Pasca Melahirkan

PASCA MELAHIRKAN
6 Januari 2021

Ibu Demam Bolehkah Menyusui? Ini Jawabannya Menurut Ahli

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ya, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya
Disunting oleh Amelia Puteri

Ketika Moms adalah seorang ibu yang sedang dalam masa menyusui, tentu saat sedang terserang penyakit membuat Moms bertanya-tanya apakah ibu demam bolehkah menyusui dan aman diminum Si Kecil?

Sebagian besar penyakit disebabkan oleh virus dan menular. Moms akan terinfeksi oleh virus jauh sebelum tubuh menunjukkan gejala seperti pilek, batuk atau demam.

Oleh karena itu, sangat mungkin bayi juga terinfeksi, jauh sebelum ibunya sadar bahwa ia sedang sakit. Namun, untuk urusan menyusui, ketika ibu demam bolehkan menyusui seperti biasanya?

Mari cari tahu di bawah ini tentang "ibu demam bolehkah menyusui", yuk Moms!

Ibu Demam Bolehkah Menyusui?

shutterstock 1147224644

Foto: Orami Photo Stock

Para ibu sebenarnya memberikan kekebalan kepada bayinya melalui menyusui.

“Kekebalan apa pun yang berkembang melalui penyakit, ini akan ditransfer langsung ke bayi melalui menyusui dan membantu melindungi bayi dari penyakit yang saat ini diderita ibu," menurut penjelasan Jessie Richardson, R.N., Marshfield Clinic Health System Lactation Consultant.

Jadi, ibu demam bolehkah menyusui? Ya, tetap melanjukan pemberian ASI untuk Si Kecil agar ia mendapat nutrisi yang dibutuhkannya.

Flu, batuk, atau demam memang dapat ditularkan melalui udara, kontak kulit, mulut, dan hidung tetapi tidak melalui ASI.

Ketika Moms menyusui saat sedang demam, antibodi yang diproduksi di dalam tubuh untuk virus akan ikut masuk ke dalam tubuh bayi, sehingga meningkatkan kekebalannya.

Bahkan dalam kasus seperti keracunan makanan sekalipun, menyusui tidak boleh dihentikan karena memang tidak ada kemungkinan bayi terinfeksi melalui ASI.

Tiba-tiba berhenti menyusui karena terbenak pernyataan "ibu demam bolehkah menyusui", sehingga membuat banyak sebagian ibu merasa khawatir.

Jika diberhentikan, kemungkinan bayi jatuh sakit dan menghilangkan nutrisi yang mereka butuhkan.

Demam pada ibu biasanya terjadi karena ada reaksi melawan infeksi pada dalam tubuh.

Centers for Disease Control and Prevention mengutarakan, air susu ibu mengandung antibodi dan faktor imunologi lain yang dapat membantu melindungi bayinya dari flu dan merupakan sumber nutrisi yang disarankan untuk bayi.

Ini untuk memperjelas keresahan orang tua ketika muncul pertanyaan ibu demam bolehkah menyusui.

Namun, jika ibu demam dan ingin memeras ASI untuk Si Kecil, ini juga dibolehkan. Karena suplai ASI dapat menurun untuk beberapa ibu.

Para Moms mungkin memerlukan dukungan laktasi tambahan untuk mengatasi masalah suplai ASI.

Baca Juga: Setelah Demam Tinggi Muncul Ruam Merah di Kulit Anak, Bagaimana Cara Mengobatinya?

Anak Sakit, Bolehlah Menyusui?

Hal-Hal yang Harus Diketahui Seputar Sakit Mata pada Anak 3.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Moms sudah mengetahui jawaban dari ibu demam bolehkah menyusui.

Ketika ibu demam boleh menyusui, lalu bagaimana jika bayi yang sakit? Ternyata, menyusui jauh lebih penting untuk dilanjutkan jika bayi sedang sakit.

Dilansir dari Healthy Women, ibu perlu lebih sering menyusui agar bayi bisa mendapatkan cairan dan nutrisi yang dia butuhkan untuk menggantikan yang hilang karena sakit.

Jika bayi mengalami flu, menyusui dia dalam posisi tegak dapat membantu.

Tentu saja, Moms harus berbicara dengan dokter ketika bayi mengalami demam, diare, muntah atau tidak mau menyusui.

Pastikan juga ketika ibu demam tengah menyusui, tetap rajin mencuci tangan dan menjaga kebersihan agar tidak terkena penyakit infeksi lainnya yang mebahayakan Si Kecil.

Baca Juga: Bisakah Mengatasi Batuk Pilek Bayi Baru Lahir dengan ASI?

Apakah Obat Memengaruhi Kualitas ASI?

shutterstock 672632047

Foto: Orami Photo Stock

Jika sudah mengetahui jawaban dan ibu demam bolehkah menyusui, maka Moms mungkin ingin tetap menyusui dan mengonsumsi obat demam.

Memang hampir semua obat yang ada dalam darah Moms akan ditemukan dalam ASI sampai batas tertentu. Namun, kuantitas yang ada akan sangat rendah sehingga risikonya juga lebih rendah ketika ibu demam tetap menyusui.

Seperti contohnya, ketika ibu mengonsumsi ibuprofen, akan diteruskan pada bayi melalui ASI, tapi hanya 0,06% dari jumlah takaran ibuprofen yang diminum si ibu.

Meski demikian, tetap ada beberapa obat yang tentunya membutuhkan perhatian khusus. Dengan kata lain, penting sekali bagi Moms untuk memberitahu dokter bahwa sedang dalam masa menyusui.

Dokter akan memberikan obat yang sesuai dan tentunya aman. Sebagai contoh, jika Moms mengalami demam dengan nyeri tubuh, maka dokter mungkin akan meresepkan obat yang merupakan kombinasi dari dua obat umum seperti ibuprofen dan parasetamol.

Namun, jika Moms sedang menyusui, dokter mungkin akan meresepkan dua obat yang berbeda. Risiko paparan obat dalam ASI tinggi untuk bayi prematur, bayi baru lahir, dan bayi dengan fungsi ginjal yang buruk.

Jika bayi Moms sehat dan sehat dan berusia lebih dari 6 bulan, ia akan memiliki sistem pencernaan yang dapat mengolah obat secara efektif.

Namun, sebaiknya tanyakan kepada dokter untuk obat-obatan tertentu karena dapat menyebabkan masalah. Pertimbangkan poin-poin berikut menurut La Leche League GB saat memberikan obat ibu demam saat menyusui:

  • Bayi prematur dan bayi baru lahir adalah yang paling mungkin terpengaruh oleh obat-obatan. Setelah usia satu bulan, kebanyakan bayi lebih mampu menangani obat-obatan tertentu.
  • Bayi yang lebih berat tidak akan terlalu terpengaruh oleh obat yang diterimanya melalui ASI dibandingkan dengan bayi baru lahir.
  • Bayi yang menerima makanan padat atau susu formula serta ASI kemungkinan akan menerima lebih sedikit obat daripada bayi yang diberi ASI eksklusif. Balita yang jarang menyusui akan menerima lebih sedikit pengaruh obat dibandingkan balita yang lebih sering menyusui.
  • Obat yang diminum selama berminggu-minggu mungkin memiliki potensi dampak yang lebih besar pada bayi yang disusui daripada yang hanya diminum beberapa hari.
  • Kadar obat dalam ASI dapat bervariasi menurut waktu antara minum obat dan menyusui berikutnya.

Baca Juga: Sakit Kepala Saat Menyusui, Apakah Normal?

Bagaimana Mencegah Bayi Terinfeksi Saat Ibu Demam?

shutterstock 1029287806

Foto: Orami Photo Stock

Fakta ibu demam bolehkah menyusui, adalah tetap diharuskan melakukan pemberian ASI agar Si Kecil tidak terserang penyakit.

Bahkan tidak hanya saat demam, selama sakit memang dibolehkan untuk menyusui. Namun, selalu disarankan untuk mengambil tindakan pencegahan tertentu untuk melindungi bayi dari infeksi seperti:

1. Hidrasi Tubuh

Ada kemungkinan pasokan susu atau kualitas ASI menurun selama sakit. Upayakan untuk selalu minum banyak cairan untuk menjaga suplai ASI.

Bayi tetap membutuhkan nutrisi untuk kebutuhan tubuhnya dalam melawan penyakit dan meningkatkan imunitas.

Ketika kualitas ASI tidak tercukupi atau berkurang, Si Kecil boleh mendapatkan asupan lain dari MPASI atau susu formula yang disarankan oleh dokter anak.

Baca Juga: Sakit Gigi pada Ibu Hamil, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

2. Jauhi Bayi Setelah Menyusui

Infeksi menyebar melalui udara dan cairan tubuh seperti air liur, cairan hidung dan lain-lain.

Hindari bersin, batuk di dekat bayi dan cucilah tangan sebelum menyentuh atau menggendong bayi. Meskipun sulit, disarankan untuk menjauh dari bayi kecuali selama menyusui.

Ibu demam boleh menyusui namun setelah itu, untuk melakukan pencegahan, kurangi waktu bersama anak agar ia tidak tertular.

3. Jangan Pernah Berhenti Menyusui

Jika menyusui dihentikan tiba-tiba ketika ibu demam, susu dapat menumpuk di payudara dan menyebabkan peradangan dan infeksi, yang disebut mastitis. Kecuali, dokter telah menyarankan untuk berhenti menyusui.

Kini Moms sudah tahu bukan bahwa rupanya aman ketika muncul banyak pertanyaan, "ibu demam bolehkah menyusui".

Ini menjadi jawaban untuk ibu demam bolehkah menyusui yang membuat hati Moms sedikit lega.

Artikel Terkait