ADVERTISEMENT

KESEHATAN UMUM
14 September 2022

Alergi Panas: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Mudah sekali berkeringat dan merasa tidak nyaman meski ada di cuaca yang tidak terlalu panas
Artikel ditulis oleh Karinta
Disunting oleh Adeline Wahyu

Moms pasti tak asing dengan alergi cuaca dingin yang biasanya ditandai dengan pilek, bersin, dan juga kulit gatal. Namun, pernahkah mendengar alergi panas?

Ada orang yang masih bisa merasa nyaman saat berada di cuaca panas, tetapi ada juga yang merasa tidak nyaman.

Rasa gerah bahkan alergi panas mungkin jadi beberapa alasan ketidaknyamanan saat ada di cuaca panas.

Ya, dari berbagai jenis alergi, ternyata ada orang yang punya alergi panas, Moms.

Kenapa bisa seseorang alergi terhadap cuaca panas dan seperti apa gejala yang biasanya muncul? Cari tahu bersama yuk, Moms!

Baca Juga: Perbedaan Intoleransi dan Alergi Alkohol dan Cara Mengobatinya

Apa Itu Alergi Panas?

ADVERTISEMENT

Foto: alergi panas

Foto Ilustrasi Alergi Panas (Orami Photo Stock)

Berada di cuaca atau suhu panas yang ekstrim bisa membuat sebagian besar orang tidak nyaman.

ADVERTISEMENT

Namun, saat berada di cuaca atau panas yang biasa saja, mungkin masih bisa ditolerir.

Lain halnya jika Moms selalu merasa tidak nyaman saat berada di cuaca panas sedikit saja.

Ketidaknyamanan ketika berada di cuaca panas, bahkan yang mungkin masih bisa ditolerir, mungkin menandakan Moms memiliki alergi panas.

Normalnya, suhu tubuh akan menyesuaikan dengan kondisi di lingkungannya, apakah sedang ada di cuaca panas atau dingin.

ADVERTISEMENT

Alergi panas atau disebut juga intoleransi (hipersensitivitas) terhadap panas adalah ketidakmampuan tubuh untuk beradaptasi dengan suhu panas.

Jadi, saat berada di cuaca yang panas, hipotalamus (bagian otak yang berfungsi mengatur suhu tubuh), mengirim sinyal ke kulit melalui saraf.

Sinyal yang dikirim hipotalamus ini memerintahkan agar kulit memperbanyak produksi keringat.

Ketika keringat menguap dari kulit, tandanya tubuh sedang mendinginkan dirinya untuk menyesuaikan dengan suhu di sekitarnya.

Baca Juga: Heat Exhaustion, Kondisi Saat Tubuh Mengalami Kelelahan Akibat Terlalu Panas

Apa Gejala Alergi Panas?

ADVERTISEMENT

Foto: alergi panas

Foto Ilustrasi Alergi Panas (Orami Photo Stock)

Tanda utama ketika seseorang memiliki alergi panas yakni tubuhnya tampak selalu kepanasan.

Itu sebabnya, umum bagi orang yang alergi panas untuk selalu berkeringat. Selain berkeringat, ada gejala alergi panas lainnya yang juga bisa muncul secara bertahap, yaitu:

  • Sakit kepala
  • Tubuh lemas
  • Kram
  • Mual
  • Muntah
  • Detak jantung lebih cepat
  • Tubuh terasa sangat panas meski berada di suhu yang tidak terlalu panas
  • Keringat berlebih
  • Mood atau suasana hati cepat berubah

Baca Juga: 5+ Rekomendasi Buah untuk Panas Dalam, Bukan Hanya Jeruk Lho Moms!

Apa Penyebab Alergi Panas?

Foto: obat-darah-tinggi.jpg

Foto Minum Obat (Orami Photo Stock)

ADVERTISEMENT

Alergi panas dapat disebabkan oleh adanya peningkatan suhu di lingkungan sekitar sehingga akhirnya menimbulkan suatu tanda, contohnya keringat berlebih.

Berikut beberapa hal penyebab alergi panas:

1. Minum Obat-obatan

Beberapa jenis obat-obatan ternyata dapat menjadi penyebab alergi panas. Ambil contohnya obat tekanan darah, dekongestan hingga obat alergi.

Obat tekanan darah dan dekongestan dapat menurunkan aliran darah ke kulit dan menghambat produksi keringat.

Tak hanya itu, dekongestan juga bisa meningkatkan aktivitas otot sehingga meningkatkan suhu tubuh.

Sementara obat alergi bisa menghambat kemampuan tubuh untuk mendinginkan diri dan mencegah keluarnya keringat saat berada di suhu panas.

2. Kafein

ADVERTISEMENT

Kafein adalah kandungan di dalam minuman seperti kopi, teh, dan cokelat yang bisa meningkatkan detak jantung dan mempercepat laju metabolisme.

Ketika detak jantung dan laju metabolisme semakin cepat, suhu tubuh bisa meningkat sehingga menyebabkan alergi panas.

Baca Juga: Alergi Kacang: Gejala, Penyebab, dan Pertolongan Pertama

3. Hipertiroidisme

Kondisi ini terjadi saat tubuh menghasilkan terlalu banyak hormon tiroksin.

Kelebihan hormon tiroksin dapat mengakibatkan perubahan pada metabolisme tubuh sehingga suhu tubuh pun meningkat.

4. Multiple Sclerosis

Ini adalah penyakit autoimun yang memengaruhi sistem saraf pusat, yakni otak dan sumsum tulang belakang.

Penyakit multiple sclerosis dapat memengaruhi lapisan pelindung otak (selubung myelin) dan sistem saraf pusat tubuh.

Nah, ketika selubung myelin rusak, saraf-saraf tubuh yang mengantarkan sinyal menjadi terganggu. Alhasil, Moms bisa mengalami alergi panas.

ADVERTISEMENT

5. Penyebab Lainnya

Beberapa hal-hal lain yang dapat mengakibatkan alergi panas yaitu:

  • Kecemasan
  • Mengalami menopause
  • Asupan amfetamin atau stimulan lainnya, biasanya ada di dalam obat-obatan untuk menurunkan nafsu makan

Alergi panas atau intoleransi panas umumnya muncul perlahan-lahan dan dalam waktu yang lama.

Namun terkadang, kondisi ini bisa muncul dengan cepat dan menjadi tanda penyakit yang serius.

Bahaya untuk Orang dengan Gangguan Otak dan Tulang Belakang

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kerja hipotalamus otak bisa terganggu saat seseorang memiliki alergi panas.

Terlebih ia juga mengalami masalah pada otak dan sumsum tulang belakang.

Menurut Brain and Spine Foundation ini karena suhu terlalu panas dapat menghentikan kerja serabut saraf. Alhasil, pesan dari dan ke otak tidak bisa dialirkan dengan baik.

Kondisi ini yang pada akhirnya membuat seseorang mengalami kelelahan hingga muncul masalah keseimbangan dan penglihatan.

Bagaimana Cara Mengobati Alergi Panas?

Foto: alergi panas

Foto Ilustrasi Ilustrasi Alergi Panas (Orami Photo Stock)

Pengobatan untuk alergi panas akan disesuaikan dokter dengan penyebab awalnya.

Namun, dalam kebanyakan kasus, alergi panas tidak bisa sepenuhnya diobati maupun dicegah.

Jika Moms punya cedera tulang belakang misalnya, mungkin perawatan apa pun akan sulit untuk mengatasi alergi panas.

Jangan cemas, Moms, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan sebagai cara mengatasi alergi panas, di antaranya:

  • Menggunakan pendingin ruangan (AC) atau kipas angin
  • Menghindari paparan sinar matahari langsung
  • Menghindari asupan alkohol saat cuaca panas
  • Minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi
  • Hindari menggunakan pakaian berwarna gelap
  • Mandi air dingin
  • Pakai baju berbahan katun
  • Gunakan pelindung ekstra seperti sarung tangan dan topi saat olahraga di luar
  • Membasahi handuk dengan air dingin, kemudian diletakkan di leher bagian belakang
  • Menghindari aktivitas berat selama cuaca panas

Baca Juga: Apa Saja Penyebab Bercak Putih pada Kulit? Cari Tahu Moms!

Perlukah ke Dokter?

Foto: Konsultasi dengan dokter tentang jerawat

Foto Dokter sedang Memeriksa Pasien (Orami Photo Stock)

Untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat, Moms bisa berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter.

Bila penyebab dan diagnosis alergi panas sudah ditemukan, jangan tunda untuk memeriksakan diri kembali ke dokter bila mengalami gejala berikut:

  • Tubuh tidak berkeringat, bahkan saat cuaca sangat panas
  • Suhu tubuh di atas 39 derajat Celsius
  • Kebingungan
  • Hilang kesadaran

Konsultasikan dengan dokter bila Moms masih memiliki pertanyaan, ya!

  • https://medlineplus.gov/ency/article/003094.htm
  • https://www.healthline.com/health/heat-intolerance
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/325232
  • https://www.brainandspine.org.uk/information-and-support/health-and-lifestyle-tips/heat-sensitivity-and-hot-temperatures/

Sebelumnya

Mengenal Cutaneous Larva Migrans, Infeksi Cacing yang Merayap di Bawah Kulit
Defara Millenia • 14 Sep 2022

Selanjutnya

Mengenal Cutaneous Larva Migrans, Infeksi Cacing yang Merayap di Bawah Kulit
Defara Millenia • 14 Sep 2022

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

Artikel Terkait
Artikel Pilihan Editor

ADVERTISEMENT