Kesehatan Umum

26 Oktober 2021

Mengenal Gangguan Haid (Amenorrhea): Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Berpotensi mengganggu kesuburan wanita
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Widya Citra Andini

Belum pernah haid sama sekali atau sudah berbulan-bulan tak kunjung menstruasi? Moms mungkin sedang mengalami kondisi amenorrhea.

Adapun kondisi yang menyerang wanita ini bisa terjadi pada anak remaja dan juga orang dewasa.

Lantas, apa yang menyebabkan hal ini terjadi pada wanita? Yuk, ketahui gejala, penyebab, dan cara mengatasi penyakit ini Moms!

Gejala Amenorrhea

sindrom-Amenorrheajpg

Foto: Orami Photo Stocks

Melansir Cleveland Clinic, amenorrhea adalah kondisi ketika wanita tidak mengalami menstruasi. Ada beberapa jenis yang memicu kondisi ini.

Jika belum pernah mendapat haid sama sekali, ini tergolong dalam amenorea primer. Seringnya terjadi pada anak remaja yang belum menstruasi ketika berusia 15 tahun.

Beda halnya, pada wanita yang pernah mendapat haid, ini disebut dengan amenorea sekunder.

Berikut beberapa gejala umum yang dirasakan dari kondisi ini:

  • Keluarnya cairan dari puting susu
  • Rambut rontok
  • Sakit kepala
  • Tumbuh rmbut wajah berlebih
  • Nyeri panggul
  • Jerawat

Sekilas terlihat menyerupai gejala PMS, bukan? Karenanya, banyak orang yang sering tertukar antara gejala amenorrhea dan juga menstruasi.

Baca Juga: Mata Cekung Tidak Selalu Karena Kurang Tidur! Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Penyebab Amenorrhea

Berat badan cukup berpengaruh terhadap fungsi hormon seks wanita.

Wanita yang mengalami obesitas maupun sedang mengalami penurunan berat badan dengan drastis, dapat mengalami gangguan siklus haid.

Tak hanya itu, berikut beberapa penyebab yang memicu seorang bisa mengalami amenorrhea:

1. Olahraga Berat

penyebab amenorrhea

Foto: Orami Photo Stocks

Olahraga memang baik untuk kesehatan, namun tak semua memiliki manfaat yang serupa, lho.

Wanita yang ikut serta dalam olahraga yang membutuhkan latihan keras, seperti balet, mungkin mengalami gangguan siklus menstruasi atau amenorrhea.

Hal ini karena balet membutuhkan latihan dengan frekuensi yang cukup sering dibandingkan olahraga lainnya.

Beberapa faktor lain yang membuat balet tergolong olahraga berat, seperti:

  • Membutuhkan postur tubuh yang ideal
  • Stres yang tinggi
  • Stamina energi tinggi

Tak heran jika haid lebih jarang terjadi pada anak-anak remaja yang mengikuti kelas balet, Moms.

2. Masalah Tiroid

Melansir Women's Health, hormon tiroid cukup penting dalam mengatur siklus menstruasi pada wanita.

Terlalu banyak atau terlalu sedikit hormon tiroid, dapat membuat menstruasi menjadi sangat ringan, berat, ataubahkan tidak teratur.

Penyakit tiroid seperti hipertiroid juga dapat menyebabkan menstruasi berhenti selama beberapa bulan.

Gejala yang mungkin dirasakan dari penyakit ini, yakni:

Adapun pengobatan dari gangguan hormon tiroid ini salah satunya yakni mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Baca Juga: 7 Manfaat Jogging dan Tipsnya agar Tidak Cedera

3. Pil KB

Penyebab Amenorrhea, Apakah Salah Satunya Moms?

Foto: Orami Photo Stocks

Untuk wanita dewasa, kebanyakan dari mereka menggunakan pil KB sebagai alat kontrasepsi.

Namun, efek samping dari menggunakan ini berlarut-larut yakni memicu amenorrhea.

Bahkan setelah menghentikan pil KB, mungkin diperlukan beberapa waktu sebelum ovulasi dan menstruasi kembali teratur.

Kontrasepsi yang disuntikkan atau ditanamkan juga dapat menyebabkan kondisi ini, Moms.

4. Efek Samping Obat

Obat-obatan tertentu dapat menyebabkan periode menstruasi berhenti atau amenorrhea.

Beberapa jenis obat tersebut meliputi:

Segera konsultasi dokter apabila kondisi ini terus berlangsung ya, Moms. Nantinya, dokter akan mencarikan alternatif obat yang tepat untuk dikonsumsi tanpa mengganggu siklus menstruasi.

5. Sindrom Polikistik Ovarium (PCOS)

penyebab-amenorrhea-adalah.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Sindrom ovarium polikistik (PCOS) adalah gangguan yang melibatkan siklus menstruasi menjadi tidak teratur.

Sering kali disebabkan karena kadar hormon (androgen) yang berlebihan.

Wanita dengan PCOS mungkin mengalami siklus haid lebih jarang dalam setahun. Atau, menstruasi mereka mungkin datang setiap 21 hari atau lebih sering.

Gejala yang terlihat dari fisik meliputi terlalu banyak rambut di wajah, dagu, atau bagian tubuh di mana pria biasanya memiliki rambut.

Penyebab amenorea sekunder diketahui dapat didiagnosis dengan bantuan beberapa tes medis seperti tes darah, USG maupun CT scan.

Baca Juga: Hukum Hamil di Luar Nikah Berdasar Syariat Islam dan Ketentuan Negara

Cara Mengatasi Amenorrhea

Amenorrhea dapat berpotensi mengganggu kesuburan, terrgantung pada berat ringannya penyebab yang mendasarinya.

Olehh sebab itu, penanganan kondisi ini sejak dini dapat membantu kondisi ini.

Berikut beberapa cara dalam mengatasi amenorrhea:

1. Olahraga Rutin

olahraga-untuk-mengatasi-amenorrhea.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Yuk, perbanyak gerakan fisik untuk mencegah siklus haid tidak teratur. Lakukan sejumlah olahraga yang tergolong ringan dan tidak berat, Moms.

Hal ini bisa dengan berjalan atau jogging di pagi atau sore hari.

Jenis olahraga fisik ini dapat mengurangi kembung dan nyeri kram akibat gejala dari amenorrhea.

Jika Moms menyukainya, latihan aerobik juga salah satu kegiatan yang bisa dicoba, lho.

Latihan aerobik dapat membantu sirkulasi darah dan pelepasan “hormon perasaan senang” yang disebut endorfin.

2. Berat Badan Ideal

Mempertahankan berat badan yang normal adalah cara dalam mengatasi amenorrhea.

Artinya, berat harus tetap stabil, yakni tidak berlebihan dan juga tidak kurang, Moms.

Konsumsi makanan bernutrisi tinggi dan kurangi asupan makanan tinggi gula.

Coba konsultasikan pada ahli gizi untuk mengetahui jenis makanan apa saja yang perlu dikonsumsi selama menjaga berat badan ideal.

3. Mengelola Stres

Melakukan Meditasi (www.verywellmind.com).jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Mengelola stres dengan baik adalah cara yang perlu dilakukan selanjutnya.

Saat ini, ada berbagai pilihan terapi relaksasi agar tubuh lebih rileks dan menjauhkan dari pikiran negatif.

Salah satunya dengan yoga ataupun meditasi. Rasakan manfaat dari meditasi yang meliputi:

  • Memperoleh perspektif baru untuk mengelola stres
  • Meningkatkan kesadaran diri
  • Lebih berfokus dan bisa konsentrasi
  • Mengurangi emosi negatif

Selain itu, meditasi juga dapat meningkatkan imajinasi dan kreativitas diri kita, lho.

Baca Juga: Infeksi Telinga: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

4. Istirahat Cukup

Menyeimbangkan waktu aktivitas dengan istirahat yang cukup adalah salah satu cara mengatasi amenorrhea.

Begadang di malam hari tidak memiliki manfaat apapun untuk kesehatan.

Justru ada berbagai bahaya yang mengintai dari begadang, seperti:

  • Perubahan hormon tubuh
  • Tubuh mudah lelah
  • Penurunan energi tubuh
  • Sulit berkonsenstrasi
  • Gangguan siklus menstruasi

Mulai sekarang pastikan kualitas tidur Moms tercukupi, ya.

5. Melakukan Pap Smear

Seberapa Sering Kita Harus Lakukan Pap Smear - mempersiapkan pap smear.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Umumnya, pap smear adalah alat skrining untuk mendeteksi kanker servis. Tes ini dapat mendeteksi sel-sel abnormal di serviks sebelum menjadi kanker.

Namun, ini juga bisa digunakan untuk memeriksa gangguan kesehatan terkait amenorrhea.

Jika mendapati sedang mengalami gangguan menstruasi, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter kandungan, ya.

  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/3924-amenorrhea
  • https://www.womenshealth.gov/a-z-topics/thyroid-disease#:~:text=Your%20thyroid%20helps%20control%20your,longer%2C%20a%20condition%20called%20amenorrhea.
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait