ADVERTISEMENT

DI ATAS 5 TAHUN
24 Desember 2021

Yuk, Kenalkan 6 Bahasa Pemrograman untuk Anak-Anak!

Ada banyak bahasa pemrograman di luar sana. Mana yang mudah untuk anak-anak?
Artikel ditulis oleh Alya Nisania
Disunting oleh Karla Farhana

Belajar bahasa pemrograman untuk anak-anak bisa menjadi salah satu kegiatan yang menyenangkan bagi Si Kecil.

Ternyata, bukan hanya dipelajari oleh para ahli IT, pengkodean atau coding juga bisa diajarkan kepada anak-anak sejak usia dini.

Pengkodean sendiri merupakan cara dalam memberi perintah dengan mengolah kode (syntax) dengan bahasa pemrograman.

Si Kecil dapat membuat berbagai karya dengan coding, seperti:

  • Membuat animasi
  • Aplikasi
  • Menggerakkan robot
  • Membuat permainan

Ada banyak manfaat belajar bahasa pemrograman yang bisa didapatkan Si Kecil.

Dikutip dari Frontiers in Psychology belajar pemrograman dapat melatih anak untuk berpikir kreatif dan memecahkan masalah secara sistematis.

Si Kecil juga jadi berani mengembangkan bakatnya dan mencoba sesuatu yang baru.

ADVERTISEMENT

Nantinya, kemampuan ini akan memengaruhi proses tumbuh kembang mereka yang bisa dijadikan bekal untuk menjadi programmer profesional di masa mendatang.

Bahasa Pemrograman untuk Anak-Anak

Untuk mengajarkan Si Kecil tentang dunia coding sebenarnya tidak selalu dengan cara yang membosankan dan rumit.

ADVERTISEMENT

Saat ini sudah banyak aplikasi yang membuat belajar coding jadi lebih mudah dan interaktif.

Lalu, apa saja bahasa pemrograman untuk anak-anak? Simak penjelasannya berikut ini ya, Moms!

Baca juga: 8 Tips Belajar Efektif untuk Si Kecil di Rumah agar Lebih Fokus dan Cerdas

1. Scratch

ADVERTISEMENT

Foto: Scratch bahasa pemrograman untuk anak-anak.png

Foto: thecoderschool.com

Kalau Moms ingin membuat anak-anak bersemangat mempelajari pemrograman, maka Moms bisa menggunakan bahasa pemrograman untuk anak-anak, yaitu Scratch.

Scratch adalah bahasa pemrograman untuk anak-anak gratis yang dikembangkan oleh Lifelong Kindergarten Lab MIT.

Scratch merupakan cara terbaik mempelajari logika dan prinsip pengkodean dasar tanpa syntax atau alat pengembangan yang rumit.

Tampilan Scratch merupakan blok yang memiliki bentuk berbeda-beda dan hanya bisa digabungkan dengan objek yang kompatibel.

Lewat Scratch, Si Kecil bisa membuat berbagai karya, seperti:

  • Membuat cerita interaktif
  • Menganimasikan karakter
  • Membuat game
  • Membangun aplikasi dengan cara yang menyenangkan

ADVERTISEMENT

Scroll untuk melanjutkan

Semua yang ditemukan dalam bahasa pengkodean tertulis seperti pernyataan logika, loop dan fungsi, dideskripsikan dalam gaya visual yang mudah dipahami.

Gaya belajar ini langkah dan sangat baik untuk anak-anak, lho!

Ketika mereka beranjak dewasa dan menggunakan sintak tertulis, mereka sudah memiliki pemahaman yang kuat tentang aliran dan dasar penyusunan pemrograman.

Baca juga: Belajar Anti Bosan dengan Mind Mapping, Ini Manfaat dan Cara Membuatnya

2. Java

Foto: java sebagai bahasa pemrograman untuk anak-anak.jpg

Foto: thenerdstash.com

Java adalah salah satu bahasa pemrograman untuk anak-anak yang paling banyak digunakan di dunia.

Bahasa ini banyak digunakan untuk mengembangkan aplikasi pada platform Android.

ADVERTISEMENT

Java mudah dipelajari, baik anak-anak yang baru belajar coding atau tertarik untuk mempelajari bahasa baru lainnya.

Untuk anak-anak yang menyukai Minecraft, Java mungkin merupakan bahasa terbaik untuk memulai pemrograman.

Permainan populer ini dijalankan dengan menggunakan bahasa Java, di mana pemain bisa memodifikasi segala sesuatu tentang game.

Ini biasanya lebih dikenal dengan mod. Si Kecil bisa memodifikasi berbagai hal dalam game tersebut, mulai dari lanskap, karakter dan lainnya.

Si Kecil juga bisa melakukan peruahan kecil (seperti menambahkan senjata) hingga perubahan besar (seperti mengubah tampilan grafis sepenuhnya).

Ia akan terus-menerus mengunggah mod baru dan memperbarui yang lama untuk membuat permainan lebih menarik.

Untuk membuat mod pemain harus mengakses kode sumber Java Minecraft dan menuliskan kode yang sesuai.

ADVERTISEMENT

Untuk anak-anak yang benar-benar ingin belajar pengkodean berbasis teks atau menikmati bermain Minecraft, Java juga merupakan pilihan yang baik.

Sistem bahasa pengkodeannya seperti bahasa Inggris sehingga lebih mudah dimengerti dan cepat dipelajari.

Aplikasi yang dibangun dengan Java dikenal lebih skalabel, stabil, dan mudah diperbaiki.

Namun, Java membutuhkan waktu lebih lama untuk dikuasai dibandingkan dengan bahasa pemrograman lainnya.

Baca juga: 5 Bahasa Asing yang Sebaiknya Dipelajari Sejak Dini

3. Python

Foto: Python sebagai bahasa pemrograman untuk anak-anak.jpg

Foto: pexels.com

ADVERTISEMENT

Python adalah bahasa pemrograman untuk anak-anak yang bisa mudah dipelajari.

Bahasa pemrograman berbasis teks ini direkomendasikan untuk anak-anak dari usia 8 tahun ke atas.

Lalu, mengapa Pyhton direkomendasikan bagi anak-anak?

Python hanya membutuhkan baris kode yang lebih sedikit untuk menjalankannya, sehingga para pemula pun bisa membuat program lebih cepat dan mudah.

Meski begitu, bahasa pemrograman tingkat tinggi ini sudah memuat fungsi umum yang dibutuhkan programmer.

Selain itu, Python juga memiliki sintaks pemrograman yang sederhana, sehingga komunitas online terbesar dan kode bahasanya seperti bahasa Inggris.

Karena kesederhanaannya, bahasa pemrograman untuk anak-anak ini bisa dijadikan dasar yang kuat bagi Si Kecil untuk menguasai bahasa pemrograman lainnya.

Adapun Python bisa digunakan untuk menyelesaikan banyak hal, seperti:

  • Keamanan siber
  • Mengembangkan video game
  • Kecerdasan buatan
  • Ilmu data
  • Pengembangan website

4. JavaScript

Foto: Javascript sebagai bahasa pemrograman untuk anak-anak.jpg

Foto: pexels.com

JavaScript adalah bahasa pemrograman untuk anak-anak yang berorientasi pada objek dan prosedural yang digunakan untuk pengembangan dan desain website.

Bahasa ini sangat populer dan bisa berjalan di semua browser.

Biasanya JavaScript sering digunakan untuk membuat aplikasi website yang interaktif dan rumit. Meski begitu, mempelajari JavaScript juga bisa jadi menyenangkan.

Untungnya, ada perpustakaan untuk mempelajari JavaScript yang bernama p5.js.

Perpustakaan ini dirancang untuk menciptakan seni visual, musik dan memiliki editor browser terintegrasi sehingga mudah digunakan.

Selain itu, adanya saluran YouTube The Coding Train membuat belajar JavaScript lebih mudah.

Baca juga: 4 Penyebab Anak Sulit Fokus Belajar, Segera Atasi, Yuk!

5. Lua

Foto: Roblox sebagai bahasa pemrograman untuk anak-anak.png

Foto: devforum.roblox.com

Lua merupakan bahasa pemrograman untuk anak-anak karena mudah dipelajari dan digunakan oleh pemula.

Bahasa pemrograman untuk anak-anak ini merupakan bahasa scripting yang dapat diintegrasikan ke dalam program lain yang ditulis dengan bahasa lain, seperti:

  • C
  • C++

Lua paling populer digunakan untuk membuat kode game hingga jumlah pengembang yang menggunakannya terus meningkat.

Program seperti Adobe Photoshop, World of Warcraft, dan Angry Birds merupakan aplikasi yang dikembangkan dengan bahasa Lua.

Untuk membuat Si Kecil tertartik belajar bahasa Lua, Moms dapat mengenalkannya dengan aplikasi Roblox.

Ini merupakan platform permainan daring yang memungkinkan pengguna memprogram permainan dan memainkan permainan yang dibuat oleh pengguna lain.

Baca juga: Sindrom Penglihatan Komputer: Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegahnya

6. Alice

Foto: Alice sebagai bahasa pemrograman untuk anak-anak.jpg

Foto: alice.org

Merupakan bahasa pemrograman untuk anak-anak yang memiliki visual berbasis blok mirip dengan Scratch.

Alice adalah lingkungan pengkodean inovatif yang membuatnya cukup sederhana untuk memprogram banyak hal, antara lain:

  • Animasi
  • Narasi interaktif
  • Permainan 3D

Alice memang dirancang untuk mengajarkan konsep bahasa pemrograman berorientasi objek (seperti C++), Moms melalui eksplorasi kreatif.

Si Kecil jadi bisa mempelajari dasar pemrograman dengan lebih mudah.

Lalu, apa sih yang membedakan bahasa pemrograman untuk anak-anak ini dengan bahasa pemrograman lain?

Pengguna bisa bekerja dengan sudut kamera dinamis dan model 3D.

Program yang sudah dibuat menggunakan platform Alice pun dapat diubah menjadi Lingkungan Pengembangan Terintegrasi untuk pemrograman di Java atau Java IDE.

Jadi, pada dasarnya program ini menerjemahkan skrip yang ditulis dalam blok pengkodean Alice ke bahasa pemrograman berbasis teks seperti JavaScript atau Python.

Jadi, Si Kecil bisa beralih dari pemrograman visual ke pemrograman teks dengan proyek yang sama.

Banyak sekali aspek yang didapatkan Si Kecil dari belajar bahasa pemrograman.

Belajar bahasa pemrograman untuk anak-anak, tentunya bisa menyenangkan karena sudah disesuaikan dengan usianya.

Yuk, ajak dan kenalkan Si Kecil untuk belajar pemrograman dengan cara menyenangkan!

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8458729/
  • https://www.create-learn.us/blog/best-programming-languages-for-kids/
  • https://www.makeuseof.com/programming-languages-for-kids/
  • https://www.codingal.com/blog/coding-for-kids/programming-languages-for-kids/
  • https://www.idtech.com/blog/choose-best-programming-language-your-child

Sebelumnya

Jarang Diketahui, Ini 7 Dampak Positif Belajar Online bagi Anak
Puji • 15 Des 2021

Selanjutnya

Moms, Ketahui 5 Pengaruh Gadget Terhadap Psikologi Anak
Nevy • 27 Des 2021

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

Artikel Terkait
Artikel Pilihan Editor

ADVERTISEMENT