ADVERTISEMENT

2-3 TAHUN
01 Agustus 2022

7 Cara Membacakan Dongeng untuk Anak, Si Kecil Pasti Senang Mendengarkan!

Membacakan dongeng anak sebelum tidur sangat berperan dalam tumbuh kembang anak
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Aprillia

Agar kegiatan mendongeng menjadi menyenangkan, Moms harus tahu cara membacakan dongeng yang benar.

Kegiatan mendongeng menjadi sesuatu hal yang familiar. Membacakan dongeng sebelum tidur banyak dilakukan oleh para orang tua terhadap anaknya.

Pasalnya, dongeng menjadi salah satu media hiburan anak di samping beberapa tayangan seperti video. Tradisi ini ternyata bukan hanya menjadi pengantar tidur saja, lho!

Secara tidak langsung kegiatan ini akan mengembangkan kecerdasan emosional dan akan mengoptimalkan perkembangan psikologis anak.

Dilansir dari Kids Health Moms sebaiknya membacakan dongeng untuk anak setidaknya sekali dalam sehari.

Pilihlah waktu rutin untuk membacakan cerita, terutama sebelum tidur siang atau malam. Cara itu membuat anak jadi rileks dan tenang.

Namun, Moms juga bisa membacakan dongeng kapanpun anak menginginkannya. Kalau dia nyaman, Moms juga bisa membaca sambil memangkunya agar ia merasa aman.

ADVERTISEMENT

Melalui karakter tokoh dalam dongeng, anak dapat memahami nilai-nilai baik atau buruk.

Demikian dengan cerita yang dapat menunjukkan konsekuensi dalam mengambil keputusan dan akan lebih baik jika sesekali mendiskusikan nilai-nilai dalam isi dongeng.

Baca Juga: Anak Susah Tidur Siang? Ini 6 Cara Mengatasinya

ADVERTISEMENT

Cara Membacakan Dongeng untuk Anak

Agar anak dapat merasakan ketertarikan terhadap dongeng yang diceritakan, orang tua harus memahami cara membacakan dongeng yang asyik untuk anaknya.

Yuk, simak cara membacakan dongeng sebelum tidur!

1. Memilih dan Memahami Cerita dengan Baik

ADVERTISEMENT

Foto: memilih dongen untuk anak

Foto: ibu membacakan dongeng (Orami Photo Stock)

Memilih cerita yang berkualitas dengan tema yang sederhana seperti dongeng dengan cerita keseharian merupakan awalan yang baik.

Baiknya memilih buku dongeng sebelum tidur dengan gambar yang banyak dan berwarna, serta cerita yang memiliki pesan moral.

Cara membacakan dongeng untuk anak yang pertama ini bisa pula melibatkan anak untuk memilih buku kesukaannya.

Tema cerita yang memiliki unsur kebaikan bisa Moms pilih, seperti:

  • Tentang perdamaian
  • Pendidikan
  • Cinta kasih

Adapun tema yang perlu dihindari adalah tema yang cenderung memiliki efek tidak baik, seperti:

  • Kekerasan
  • Balas dendam
  • Sihir jahat
ADVERTISEMENT

Orang tua perlu memahami isi cerita sepenuhnya tanpa harus menghafal.

Memodifikasi cerita juga merupakan hal yang menyenangkan dan juga dapat memfilter kata-kata yang belum layak didengarkan anak-anak di usia tertentu.

Hal tersebut juga dapat mengembangkan ide dan nilai moral yang ingin disampaikan.

2. Memahami Karakter Tokoh

Foto: pahami karakter tokoh di dongeng (https://www.appletreebsd.com/)

Foto: anak mendengarkan dongeng (Orami Photo Stock)

Tokoh dalam sebuah cerita merupakan unsur intrinsik yang sangat penting. Seorang pendongeng juga perlu memahami bagaimana karakter tokoh dalam cerita tersebut.

Cara membacakan dongeng yang kedua, Moms bisa mendramatisasi seolah berakting saat mmembaca agar Si Kecil lebih semangat mendengarkan.

Semakin sedikit tokoh dalam cerita, semakin mudah dan menarik untuk anak-anak.

ADVERTISEMENT

Ekspresi ketika mendongeng dapat menimbulkan ketertarikan dan antusiasme anak ketika mendengar isi ceritanya.

Para orang tua juga dapat melakukan gerakan-gerakan yang menggambarkan isi cerita diiringi dengan ekspresi yang sesuai. Dengan begitu, anak-anak akan terbawa suasana cerita.

Berbicara mengenai tokoh, agar anak tidak bingung dan mudah mengenal, usahakan orang tua dapat membedakan suara pada setiap karakternya.

Baca Juga: 7 Penyebab Anak Susah Tidur di Malam Hari

3. Gunakan Alat Bantu

Foto: memakai alat bantu bercerita (https://squilo.com/)

Foto: memakai alat bantu bercerita (Orami Photo Stock)

Penggunaan media gambar atau boneka dapat membantu orang tua menyampaikan isi cerita dan membedakan setiap karakternya, termasuk saat membacakan dongeng sebelum tidur.

ADVERTISEMENT

Ini bisa jadi cara membacakan dongeng yang interaktif dan tentu saja tidak membosankan.

Gambar dan boneka dapat menjadi sarana mendongeng yang menarik. Anak-anak setidaknya akan memiliki gambaran yang lebih jelas dari isi ceritanya.

4. Kontak Mata dan Fisik

Foto: kontak mata saat mendongeng (https://glitzmedia.co/)

Foto: kontak mata dengan anak saat mendongeng (Orami Photo Stock)

Kontak mata saat sedang bercerita adalah hal penting untuk membuat anak-anak tetap berkonsentrasi dan pesan dalam cerita juga dapat dengan mudah tersampaikan.

Cara membacakan dongeng ini bisa pula membangun bonding antara Moms dan Si Kecil.

Begitu pula dengan kontak fisik yang diperlukan ketika sedang membacakan dongeng sebelum tidur. Hal ini dapat menambah kedekatan dengan anak.

ADVERTISEMENT

Baca Juga: Apa Bedanya Susah Tidur dengan Insomnia?

5. Interaktif

Foto: cara dongeng untuk anak

Foto: keluarga membaca buku (Orami Photo Stock)

Melibatkan anak ketika sedang membaca dongeng sebelum tidur akan membuat suasana seru dan membuat anak-anak menjadi lebih aktif.

Melakukan trik juga bisa membuat anak lebih terlibat, aktif, dan mengasah kreativitasnya seperti:

  • Sambung dongeng
  • Memberikan pertanyaan seperti apa yang akan terjadi pada alur berikutnya
  • Menirukan suara tokoh

Cara membacakan dongeng ini bisa melatih Si Kecil lebih imajinatif lho, Moms. Jangan kesal saat si anak memotong cerita yang Moms bacakan.

Hal ini justru bagus, karena berarti si anak menyimak dengan baik jalan cerita.

Menanyakan sesuatu tentang isi buku adalah tanda bahwa si anak sedang mencoba menginterpretasikan cerita dalam imajinasinya.

6. Perhatikan Usia Si Kecil

Foto: anak bermain (verywellfamily.com)

Foto: anak bermain (Orami Photo Stock)

Cara membacakan dongeng satu ini ternyata cukup berperan dalam penerimaan Si Kecil terhadap cerita yang sedang Moms sampaikan.

Usia anak menentukan cerita yang akan dibawakan dan juga cara mendongengnya.

Semakin bertambahnya usia seorang anak, maka topik yang disampaikan bisa lebih bervariasi dan menyesuaikan usianya.

Misalnya anak usia 10 tahun, tentu tidak akan tertarik bila mendengar dongeng si kancil, bukan?

Maka ajak ia mengeksplor cerita yang lebih menantang seperti Peter Pan dan Kapten Hook.

Di cerita tersebut, alurnya akan lebih bervariasi dan banyak penokohan yang membuat Si Kecil melatih daya ingat.

Cara menyampaikannya pun berbeda-beda. Anak balita lebih senang mendengarkan cerita sambil dipangku dan di dekap dalam pelukan.

7. Mendongeng Saat Anak Santai

Foto: membaca dongeng.jpg

Foto: orang tua mendongengkan anak (pinterest.com)

Mendongeng sebenarnya bisa dilakukan kapapun, namun banyak orang tua yang memilih mendongeng sebelum tidur malam.

Karena saat akan tidur, kondisi anak sudah relaks, tidak terbebani aktivitas apapun, sehingga diharapkan otak lebih mudah menyerap pesan yang disampaikan orang tua melalui dongeng.

Nah Moms, tidak hanya cara membacakan dongeng saja yang penting tapi juga waktunya.

Baca Juga: Manfaat Dongeng untuk Anak, Mengajarkan Niai Kebaikan hingga Meningkatkan Daya Ingat Si Kecil

Itu dia Moms beberapa cara membacakan dongeng untuk anak yang baik untuk stimulus.

Tidak hanya itu, manfaat dari membacakan dongeng untuk Si Kecil secara tidak langsung adalah menumbuhkan minat baca yang tinggi.

Si Kecil jadi mempunyai rasa penasaran yang tinggi untuk menerima berbagai cerita yang ada. Siap mendongeng untuk Si Kecil, Moms?

  • https://raisingchildren.net.au/babies/play-learning/literacy-reading-stories/reading-storytelling
  • https://www.readingrockets.org/article/hints-how-read-aloud-group
  • https://www.citywestetns.ie/story-reading-tips.html
  • https://www.raisesmartkid.com/all-ages/1-articles/52-reading-to-children-how-tos-and-tips

Sebelumnya

Mudah Tertukar, Apa Perbedaan Prebiotik dan Probiotik?
Amelia Riskita • 01 Agt 2022

Selanjutnya

90 Kalimat Pujian untuk Anak, Bantu Tingkatkan Semangat dan Kepercayaan Diri!
Merna • 02 Agt 2022

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

Artikel Terkait
Artikel Pilihan Editor

ADVERTISEMENT