kebanyakan penderita penyakit ini berusia 65 tahun ke atas. Setelah usia 65 tahun, risiko Alzheimer berlipat ganda setiap lima tahun. Setelah usia 85 tahun, risikonya mencapai hampir sepertiga.

2. Riwayat Keluarga

5 Kebiasaan Buruk yang Tingkatkan Risiko Alzheimer

Foto: Orami Photo Stocks

Faktor risiko kuat lainnya penyakit Alzheimer adalah riwayat keluarga. Mereka yang memiliki orangtua, saudara laki-laki atau perempuan dengan Alzheimer lebih mungkin untuk terkena penyakit tersebut.

Risiko tersebut meningkat jika lebih dari satu anggota keluarga menderita penyakit Alzheimer. Ketika penyakit cenderung diturunkan dalam keluarga, baik faktor keturunan (genetika), faktor lingkungan, atau keduanya dapat meningkatkan risiko.

3. Genetik

Hampir menyerupai riwayat keluarga, faktor genetik juga berperan penting dalam risiko penyakit Alzheimer.

Para ahli tahu bahwa gen cukup terlibat dalam Alzheimer. Dua kategori gen memengaruhi apakah seseorang bisa terkena suatu penyakit, yakni gen risiko dan gen deterministik.

Gen Alzheimer telah ditemukan dalam kedua kategori tersebut. Diperkirakan kurang dari 1 persen kasus Alzheimer disebabkan oleh gen deterministik (gen yang menyebabkan penyakit, bukannya meningkatkan risiko penyakit).

4. Penyakit Kardiovaskular

Alzheimer-Saat-Detak-Jantung-Terlalu-Cepat.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Ada faktor lainnya yang berperan menyebabkan penyakit Alzheimer, yaitu penurunan kognitif seiring bertambahnya usia dan juga gaya hidup sehingga sebabkan penyakit jantung, stroke, tekanan darah tinggi, obesitas, dan diabetes.

Faktanya, beberapa jenis penyakit tersebut bisa meningkatkan risiko alami penyakit Alzheimer.

National Health Service mengungkapkan, kondisi yang berhubungan dengan penyakit kardiovaskular dapat meningkatkan risiko penyakit Alzheimer. Di antaranya beberapa kebiasaan seperti merokok, mengonsumsi alkohol, dan pola makan yang tidak sehat.

5. Cedera Kepala

Tidak selalu karena genetik, orang dengan cedera kepala berisiko terkena penyakit Alzheimer. Adanya hubungan antara cedera kepala dan risiko Alzheimer dalam jangka panjang yang lama.

Orang yang pernah mengalami cedera kepala parah mungkin berisiko lebih tinggi terkena penyakit Alzheimer, tetapi banyak penelitian masih diperlukan di bidang ini.

Semuanya dapat meningkatkan risiko penyakit Alzheimer. Untuk itu, seiring bertambahnya usia Moms, sebaiknya selalu rutin untuk memeriksakan kesehatan.

Baca Juga: Ini Bedanya Alzheimer dan Demensia, Terkadang Memang Membingungkan ya

Ketahui Gejala dari Penyakit Alzheimer

Kebiasaan yang Tingkatkan Risiko Alami Alzheimer-2.jpg

Foto: indianexpress.com

Gejala pertama Alzheimer berbeda setiap orang. Gangguan daya ingat biasanya merupakan salah satu tanda pertama dari gangguan kognitif yang terkait dengan penyakit Alzheimer.

Penurunan aspek kognisi non-memori, seperti pencarian kata, masalah penglihatan / spasial, dan gangguan penalaran juga dapat menandakan tahap awal penyakit Alzheimer.

Dan beberapa orang mungkin didiagnosis dengan gangguan kognitif ringan. Seiring perkembangan penyakit, pasien bisa mengalami kehilangan ingatan yang lebih besar dan kesulitan kognitif lainnya.

Moms, sebaiknya ketahui beberapa gejala dari penyakit Alzheimer. Dilansir dari Mayo Clinic, berikut ini beberapa gejala yang perlu diwaspadai, yaitu:

  • Kehilangan memori yang memengaruhi aktivitas sehari-hari
  • Kesulitan untuk melakukan pekerjaan rumah yang sederhana
  • Kesulitan untuk memecahkan masalah
  • Suasana hati dan kepribadian yang mudah berubah
  • Menarik diri dari teman, keluarga, dan komunitas

Tampaknya kerusakan pada otak dimulai satu dekade atau lebih, sebelum memori dan masalah kognitif lainnya muncul.

Mengutip National Intitutes of Health, selama tahap praklinis penyakit Alzheimer ini, biasanya penderita tidak bergejala, tetapi ada perubahan toksik sedang terjadi di otak.

Misalnya seseorang mengalami kesulitan menemukan kata-kata, mengingat tanggal, kehilangan benda-benda dan lainnya.

Bagi kebanyakan orang dengan Alzheimer, gejala pertama kali muncul pada pertengahan usia 60-an. Tanda-tanda awal alzheimer dimulai antara usia 30-an dan pertengahan 60-an.

Baca Juga: 9 Manfaat Daun Kemangi untuk Kesehatan, Bisa Melawan Infeksi dan Mencegah Penuaan!

Pencegahan Terhadap Penyakit Alzheimer

Kebiasaan yang Tingkatkan Risiko Alami Alzheimer-3.jpg

Foto: eatright.org

Penyakit Alzheimer tidak dapat diobati, sehingga ada cara mencegah yang tepat dimulai dari sekarang. Pencegahan dilakukan agar menghindari berbagai gangguan kognitif yang dapat terjadi di masa mendatang.

1. Gaya Hidup Sehat

Studi dari Brain Plasticity bahkan mengungkapkan, gaya hidup yang sehat dapat mempertahankan fungsi kognitif dengan baik sehingga dapat menurunkan risiko terkena penyakit Alzheimer. Pencegahan yang efektif, yaitu rutin berolahraga, pola makan yang sehat, dan kualitas tidur yang cukup setiap harinya.

“Latihan fisik dan rutin berolahraga setiap hari ternyata dapat membantu mencegah perkembangan Alzheimer di usia tua. Rekomendasi yang dapat dilakukan adalah rutin 30 menit latihan aerobik, sebanyak tiga hingga empat kali seminggu,” ungkap Dr. Gad Marshall, direktur medis uji klinis dari Brigham and Women’s Hospital.

Baca Juga: Bagaimana Cara untuk Menghindari Alzheimer? Ini 3 Kiatnya

2. Diet Mediterania

mediterania untuk mencegah alzheimer.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Menurut Dr. Gad juga, pola makan sehat untuk mencegah penyakit ini, salah satu caranya adalah dengan menjalani program diet Mediterania. Jenis diet ini fokus mengonsumsi beberapa jenis sayuran dan buah-buahan segar, biji-bijian, kacang-kacangan, makanan laut seperti ikan, susu, dan perbanyak minyak zaitun.

Diet ini melibatkan banyak kombinasi makanan-makanan sehat, salah satunya sayuran berdaun hijau.

Menurut para ahli, sayuran berdaun hijau kaya akan beragam nutrisi dan gizi yang membantu tubuh tetap sehat dan menjauhkan risiko terkena Alzheimer. Moms, untuk mencegahnya mulai konsumsi enam porsi sayuran hijau dalam satu minggu.

Selain itu konsumsi biji-bijian juga menjadi salah satu adopsi diet mediterania.

3. Tidur Cukup

Cara mencegah penyakit Alzheimer tidak hanya dari makanan yang dikonsumsi, melainkan dari kualitas tidur.

Hal penting yang perlu dipahami adalah memiliki kualitas tidur yang cukup untuk menjaga fungsi otak agar tetap berjalan dengan optimal.

Peningkatan kualitas tidur membantu mencegah penyakit Alzheimer. Orang dewasa membutuhkan tujuh hingga delapan jam tidur per malam. Jadi, sebaiknya hindari kebiasaan begadang, ya, Moms.

Baca Juga: Cukup Tidur Tapi Terus Mengantuk, Ternyata Ini 5 Penyebabnya!

4. Aktif Bersosialisasi

Alzheimer-Hero.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa tingkat Alzheimer lebih rendah pada orang yang tetap aktif secara mental dan sosial sepanjang hidup mereka.

Dimungkinkan untuk mengurangi risiko penyakit Alzheimer dan jenis demensia lainnya dengan cara:

  • Sering membaca
  • Bermain alat musik
  • Aktif dalam sukarelawan dan sosial
  • Suka mencoba aktivitas baru
  • Ikut serta dalam komunitas olahraga

Cara mencegah seperti permainan komputer "pelatihan otak" telah terbukti meningkatkan kognisi dalam waktu singkat, tetapi penelitian lebih lanjut perlu ditelaah untuk melihat apakah cara ini dapat membantu mencegah risiko Alzheimer.

5. Uji Coba Plasebo

Dalam Alzheimer Association, uji coba plasebo atau uji klinis dapat melihat apakah seseorang berisiko terkena penyakit Alzheimer atau tidak.

Uji klinis yang sedang berlangsung ini dilakukan oleh Dominantly Inherited Alzheimer Network (DIAN). Para peneliti sedang menguji apakah antibodi terhadap beta-amiloid dapat mengurangi akumulasi plak beta-amiloid di otak orang dengan mutasi genetik untuk mengurangi, menunda, atau mencegah gejala Alzheimer.

Peserta dalam uji coba menerima antibodi (atau plasebo) sebelum mereka menunjukkan gejala, dan perkembangan plak beta-amiloid sedang dipantau oleh pemindaian otak dan tes lainnya.

Meskipun penelitian masih berlangsung, cara mencegah lainnya juga diiringi perubahan gaya hidup, termasuk berpartisipasi dalam aktivitas rutin dan menjaga kesehatan jantung yang baik.

Baca Juga: Mengenal Penyakit Kawasaki yang Bahayakan Jantung Bayi

Itulah yang bisa diketahui tentang penyebab dan juga cara mencegah penyakit Alzheimer. Ingat, berbagai kebiasaan yang dilakukan di usia muda dapat memengaruhi kesehatan di masa tua mendatang. Jadi, pastikan Moms memiliki gaya hidup yang sehat.

https://www.nia.nih.gov/health/what-causes-alzheimers-disease

https://www.alz.org/alzheimers-dementia/what-is-alzheimers/causes-and-risk-factors

https://www.nhs.uk/conditions/alzheimers-disease/causes/

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/alzheimers-disease/symptoms-causes/syc-20350447

https://www.nia.nih.gov/health/what-are-signs-alzheimers-disease

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6296265/

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait