ADVERTISEMENT

KESEHATAN UMUM
06 Juni 2022

Tangan Gatal Usai Gunakan Deterjen? Waspada Alergi Deterjen dan Cara Mengatasinya

Cari tahu lebih lanjut berikut ini
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Amelia Puteri

Apakah Moms tahu tentang kondisi alergi deterjen?

Alergi tak hanya terjadi ketika Moms menyantap sesuatu, namun juga ketika kulit tubuh mengenai bahan-bahan kimia tertentu yang menyebabkan iritasi hingga ruam.

Alergi biasanya ditandai dengan ruam atau perubahan warna dan tekstur kulit menjadi merah, bintik-bintik, serta gatal. Jika dibiarkan tanpa perawatan, hal ini dapat menyebabkan iritasi dan rasa nyeri.

Salah satu alergi yang disebabkan oleh bahan-bahan kimia ialah alergi deterjen.

Tak jarang, alergi ini juga menjalar ke beberapa area tubuh seperti wajah, tangan dan kaki. Tentu hal ini memengaruhi kepercayaan diri Moms.

Kondisi ruam pada kulit disebabkan oleh beberapa faktor. Misalnya, keturunan, penyakit cacar alergi tanaman tertentu, serta alergi terhadap obat atau makanan.

Dengan mengetahui penyebab ruam pada kulit, Moms akan dapat menentukan langkah antisipasi yang tepat. Seperti melakukan perawatan sederhana hingga berkonsultasi dengan ahli kulit.

ADVERTISEMENT

Apabila Moms dan keluarga tidak memiliki riwayat alergi. Maka patut dicurigai bahwa penyebab ruam adalah dermatitis kontak.

Melansir dari Mayo Clinic dermatitis kontak adalah reaksi yang muncul ketika kulit bersentuhan dengan zat iritan atau alergen (penyebab alergi).

Zat iritan lemah biasanya terkandung dalam deterjen, sabun, serta beberapa jenis pelembut pakaian. Sementara itu, alergen dapat berupa sarung tangan karet, make up, perhiasan logam dan sebagainya.

ADVERTISEMENT

Deterjen yang Moms gunakan untuk mencuci pakaian sehari-hari terbuat dari campuran kimia zat iritan lemah. Campuran bahan kimia ini bermanfaat untuk membersihkan bakteri, melembutkan pakaian, hingga bau wangi.

Akan tetapi beberapa bahan kimia tersebut tidak cocok dengan kulit sebagian orang sehingga menjadi pemicu alergi.

Sama seperti sabun pada umumnya, deterjen mengandung surfaktan. Surfaktan bermanfaat melonggarkan partikel kotoran dan minyak agar hilang dari pakaian.

Selain surfaktan, zat alergen lain yang biasanya terkandung dari deterjen adalah pengawet, enzim, paraben, pewarna kain, pelembab, pelembut kain, pengental dan pelarut, serta zat emulsi.

Jika Moms mengalami alergi deterjen, sebaiknya simak penjelasan dalam artikel ini hingga tuntas.

Sebab, dalam artikel ini, akan dibahas lebih lanjut mengenai alergi deterjen, gejalanya hingga cara mengatasinya.

Yuk, simak uraiannya berikut ini!

Baca Juga: 5 Jenis Hewan Peliharaan yang Aman Untuk Anak Alergi atau Asma

Gejala Alergi Deterjen

Foto: alergi deterjen (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stocks

ADVERTISEMENT

Scroll untuk melanjutkan

Dilansir dari National Health Service (NHS) program layanan kesehatan masyarakat di Britania Raya, gejala alergi yang disebabkan oleh zat iritan biasanya muncul dalam 48 jam setelah kulit terkena zat tersebut, atau bahkan lebih cepat.

Akan tetapi, gejala alergi yang dipicu zat iritan ringan seperti deterjen tidak akan langsung muncul. Dibutuhkan waktu lebih lama dan tergantung intensitas paparan terhadap deterjen.

Secara umum, ada beberapa gejala alergi deterjen yang disebabkan zat iritan yang dapat dikenali untuk perawatan lebih lanjut yakni:

  • Kulit meradang (iritasi)
  • Kulit melepuh
  • Kulit menjadi kering
  • Kulit menjadi kasar atau menebal
  • Kulit menjadi pecah-pecah

Jika tak segera ditangani, maka gejala alergi deterjen ini dapat berubah menjadi infeksi dengan gejala sebagai berikut:

  • Gejala alergi yang dirasakan semakin parah
  • Kulit terkelupas
  • Rasa sakit yang semakin meningkat
  • Merasa tidak sehat
  • Panas tinggi atau menggigil

Ketika gejala alergi deterjen yang dirasakan semakin memburuk disarankan untuk segera mengkonsumsi antibiotik yang telah diresepkan oleh dokter.

Apabila dengan antibiotik tak kunjung reda, segeralah mengunjungi klinik kesehatan terdekat.

Baca Juga: Patut untuk Diikuti, Ini 5 Cara Mengetahui Risiko Alergi pada Bayi

ADVERTISEMENT

Cara Mengatasi Alergi Deterjen

Foto: alergi deterjen (thespruce.com)

Foto: Orami Photo Stocks

Cara yang paling ampuh untuk mengatasi alergi deterjen seperti zat iritan adalah meminimalisir kontak. Dengan menghindari zat iritan maka Moms tidak akan terkena alergi.

Apabila tidak mungkin untuk dihindari maka terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi gejala alergi tersebut di antaranya:

1. Pelindung Tangan

Menggunakan pelindung ketika kontak dengan deterjen, seperti menggunakan sarung tangan plastik, sarung tangan karet dan sebagainya.

Penggunaan pelindung harus diperhatikan karena bagi sebagian orang sarung tangan plastik atau karet dapat menjadi alergen yang justru menimbulkan alergi dan ruam pada kulit.

ADVERTISEMENT

Baca Juga: 7+ Rekomendasi Deterjen Bayi dan Tips Memilihnya, Wajib Tahu!

2. Menggunakan Emolien atau Pelembap Kulit

Terdapat banyak sekali jenis emolien yang beredar di pasaran.

Oleh karena itu, Moms harus dapat memilih emolien yang sesuai dengan kulit. Sangat tidak dianjurkan untuk berbagi emolien dengan orang lain.

Sebab, bakteri yang terkandung dalam emolien dapat menyebabkan ruam dan eczema yang mana malah menimbulkan alergi baru pada kulit. Bagi penderita eksim dengan kulit kering, tentu mudah terkena radang dan iritasi.

Penggunaan emolien secara teratur dapat mencegah radang dan iritasi tersebut. Moms bisa mengoleskan emolien setiap hari meskipun kulit sedang dalam baik-baik saja atau tidak meradang.

Kandungan satu ini juga membantu mengurangi kambuh dan ketergantungan pada produk resep topikal.

Sementara obat-obatan seperti krim steroid memiliki kemampuan untuk membersihkan eksim, namun penggunaan yang tidak tepat dalam jangka panjang membawa risiko efek samping.

ADVERTISEMENT

3. Menggunakan Obat Kortikosteroid Topikal dalam Bentuk Krim atau Salep

Penggunaan obat ini sangat disarankan berdasarkan resep dokter.

Apabila digunakan sesuai dengan resep dokter, obat ini adalah metode pengobatan yang aman dan efektif untuk alergi deterjen.

Apabila alergi deterjen semakin parah, maka biasanya dokter akan meresepkan obat kortikosteroid. Penggunaan obat ini hanya digunakan berdasarkan rekomendasi dokter atau ahli kulit tertentu.

Itulah serba-serbi mengenai alergi deterjen hingga cara mengatasinya. Semoga tips tersebut bermanfaat untuk Moms yang sedang mengalami alergi deterjen.

Meski begitu, agar alergi yang dialami tak semakin parah, sebaiknya Moms menggunakan sarung tangan ketika melakukan kegiatan mencuci peralatan rumah tangga yang berhubungan dengan deterjen.

  • https://www.nhs.uk/conditions/contact-dermatitis/treatment/
  • https://acaai.org/allergies/allergic-conditions/skin-allergy/
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/contact-dermatitis/symptoms-causes/syc-20352742

Sebelumnya

Cari Tahu 7 Manfaat Glutathione, Si Master Antioksidan Alami dalam Tubuh!
Meiskhe • 06 Jun 2022

Selanjutnya

Mengenal Umbai Cacing atau Peradangan Usus Buntu, Jangan Disepelekan!
Defara Millenia • 06 Jun 2022

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

Artikel Terkait
Artikel Pilihan Editor

ADVERTISEMENT